Showing posts with label Wisata Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Wisata Jawa Timur. Show all posts

Goa Akbar - Legenda Masa Lalu Di Tuban

11:59 AM
Goa Akbar. Terik mentari memapar Bumi Tuban, menemani setiap warganya melanjutkan aktivitas. Di Pasar Baru Tuban, riuh rendah percakapan antara penjual dan pembeli terus menggaung bagaikan orkestra kehidupan yang dinamis.

Namun, di tengah hiruk pikuk itu ada sebuah tempat yang menjanjikan ketenangan, kedamaian, keheningan, atau apapunlah namanya. Tepat di bawah tanah yang mereka pijak, tak lebih dari 10 meter dalamnya, ada sebuah goa yang dinding-dindingnya menyimpan rahasia masa lalu. Goa Akbar namanya, dialah saksi bisu segala kedigdayaan kota Seribu Goa tersebut.  

Goa Akbar memiliki luas 1 hektar dan mengandung kisah religi yang sangat tinggi. Diceritakan, dulu Sunan Bonang mengetahui goa ini atas ajakan Sunan Kalijaga yang saat itu masih dikenal sebagai Brandal Lokajaya.Goa Akbar dijadikan sebagai tempat tinggal Brandal Lokajaya setelah diusir oleh ayahnya, Wilotikto, Bupati Tuban ke-9.

legenda goa akbar
Goa Akbar
Ketika memasuki goa, Sunan Bonang terpesona dan seketika berucap "Allahu Akbar". Sejak itulah goa yang terletak di tengah Kota Tuban itu disebut Goa Akbar. Versi lain diceritakan, bahwa di sekitar goa banyak dijumpai pohon Abar. Masyarakat setempat kemudian menyebutnya Ngabar. Kata "Ngabar" berasal dari bahasa Jawa yang berarti latihan.

wisata goa akbar
Indah
Konon, goa ini pernah menjadi tempat latihan ilmu kanuragan prajurit Ronggolawe, yang ketika itu berencana mengadakan pemberontakan ke Kerajaan Majapahit. Pemberontakan itu disulut oleh ketidakpuasan Ronggolawe atas pelantikan Nambi sebagai Maha Patih Majapahit. Karena seringnya dijadikan tempat latihan, goa dan daerah sekitarnya dijuluki Ngabar, yang kemudian menjadi nama dusun yaitu Dusun Ngabar, Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding.

Dahulu, goa yang diperkirakan berusis 20 juta tahun ini sempat dilupakan dan menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Namun pada 1998, Pemkab Tuban berinisiatif membersihkan goa ini dan mengelolanya dengan baik.

goa akbar tuban
Pagar Steinless
Kini goa ini diisi berbagai fasilitas. Jauh dari perkiraan wisatawan tentang goa yang gelap dan berbau kotoran kelelawar, kini di dalam goa telah dibangun jalur dari paving block yang dibatasi oleh pagar steinless steel. Selain pagar pembatas, di lintasan sepanjang 1,2 kilometer itu tertempel larangan balik arah, agar pengunjung tidak sampai kebablasan tanpa memperhitungkan keselamatan. Di sana juga terdapat sumber air yang bernama Kedung Tirta Agung.

Ruang dalam goa tampak kian menarik dengan dekorasi lampu hias. Sinar lampu itu membantu menampilkan dimensi bebatuan yang mengagumkan.Sepanjang lintasan ini terdapat setidaknya tiga ruang besar semacam hall. Ruang besar ini kerap menjadi terminal pengunjung untuk bersantai sejenak.

Selain itu, di depan musholla terdapat ruang yang sangat luas yang dikenal sebagai Paseban Para Wali, atau tempat para wali menyampaikan fatwa dan ajaran agama. Paseban itu mirip ruang pertemuan. Stalaktit dan stalagmit juga seakan menjadi hiasan ruangan. Itu ditambah dengan adanya batu-batu besar yang terletak di bagian depan ruang, seakan menjadi podium bagi pembicara. Beberapa tempat di Goa Akbar akhirnya dipercaya sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah para sunan.

Panorama Pantai Papuma Yang Menggoda

9:31 AM
Pantai Tanjung Papuma Jember. Bebatuan karang terhampar luas di separuh bibir Pantai Tanjung Papuma. Besar, cadas, namun menciptakan kolase nan indah. Layaknya pantai-pantai lain di garis laut selatan, di sini ombak berdebur bagai antologi kehidupan yang datang silih berganti. Pasang surutnya lembut bak pasir, namun keras dan tangguh menyerupai karang. 

Pantai yang terletak di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, 37 km dari pusat Kota Jember ini bagaikan surga yang tersembunyi. Bukit-bukit dan Hutan Malikan seluas kurang leibih 50 hektar setia membungkus keistimewaan panorama baharinya yang menarik perhatian.

Identitas pantai ini lekat dengan bebatuan karangnya yang tangguh, warga menyebutnya atol-atol. Karena ukurannya yang besar dan terombang-ambing di tengah laut biru, sehingga seakan-akan terlihat seperti pulau-pulau karang.

Di sini terdapat tujuh karang besar yang memiliki nama sendiri-sendiri, terinspirasi dari tokoh pewayangan. Di antaranya Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, Pulau Narada, Pulau Nusa Barong, Pulau Kajang, dan Pulau Kodok. Untuk yang terakhir namanya disesuaikan dengan kondisi pulau karang yang mirip kodok raksasa, timbul tenggelam dihantam ombak lautan.

pantai tanjung papuma
Pantai Tanjung Papuma

Untuk melihat seluruh batu karang itu, wisatawan dapat menuju puncak Siti Hinggil, tempat tertinggi di Pantai Tanjung Papuma. Dari sana kita dapat menikmati view batu karang besar yang tak henti-hentinya dihantam ombak laut selatan. Pemandangan ini menjadi masterpiece tersendiri di Papuma.

