Lawang Sewu, Misteri Pintu Seribu

Lawang Sewu, Misteri Pintu Seribu

Lawang Sewu, sebagian besar orang pasti pernah mendengar nama ini. Nama ini lebih terkenal lagi karena sering muncul di televisi baik dalam acara wisata maupun acara yang menguji nyali. Dan juga ada beberapa film yang membuat nama Lawang Sewu lebih dikenal oleh masyarakat.

Tempat ini dinamakan Lawang Sewu, yang dalam bahasa Jawa berarti pintu seribu. Dulu, gedung ini merupakan kantor Nederlands - Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yang dibangun pada tahun 1903 dan selesai tahun 1907. Terletak di Bunderan Tugu Muda Semarang yang dulu disebut Wilhelmina Plein. Disini juga banyak pengamen jalanan beraliran punk dengan gaya berpakaian dan dandanan rambutnya yang unik.

Lawang Sewu
Untuk memasuki bangunan ini dikenakan tarif Rp 5.000/orang. Dengan luas kurang lebih 2 hektar, dulu gedung utamanya difungsikan sebagai perkantoran, sementara gedung kedua adalah mes karyawan. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan kuno ini dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang disebut PT Kereta Api Indonesia. 

Sudut Lawang Sewu
Ketika berlangsung pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945), gedung ini dijadikan lokasi pertempuran antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Tak heran, tempat ini sungguh mengerikan. Dan karena nilai sejarahnya ini, Lawang Sewu dimasukkan pemerintah kota Semarang sebagai bangunan kuno atau bersejarah yang patut dilindungi.

Lorong
Walaupun tempat ini menyeramkan tetapi tetap asyik untuk dikunjungi dan berfoto-foto. Salah satu tempat yang indah yaitu salah satu bagian gedung yang dihiasi stained glass warna-warni. Tak heran tempat ini sering dijadikan lokasi pengambilan foto oleh para mahasiswa yang belajar memotret, atau untuk foto buku tahunan yang bertema mistis. Lorong panjangnya memang cantik, dihiasi stained glass warna-warni.

Ruang Bawah Tanah
Disini, pengunjung juga bisa uji nyali lho. Dengan membayar 10.000 rupiah/orang, pengunjung bisa turun ke bagian bawah tanah gedung ini. Tenang...pemandu tetap menemani kok. Setelah mengganti sepatu dengan sepatu bot, juga dipinjami senter, sobat bisa melihat ruang-ruang bekas penjara jongkok. Ada juga tembok dengan coretan X yang merupakan lokasi pengambilan gambar acara TV "Uji Nyali". Di tempat inilah makhlus halus berhasil membuat keok peserta uji nyali.

Cukup menegangkan bukan?. Berani mencoba?.......




No comments:

Contact Us

Name

Email *

Message *

Arsip Blog