Dari tempat yang sama pengunjung juga dapat melihat lanskap lekukan garis pantai yang menjorok ke lautan, layaknya demografi tanjung pada umumnya. Karena itu, Siti Hinggil adalah titik spesial di mana setiap orang dapat menikmati sunset dan sunrise di tempat yang sama. Dari ketinggian ini tampak pula barisan perahu tradisional yang anggun. Mayoritas masyarakat setempat bermata pencaharian sebagai nelayan.

pantai papuma jember
Karang Besar
Selain keindahan alamnya, pantai yang dikelola dan dipromosikan oleh Perhutani unit II Jawa Timur ini juga menyajikan keliaran alam yang dimiliki.Papuma juga dijadikan sebagai wilayah konservasi Lutung Jawa atau Lutung Budeng (Trachypithecus auratus). Hewan famili kera yang juga kerap disebut kera ekor panjang ini populasinya selalu berkurang setiap tahun. Di sini jumlahnya sekitar 350-500 ekor.

Lutung Budeng memiliki panjang sekitar 55 cm dengan panjang ekor sekitar 70 cm hingga dua kali panjang tubuhnya. Hewan omnivora ini menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon. Dengan daerah jelajah lebih dari 15 hektar, hidupnya selalu berkelompok. Dalam satu kelompok biasanya ada sekitar 6-23 ekor. Diperkirakan ada 25 kelompok Lutung Budeng di tempat ini.

Fasilitas penunjang tempat wisatanya pun lumayan lengkap. Selain tempat bermain ada juga arena outbound, penginapan dan warung makan yang menyajikan hasil laut asli Tanjung Papuma.Ya, selain daya tarik alam dan faunanya, yang menjadi magnet Tanjung Papuma adalah wisata kulinernya. Ikan laut segar hasil nelayan lokal selalu mengundang selera bersantap.

Untuk mengunjungi Papuma, setiap pengunjung dikenakan biaya tiket Rp 10 ribu, harganya akan lebih mahal Rp 2.500 di hari libur. Bagi wisatawan yang ingin ke Papuma dari arah Surabaya memiliki dua alternatif jalur. Selain via pusat Kota Jember, wisatawan juga bisa melalui Kecamatan Ambulu. Dari Ambulu perjalanan ditempuh sejauh lebih kurang 25 km dalam waktu setengah jam perjalanan.

Harga Tiket Masuk Wisata Gunung Bromo

9:49 PM
Tiket Masuk Gunung Bromo. Salah satu objek wisata yang paling banyak dikunjungi di Jawa Timur adalah Gunung Bromo. Dan menurut saya, tempat wisata di jatim yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asing juga Gunung Bromo. Memang Gunung Bromo seakan menjadi magnet yang menarik hati para traveller domestik dan mancanegara.

Berbicara tentang Gunung Bromo kebetulan, beberapa waktu lalu saya berkunjung ke tempat ini tepatnya pada tanggal 26 Mei dan 2 Juni 2013. Dalam waktu 2 minggu, saya berlibur ke Bromo sebanyak 2 kali, itu karena saya sangat menyukai keindahan alam dan sunrisenya

Namun, meskipun hanya berselang 2 pekan, harga tiket masuk yang saya bayar berbeda dan lokasi pembayaran tiketnya juga dipindah. Pada saat pertama yaitu 26 Mei 2013, saya bersama teman membayar tiket di loket yang letaknya dekat dengan Hotel Cafe Lava di Desa Ngadisari dengan harga Rp 15.000 (motor + 2 penumpang) dengan rincian Rp 6 ribu/orang ditambah Rp 3 ribu untuk tiket masuk motor (kami menggunakan motor).

harga tiket masuk gunung bromo

Pada kunjungan kedua, 2 Juni 2013, tempat loket sudah berpindah agak jauh sebelum loket semula dan harga tiketnya pun sudah naik 2 kali lipat. Kami waktu itu membayar harga tiket sebesar Rp 27.000 (motor + 2 penumpang) dengan rincian Rp 12 ribu/orang dan tiket masuk motor Rp 3 ribu.

harga tiket masuk gunung bromo

Harga tiket yang Rp 12 ribu itu terbagi menjadi 2 bagian yaitu Rp 10 ribu untuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Rp 2 ribu untuk pemerintah Kabupaten Probolinggo (waktu itu kami melalui jalur Probolinggo). Harga tiket sebesar itu khusus untuk wisatawan lokal, sedangkan untuk wisatawan asing sekitar Rp 75 ribu per orang.

Sebenarnya mahal dan tidaknya harga tiket masuk objek wisata tergantung dari apa yang kita dapatkan di tempat wisata tersebut. Sedangkan bagi kami, harga tiket sebesar itu cukup pantas dengan apa yang kita peroleh dan nikmati di sana. Jangan lupa bila berkunjung ke Gunung Bromo, mampir juga di Air Terjun Madakaripura yang eksotik.

Perpustakaan Bung Karno Blitar

12:43 PM
Perpustakaan Bung Karno Blitar. Di Bawah Bendera Revolusi, Sarinah, Indonesia Menggugat dan Mencapai Indonesia Merdeka merupakan sedikit dari buku-buku karyanya yang sempat dilarang terbit. Tidak ada yang berkenan jika hasil guratan pena pemilik 26 gelar Doktorandus Kausal itu hilang dimakan masa. 

Ada harapan yang menginginkan pemikiran Presiden pertama republik ini menular kepada generasi-generasi penerusnya. Dan di sini, di 'bunker' yang berada tepat di selatan tempat peristirahatannya, karya-karya itu masih dijaga rapi. 

'Bunker' itu adalah Perpustakaan Bung Karno yang terletak di Jalan Kalasan, Blitar. Berdiri di lahan seluas 2 hektar, bangunan ini sengaja dibangun di atas tanah yang diturunkan sekitar 4 meter lebih rendah sehingga mirip bunker. Secara arsitektur bangunan ini terinspirasi oleh Candi Penataran di Nglegok, Kabupaten Blitar, yang merupakan punden. 

perpustakaan bung karno blitar
Perpustakaan Bung Karno
Secara filosofi, bangunan perpustakaan dan Makam Bung Karno ini adalah sebuah kesatuan, yaitu warisi api (pemikiran) dan warisi abu (makam). Sesuai filosofi Jawa, Purwo Madyo Wasono, kedua bangunan ini menggambarkan alur hidup manusia dari kandungan sampai lahir, bagaimana perannya dalam kehidupan, sampai dengan kembali ke rahmatullah. Perpustakaan ini hadir untuk menyimpan warisan kebaikan Bung Karno sehingga tinggi bangunannya pun tidak boleh lebih tinggi dari makam beliau.

perpustakaan bung karno pare
Pilar
Di sekitar perpustakaan yang diresmikan pada 3 Juli 2004 ini terdapat deretan pilar dengan ukiran besi tempa di atasnya. Masing-masing pilar tingginya 6 meter, itu menandai tanggal kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901, dan jumlahnya ada 21 buah menandakan tanggal wafatnya pada 21 Juni 1970.

perpustakaan bung karno blitar
Patung Bung Karno
Di tangga naik menuju makam terdapat 17 anak tangga, patung Bung Karno yang memangku buku yang beratnya 8 kuintal, panjang relief yang menggambarkan perjalanan hidup Bung Karno itu 45 meter, dan beratnya 45 ton. Angka-angka itu menandakan hari kemerdekaan Indonesia.

perpustakaan bung karno
17 anak tangga
Perpustakaan yang dikelola oleh perpustakaan nasional ini dibagi menjadi dua bangunan berbeda dan disambungkan oleh sebuah jembatan. Bangunan pertama untuk menyimpan koleksi sekitar 200 ribu buku umum. Sedangkan bangunan yang lain dipakai untuk menyimpan buku khusus karya Bung Karno dan benda-benda pribadinya seperti jas cokelat yang sering ia pakai menjalani tugas kepresidenan, koper kayu yang setia menemaninya menjalani pengasingan, sampai dengan uang-uang yang pernah ia miliki. Selain itu ada pula lukisan, foto, dan perangko yang mengabadikan citranya.

Perpustakaan yang dikunjungi rata-rata 1.500 orang perhari ini menyimpan 500 buku karya Bung Karno, buku yang pernah ia baca, kumpulan pidato, dan buku-buku yang membahas tentangnya. Buku-buku itu tersimpan dalam ruangan khusus. Tidak sembarangan orang boleh masuk. Berbeda dengan buku umum, koleksi buku Bung Karno tidak dipinjamkan dan hanya boleh dibaca di tempat.

Menjelajahi Masjid Agung An-Nur - Kediri

11:47 AM
Masjid Agung An-Nur - Pare, Kediri. Identitas Kediri sebagai kota dan kabupaten yang kental dengan budaya Islami tidak hanya tercermin melalui deretan pondok pesantren besar seperti Lirboyo, Bendo, Jampes, Al Falah Ploso, Darul Falah Pare dan yang lainnya. Jati diri tersebut juga tampak lewat sebuah bangunan besar yang bertengger di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri yaitu Masjid Agung An-Nur.

Masjid yang terletak di Jalan Panglima Sudirman ini mempunyai gaya arsitektur yang cukup menarik. Mungkin, anda yang melintas di depannya akan tergoda untuk sekadar menengokkan kepala. Betapa tidak, masjid yang berdiri di lahan seluas 4 hektar ini memiliki atap tajug dan joglo yang menyerupai piramid. Selain itu, di halamannya juga terdapat kolam besar beserta deretan belasan pilar yang membentuk kesan mirip Taj Mahal di India.

masjid agung an-nur kediri
Masjid Agung An-Nur
Konon, bangunan beratap tajug dan joglo ini banyak ditemui pada bangunan-bangunan di masa Kerajaan Kahuripan dan Doho. Atap tajug itu berada di bangunan utama masjid, sedangkan atap joglo terdapat di terasnya. Dalam arsitektur tradisional jawa, biasanya atap tajug atau joglo ditopang oleh empat soko guru.

Pada masjid An-Nur, masing-masing soko guru terdiri dari empat pilar. Keempatnya disatukan oleh beton balok yang saling mengikat dan bersilangan bertemu di tengah. Pertemuan itu menjulang agak ke atas sehingga mirip bangun limas. Hal itu menyimbolkan adanya satu tujuan dalam beribadah, yakni kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

masjid agung an-nur kediri
Kolam
Selain itu, jika ditengok dari dalam, atap tajug yang menjulang ke langit itu disempurnakan dengan konstruksi space frame yang mengikuti arah kemiringan atap, sengaja tidak ditutupi dengan plafon. Hal ini juga menyiratkan makna adanya satu tujuan yang sama. Sehingga menampilkan kesan yang luas. Sangat kontras jika dibandingkan dengan ke-34 pilar - termasuk 16 soko guru - yang menopang bangunan masjid.

Di sisi lain, ikon khas yang terdapat di masjid yang dibangun dengan biaya hampir Rp 20 milyar ini adalah 12 kolom berbentuk tabung yang berisi tangga untuk sirkulasi penghubung antara lantai dasar, satu, dan dua. Rancangan tersebut terinspirasi dari konsep yang dibawakan John Portman, arsitek asal Amerika Serikat. Tangga tersebut sengaja dibentuk spiral dengan tujuan untuk memberikan proporsi yang sesuai.

masjid an-nur kediri
Dinding Kaca
Selain itu, di lantai satu, ruang utama masjid hanya ditutupi dengan dinding kaca di seluruh penjurunya. Hal itu dimaksudkan untuk memberi kesan bebas kepada para jamaah dari dalam masjid yang ingin melihat taman yang terhampar di luar.

masjid agung an-nur pare
Sudut lain
Karena keunikannya itu, masjid yang mulai dibangun pada 1996 ini sempat meraih penghargaan juara pertama Sayembara Internasional untuk kategori Perancangan Arsitektural Masjid, termasuk pemanfaatan teknologi modern dalam arsitektur masjid. Penghargaan ini diberikan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia dalam rangka memperingati 100 tahun berdirinya Kerajaan Saudi, akhir Januari 1999 silam.

Setiap harinya, keberadaan masjid yang namanya diambil dari Kyai Nurwahid, pejuang Islam terkenal di Pare ini tidak hanya digunakan sebagai sarana ibadah, tetapi juga untuk tempat belajar dan bersantai oleh masyarakat sekitar dan pelajar Kampung Inggris, Desa Tulung Rejo, Pare, yang kebetulan jarak keduanya tak lebih dari 1 kilometer.

Mengusir Sendu Di Kesunyian Ranu Klakah, Lumajang

11:01 AM
Danau - Ranu Klakah Lumajang. Di penghujung musim penghujan mendung masih sesekali datang. Seolah hendak mengucap kata perpisahan, tak segan ia membungkus kesunyian Ranu Klakah. Guntur bergemuruh di atas awan. Tidak ada kilat ataupun setitik air yang memecah ketenangan ranu. sore sendu itu hujan tak jadi turun. Duh puitis banget kalimatnya.

Di danau yang terletak di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang ini, sendu hati tak akan betah berlama-lama bergelayut. Ia segera terusir oleh panorama ranu yang mengalihkan dunia. Udara segar, hamparan air tenang, desis angin yang sejuk membuai, lanskap Gunung Lamongan dengan ketinggian 1.668 meter dpl, dan geliat nelayan lokal yang penuh semangat menebar jala, menciptakan harmoni alam yang indah tanpa sedikitpun mengganggu kesunyiannya.

ranu klakah
Berlatar Gunung Lamongan
Selain berteman dengan kesunyian, di sini wisatawan juga dapat joging atau jalan santai di jalan beraspal di tepian danau, menikmati sarana permainan anak, berperahu, dan bahkan memancing. Di sini juga tersedia kamar penginapan dan beberapa warung yang menjual ikan hasil tangkapan nelayan Ranu Klakah.

ranu klakah
Keramba
Berada di ketinggian 900 meter dpl, danau ini memiliki kedalaman sekitar 28 meter. Selain nelayan penebar jala, di atasnya juga terapung deretan keramba yang sengaja dipetak-petak, sifatnya seperti tambak buatan. Dibuat menggunakan jaring yang dikaitkan pada empat sudutnya dengan tong atau tabung plastik. Kesemuanya dirakit dengan bambu-bambu di atasnya yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antar petak kolam. Di sudut tertentu dibuat rumah bambu kecil untuk berteduh. Di dalam kolam-kolamnya dibudidayakan ikan nila, mujair, dan tombro.

Fasilitas Penunjang

Jika ingin berkunjung ke sini, setiap wisatawan dipungut tarif masuk Rp 3.000 saja. Menurut masyarakat setempat kondisi alami seperti ini memang sengaja dipertahankan. Meski sedikit banyak sudah ada, namun kelengkapan sarana dan prasarana bagi wisatawan pun bisa dibilang kurang. Misalnya, di salah satu sudut ranu sudah disediakan tempat bermain anak, tempat duduk untuk bersantai, dan gardu pandang. 

danau klakah
Perahu Motor
Selain itu ada juga motor boat yang bisa disewa untuk maksimal 10 orang dengan biaya Rp 80 ribu. Untuk yang suka olah raga air yang lebih menantang, ada dua jet ski yang disewakan dengan biaya Rp 30 ribu. Dan pengunjung yang ingin lebih nyaman bersantai di atas perahu, disediakan perahu bebek dengan biaya sewa Rp 10 ribu.

Namun bila dilihat dari bentuk ranu yang melingkar, mestinya ada jalur yang memudahkan pengunjung untuk menikmati tiap bagian dari ranu. Sayangnya disini jalan beraspal hanya sekitar seperempat saja. Sehingga kita bisa memandangnya hanya dari satu sudut saja.

ranu klakah
Bersantai
Ranu yang luasnya 22 hektar ini terletak di utara Lumajang, dengan jarak tempuh 18 kilometer dari kota atau hanya 2 kilometer ke arah timur dari Kecamatan Klakah. Panoramanya yang khas bisa dijadikan sebagai alternatif tujuan wisata bila mengunjungi Bali melewati Kabupaten Lumajang.

Tak jauh dari Ranu Klakah, sekitar 100 meter ke arah utara, pengunjung juga dapat mampir ke Ranu Pakis, objek wisata sejenis yang lebih luas dari Ranu Klakah. Selain itu ada pula Ranu Bedali yang terletak di Kecamatan Ranuyoso atau 7 kilometer dari Ranu Klakah. Ketiga danau ini merupakan kesatuan objek wisata yang sering disebut Segitiga Ranu.

Gunung Bromo, Lebih Dari Sekadar Sunrise

10:16 PM
Gunung Bromo. Objek wisata yang berada di Jawa Timur ini memang sudah sangat terkenal seantero nusantara bahkan wisatawan mancanegara pun tak pernah sepi berada di Gunung Bromo ini. Pesonanya yang begitu mengagumkan membuat siapa saja akan kembali ke tempat ini seperti yang aku alami. 

Memang mayoritas wisatawan mengunjungi Gunung Bromo dengan tujuan utama menyaksikan pemandangan matahari terbit atau sunrise, baik di Gunung Bromo itu sendiri maupun di Puncak Pananjakan. Namun bagiku, Gunung Bromo tidak sekadar sunrise saja, banyak keindahan lain yang ada disana, seperti kawah Bromo, Gunung Batok, pemandangan gugusan pegunungan (Semeru, Bromo, Batok), lautan pasir, kabut tebal dan masih banyak lainnya.

gunung bromo
Gunung Batok
Gunung Bromo yang terletak di empat kabupaten yaitu Pasuruan, Probolinggo, Malang, dan Lumajang ini bisa ditempuh melalui 3 jalur yaitu melalui Malang, Pasuruan, dan Probolinggo. Jalur paling mudah adalah jalur Probolinggo. Selain paling mudah, anda bisa mampir di air terjun Madakaripura yang sangat eksotik dan wajib untuk dikunjungi.

Perjalanan ke Gunung Bromo dari Surabaya melalui Probolinggo dapat ditempuh selama 3 jam. Dari kecamatan Tongas, Probolinggo terdapat petunjuk di sebelah kiri jalan bertuliskan "Bromo - 33 km", anda tinggal belok kanan mengikuti petunjuk itu. Dari pertigaan tersebut, perjalanan masih 1 - 1,5 jam lagi menuju pintu masuk Gunung Bromo.

Jalanan yang terjal dan berkelok-kelok menjadi tantangan tersendiri bagi kita apalagi kalau kita menggunakan motor. Ditambah lagi pemandangan ladang-ladang penduduk sekitar yang terletak ditebing-tebing bukit di kemiringan yang cukup ekstrim membuat kita lebih menikmati perjalanan ini.

Sampai di loket pintu masuk, pengunjung harus membayar sebesar Rp 27.000 (motor + 2 pengunjung), dengan rincian tiket masuk Rp 10 ribu perorang, Rp 2 ribu untuk pemkab Probolinggo, dan Rp 3 ribu biaya motor. Harga tiket tersebut update tanggal 1 Juni 2013, karena mengalami kenaikan dari harga awal sekitar Rp 15 ribu (motor + 2 pengunjung).

Tak jauh dari loket, terdapat sebuah tempat yang sengaja dibangun untuk wisatawan menyaksikan keindahan Gunung Bromo dan Gunung Batok. Di tempat ini terdapat beberapa pedagang bakso dan makanan lainnya. Selain itu ada juga penjual souvenir khas Gunung Bromo seperti syal, kupluk, dan sarung tangan.

gunung bromo
Homestay Putra Bromo
Bila anda berencana menginap di Bromo, sebaiknya anda memilih penginapan model homestay dengan harga sekitar Rp 200 ribu per malam, dengan 2 buah kamar beserta ruang tamu dan fasilitas tv. Salah satu homestay yang cukup bagus dengan harga diatas adalah Homestay Putra Bromo yang letaknya dekat dengan pintu masuk Bromo di desa Ngadisari. Bila tertarik bisa menghubungi si pemilik, Pak Nyoto di 085236853847.

sunrise di gunung bromo
Pananjakan 1
Untuk melihat sunrise, sobat bisa menyewa Jeep dengan harga Rp 400 ribu per Jeep dengan penumpang maksimal 6 orang. Pengunjung akan diantar sampai ke Puncak Pananjakan 1 untuk melihat sunrise, setelah itu ke Gunung Bromo melalui lautan pasir.

Namun bila motor yang anda gunakan kuat tanjakan, bisa juga menggunakan motor saja. Namun menurut pengalamanku, hanya motor sport dan trail saja yang mampu menaklukkan jalan ke Pananjakan tersebut. Sebenarnya motor bebek atau pun matic masih mampu naik bila tidak berboncengan.

bromo
Pananjakan 2
Sampai di puncak Pananjakan, terdapat dua spot menarik yaitu panorama sunrise itu sendiri dan pemandangan Gunung Semeru, Bromo, dan Batok yang berpadu menjadi satu menjadi suatu tontonan yang sangat menakjubkan.

Setelah puas menikmati semuanya, kita bisa menuju ke Gunung Bromo melalui lautan pasir. Sampai di tempat parkir kendaraan, kita harus jalan kaki melalui jalan berupa pasir sebelum menemui sebuah tangga menuju kawah. Bagi yang tidak kuat bisa menyewa jasa kuda dengan harga yang bisa ditawar. Aku pernah naik kuda dengan harga Rp 15 ribu saja, jadi pintar-pintar menawar, karena harga yang ditawarkan bisa sampai Rp 60 ribu.

gunung bromo
Anak Tangga
Sebelum sampai di kawah kita harus menaiki tangga yang katanya berjumlah 150 buah anak tangga, aku sendiri tak sempat menghitungnya karena repot mengatur nafas yang ngos-ngosan. Setelah kurang lebih 15 menit "mendaki" tangga tersebut, akhirnya sampai juga di bibir kawah gunung Bromo yang sekitarnya dipasangi pagar beton demi keamanan pengunjung.

gunung bromo
Asap Belerang
Sebenarnya bentuk Gunung Bromo biasa saja, dibanding dengan Gunung Batok yang berada di sebelahnya yang memiliki bentuk lebih "sempurna" layaknya sebuah gunung. Kawah gunung Bromo selalu mengepulkan asap belerang yang cukup tebal.

gunung bromo
Kabut
Pemandangan semakin menarik bila ada kabut tebal yang menyelimuti lautan pasir yang berada di lereng Bromo. Gunung Bromo tak pernah sepi oleh pengunjung baik domestik maupun asing meskipun pada hari biasa. Jujur saja, aku sudah dua kali ke Bromo, namun hati ini ingin selalu kembali kesana, menyaksikan keagungan ciptaan Sang Maha Kuasa. Memang Gunung Bromo lebih dari sekadar sunrise.


Mencari Jejak Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura

10:00 AM
Air Terjun Madakaripura. Sebenarnya aku sudah pernah memposting artikel tentang air terjun yang satu ini, tapi rasanya ingin mengenalkan lagi keindahan air terjun yang terletak di Kabupaten Probolinggo ini. Kebetulan beberapa waktu lalu, aku berkunjung ke air terjun setinggi kurang lebih 200 meter ini.

Perjalanan dimulai dari Kota Surabaya menyusuri beberapa kabupaten seperti Sidoarjo, Bangil, dan Pasuruan. Sekitar 3 jam perjalanan dari Surabaya akhirnya aku sampai juga di sebuah persimpangan dimana kalau lurus menuju objek wisata Gunung Bromo, dan kalau ke kiri menuju Air Terjun Madakaripura, aku pun belok ke air terjun Madakaripura, meskipun nanti menuju ke Gunung Bromo juga.

Dari pertigaan tersebut menuju loket pembayaran memerlukan waktu sekitar 15 menit. Di sepanjang jalan yang berliku-liku, terdapat kotak-kotak kayu milik warga yang ternyata digunakan untuk beternak madu. Kotak-kotak tersebut selalu dijaga oleh pemiliknya. Membayangkan menikmati madu asli langsung dari peternakan enak kali ya.

Jalan menuju ke Air Terjun Madakaripura berupa jalan berkelok-kelok dan naik turun bukit dengan lebar jalan yang cukup sempit, jadi butuh kehati-hatian dalam berkendara terlebih lagi bila musim hujan tiba. 

air terjun madakaripura
Area Parkir
Setelah membayar tarif masuk sebesar Rp 3.000 per orang, aku pun sampai ke tempat parkir, dan ternyata area parkir kendaraan ramai sekali dengan motor maupun mobil yang parkir padahal selama perjalanan tadi jarang sekali aku melihat motor ataupun mobil yang melintas hanya penduduk setempat yang lalu lalang dengan segala keperluan mereka.

Di area parkir banyak warung penjual makanan yang berjejer rapi di sebelah kanan, dan beberapa penjual souvenir berupa kaos, celana pendek, celana panjang dan lain-lain. Dari tempat parkir untuk menuju air terjun ternyata masih cukup jauh dan itu pun harus dilalui dengan menyusuri aliran sungai yang penuh dengan batu-batu besar yang menghiasinya. 

Perjalanan menyusuri aliran sungai benar-benar melelahkan, kita harus berjalan pelan dan sekali-kali meloncat dari batu satu ke batu lain dengan resiko tergelincir. Memang tak semua jalan yang kita lalui berupa sungai, ada jalan yang cukup bagus yang sengaja dibangun untuk memudahkan pengunjung ke air terjun. Di tengah jalan yang bagus itu, terdapat batu besar yang menghalangi hampir seluruh jalan sehingga bila ingin melaluinya harus berjalan menyamping sambil berpegangan pada batu tersebut.

air terjun madakaripura
"Hujan" lokal
Sekitar 15 menit dalm pejalanan yang cukup melelahkan, aku pun sampai di lokasi air terjunnya namun air terjun utama belum terlihat. Disini banyak penjual kantong plastik dan jas hujan ekonomis yang menawarkan barang dagangannya ke para pengunjung. 

Ada baiknya bila sobat mengunjungi air terjun ini membawa kantong plastik untuk melindungi barang-barang penting seperti tas, hp, dari "hujan" yang disebabkan oleh air yang turun dari atas bukit di sela-sela dindingnya. Memang bila kita ingin melihat air terjun utama, kita harus rela berbasah-basahan dulu.

air terjun madakaripura
Narsis
Aku pun sempat berfoto-foto diatas batu besar dengan latar air terjun dari kejauhan. Tantangan tidak berhenti sampai disini, untuk menuju air terjun utama dan paling besar kita harus "merayap" dengan berjalan menyamping dan berpegangan di dinding karang yang hanya bisa dilalui dengan satu arah/bergantian. Disini dibutuhkan kehati-hatian ekstra tinggi bila tak mau jatuh di kolam penampungan yang cukup dalam.

air terjun madakaripura
Madakaripura
Setelah melewati jalur "neraka" yang hanya sepanjang 15 meter itu, kita akan melihat kemegahan dari Air Terjun Madakaripura. Jerih payah dan rasa lelah hilang seketika melihat Air Terjun Madakaripura. Air terjun ini seperti berada di sebuah sumur raksasa bila dilihat dari langit. Di balik air yang jatuh tersebut terdapat sebuah rongga/goa yang dipercaya digunakan oleh Patih Gajah Mada untuk bersemedi.

Disana terlihat tidak ada pengunjung yang menceburkan diri ke kolam penampungan di bawah air terjun, mungkin karena airnya yang agak keruh atau mungkin airnya cukup dalam, aku sendiri tidak tahu. Setelah puas menikmati keindahan air terjun Madakaripura dan berfoto-foto ria akhirnya aku memutuskan kembali ke tempat parkir dan melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo.

Tips ke Air Terjun Madakaripura :
  • Siapkan baju ganti, pakaian dalam, dan handuk, karena pasti badan sobat akan basah kuyup disana.
  • Siapkan kantong plastik yang cukup
  • Sampaikan pada tukang parkir agar tidak usah mencucikan motor, karena nanti kalau pulang ditarik biaya (sukarela).
  • Pakailah pakaian yang nyaman seperti celana pendek, kaos oblong dan sandal/sepatu.
  • Bila ada yang menawarkan jasa pemandu, tolak dengan cara halus namun bila sobat mempunyai dana lebih juga tidak ada salahnya menggunakannya.
  • Harga makanan/gorengan di sekitar area parkir lebih mahal dibanding di area air terjun, silakan pilih yang mana.
  • Bila ingin berbelanja pakaian disana, pintar-pintarlah menawar hingga separuh harga. 

Legenda Gunung Bromo - Suku Tengger

9:31 AM
Legenda, Cerita, dan Asal Usul Gunung Bromo - Suku Tengger (Roro Anteng dan Joko Seger). Dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri di sebuah dusun. Suatu hari, sang istri melahirkan anak perempuan yang sangat lucu, anehnya waktu dilahirkan, bayi tersebut tidak menangis, sehingga bayi tersebut diberi nama Roro Anteng ("anteng" dalam bahasa Jawa berarti tenang/diam).

Di waktu bersamaan, di sebuah keluarga yang lain, dilahirkan pula seorang anak laki-laki yang sangat sehat dan montok dan diberi nama Joko Seger. Waktu berlalu, Roro Anteng tumbuh menjadi gadis yang cantik yang membuat kagum seluruh pemuda kala itu.

Kecantikan Roro Anteng terdengar sampai ke telinga Kiai Bima, seseorang yang sakti mandraguna. Kiai Bima pun mendatangi Roro Anteng dan hendak untuk menikahinya. Bila permintaannya tidak dituruti, dia akan membuat bencana pada dusunnya. Akhirnya Roro Anteng dengan berat hati bersedia untuk dinikahi, namun dengan satu syarat, yaitu Kiai Bima harus membuatkan danau dalam waktu satu malam saja.

legenda gunung bromo suku tengger
Gunung Bromo
Syarat dari Roro Anteng pun disanggupi oleh Kiai Bima. Dengan menggunakan batok kelapa, Kiai Bima mengeruk tanah untuk dijadikan danau. Karena kesaktiannya, dalam waktu singkat, danau tersebut terlihat akan selesai dibuatnya. Melihat hal itu, Roro Anteng kuatir, akhirnya dia punya ide. Dia memukul-mukul alu agar seolah-olah hari sudah pagi dan terdengar oleh ayam sehingga ayam pun berkokok.

Ide Roro Anteng berhasil, mendengar ayam berkokok, Kiai Bima mengira sudah fajar dan dia tidak mampu memenuhi syarat dari Roro Anteng. Akhirnya dia membanting batok kelapa itu dan meninggalkannya. Batok kelapa tersebut sekarang menjadi Gunung Batok yang berada di sebelah Gunung Bromo. Bekas galiannya menjadi Segara Wedi atau lautan pasir yang bisa dilihat sampai sekarang.

Roro Anteng pun akhirnya bertemu dengan Joko Seger, dan mereka berdua menikah. Pernikahan berjalan beberapa lama, namun tidak jua dikaruniai seorang anak. Akhirnya Joko Seger berdoa pada Dewa, bila dikaruniai anak, dia bersedia mengorbankan salah satu anaknya.

Doa Joko Seger ternyata didengarkan, mereka pun akhirnya dikaruniai beberapa anak. Setelah anak-anak mereka tumbuh dewasa, Joko Seger melupakan janjinya. Ketika sedang tertidur, dia mendapat bisikan agar memenuhi janjinya untuk mengorbankan salah satu anaknya.

Akhirnya hal itu disampaikan kepada anak-anaknya. Joko Seger sebenarnya tidak rela mengorbankan anaknya, namun bila janji tersebut tidak dipenuhi, akan terjadi bencana yang melanda dusun mereka. Akhirnya salah satu dari anak mereka dengan ikhlas bersedia dikorbankan.

Hari yang ditunggu telah tiba. Keluarga Joko Seger pun menuju ke kawah Gunung Bromo serta membawa beraneka hasil bumi untuk sesajen. Salah satu anak dari Joko Seger yang dikorbankan pun telah siap dan akhirnya anak tersebut menerjunkan diri ke kawah Gunung Bromo tersebut.

Setelah janji Joko Seger dipenuhi, mereka akhirnya hidup bahagia di sekitar Gunung Bromo. Keturunan mereka sekarang bernama Suku Tengger, perpaduan antara Roro Anteng dan Joko Seger. Prosesi pengorbanan anak Joko Seger pun masih bisa kita saksikan sampai sekarang.

Pada bulan purnama tanggal 14 atau 15 bulan Kasodo menurut penanggalan Jawa, dilakukan upacara Kasodo, yang disana juga terdapat prosesi pelemparan sesajen ke kawah Gunung Bromo. Demikian Legenda Gunung Bromo dan Suku Tengger, semoga bermanfaat.

Tips Liburan Murah Ke Gunung Bromo

10:48 AM
Tips liburan murah ke Gunung Bromo. Siapa yang tidak kenal Gunung Bromo? Memang gunung yang satu ini memiliki keindahan panorama alam yang sangat mempesona. Gunung yang terletak di empat kabupaten yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang ini sudah sangat terkenal baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Sebagian orang beranggapan bahwa untuk berwisata di Gunung Bromo kita harus mengeluarkan dana yang cukup besar. Anggapan itu bagi saya tidak sepenuhnya benar, karena bila kita mengerti yang sesungguhnya, wisata Gunung Bromo ternyata sangatlah murah dan tidak semahal yang orang bayangkan.

tips liburan murah ke gunung bromo
Gunung Bromo

1. Pilih penginapan yang berjenis homestay. Penginapan jenis ini banyak kita jumpai di dekat pintu masuk tempat wisata Bromo (sekitar 50 - 100 meter). Harga homestay lebih murah dari hotel yaitu berkisar 200 - 300 ribu permalam dengan fasilitas 2 kamar tidur ditambah extra bed 2 buah yang berada di ruang tamu dan ruang tv. Homestay ini sangat cocok bagi anda yang akan berlibur beramai-ramai.

2Hindari memilih penginapan yang letaknya jauh dari pintu masuk. Selain karena harus mengeluarkan ongkos lagi untuk menuju ke tempat wisata, kita harus mengejar waktu saat matahari terbit, dan itu sangat menyusahkan.

3. Pandai - pandai menawar jasa yang ada di Bromo seperti ojek motor, Jeep, naik kuda, dan lain-lain. Saran saya gunakan jasa ojek motor untuk menuju pura yang berada di lautan pasir. Biasanya tarif ojek dari pintu masuk ke pura sebesar Rp 10 ribu per orang. Kalau naik kuda lebih mahal lagi. Bisa juga ramai-ramai menyewa jasa mobil jenis hardtop atau jeep dengan ongkos tak lebih dari Rp 100 ribu.

4. Bila tak membawa perlengkapan, belilah perlengkapan seperti sarung tangan, kaos kaki, shal, tutup kepala/kupluk di counter yang letaknya berada di sekitar terminal, tidak jauh dari pintu masuk karena harganya lebih murah daripada yang dijajahkan oleh pedagang asongan.

Berikut daftar harga di Gunung Bromo (update Mei 2013) :
  • Hotel : Rp 400 - 500 ribu per kamar per malam
  • Homestay : Rp 200 - 300 ribu per rumah per malam
  • Tiket masuk : Rp 7.500 per orang
  • Ojek motor : Rp 10.000 per orang (pintu masuk sampai pura)
  • Jeep : Rp 100.000 per mobil
  • Naik Kuda : Rp 25 ribu - 40 ribu per orang (pintu masuk / terminal sampai pura)
  • Sarung tangan : Rp 3000 per pasang
  • Kupluk : Rp 8 ribu
  • Kaos kaki : Rp 7 ribu
  • Shal : Rp 7 - 15 ribu

Semoga artikel tentang tips liburan murah ke Gunung Bromo ini bisa menjadi referensi anda menyambut masa liburan yang segera datang. 

5 Wisata Pantai Di Malang Yang Wajib Dikunjungi

5:42 PM
Daftar Nama Pantai Di Malang. Malang merupakan salah satu kota wisata di Jawa Timur yang paling Populer. Mayoritas penduduk Jawa Timur menghabiskan liburannya ke kota maupun kabupaten Malang, baik di tempat-tempat rekreasi seperti Jatim Park 1 dan Jatim Park 2, Sengkaling, Batu Night Spectacular atau di lokasi wisata alam seperti pantai dan air terjun.

Kali ini Bali Backpacker akan membahas beberapa objek wisata pantai di kabupaten Malang yang wajib dikunjungi. Malang memang berada di dataran tinggi, namun hal itu tidak membuat kota ini tak memiliki objek wisata berupa pantai yang cantik. Tercatat ada beberapa nama pantai yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah di Jawa Timur.



wisata pantai di malang
Pantai Balekambang
Pantai Balekambang terletak di pesisir selatan kabupaten Malang. Pantai ini merupakan paling terkenal di Malang. Bila dari pusat kota Malang, Pantai Balekambang bisa ditempuh selama 1 - 1,5 jam perjalanan. Pantai ini memiliki pasir pantai yang putih bersih yang membentang sejauh 2 kilometer.

Yang unik di pantai ini adalah adanya sebuah pura yang berada di atas batu karang di seberang pantai yang dihubungkan oleh sebuah jembatan yang panjangnya sekitar 100 meter. Di pura ini rutin diadakan upacara adat pada tiap tahunnya.

2. Pantai Ngliyep

daftar pantai di malang
Pantai Ngliyep
Pantai Ngliyep terletak di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, sekitar 62 kilometer dari kota Malang. Letaknya tak terlalu jauh dengan Pantai Balekambang. Pantai ini memiliki pasir pantai berwarna putih kecoklatan dan ombak yang cukup besar. Jadi bila berenang di pantai ini harap berhati-hati.

Untuk masuk di lokasi pantai, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 5 ribu per orang. Jika berlibur ke pantai ini lebih baik pada siang atau sore hari karena pemandangan sunset atau matahari terbenamnya sangat indah.

3. Pantai Sendang Biru

daftar nama pantai di malang
Pantai Sendang Biru
Pantai Sendang Biru terletak di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sumber Manjing, Kabupaten Malang. Pantai ini bisa ditempuh selama kurang lebih 2 jam perjalanan dari Kota Malang. Perjalanan menuju pantai ini  lumayan menguras tenaga karena jalur yang dilalui harus melewati perbukitan yang berkelok-kelok dan terjal.

Tiket masuk ke pantai ini sebesar Rp 6 ribu per orang. Ciri khas dari Pantai Sendang Biru ini adalah adanya deretan perahu nelayan yang sedang bersandar di tepi pantai. Di sekitar pantai juga terdapat tempat pelelangan ikan dengan harga yang pastinya lebih murah dari harga di pasar.

4. Pantai Segara Anakan, Pulau Sempu

wisata pantai di malang
Pantai Segara Anakan, Pulau Sempu
Pantai ini letaknya terpisah dari Pulau Jawa. Pantai Segara Anakan merupakan pantai indah yang dikelilingi oleh perbukitan dan batu karang yang berada di Pulau Sempu. Pulau Sempu sendiri letaknya persis di seberang Pantai Sendang Biru.

Untuk menuju ke Pantai Segara Anakan, kita harus menyeberang melalui pantai Sendang Biru menggunakan perahu nelayan selama 15 menit. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menembus hutan selama 1 jam. Ongkos untuk menyeberang Rp 100 ribu per perahu yang bisa diisi maksimal 10 orang.

Pantai Segara Anakan di Pulau Sempu ini memiliki keindahan alam yang tiada duanya. Menurutku ini adalah pantai terindah yang pernah aku singgahi. Berbeda dengan pantai pada umumnya dengan pemandangan laut lepas, Pantai Segara Anakan ini terpisah dengan laut, dengan pasir pantai yang putih, bersih dan sangat terang.

5. Pantai Goa Cina

wisata pantai di malang
Pantai Goa Cina
Nama pantai ini mungkin terasa asing di telinga. Pantai Goa Cina terletak tidak jauh dari Pantai Sendang Biru. Bila kita menuju ke pantai Sendang Biru, di pertigaan terakhir, bila lurus ke arah Sendang Biru, dan kalau belok kanan itulah arah menuju Pantai Goa Cina.

Dinamakan Pantai Goa Cina karena terdapat sebuah goa yang berada di sebuah bukit di sekitar pantai tersebut yang konon goa itu dijadikan tempat persembunyian sepasang suami istri dari Cina.

Di seberang pantai terdapat batu-batu karang besar yang berdiri kokoh seperti menghiasi bibir pantai yang begitu indah. Pasir pantainya yang putih bersih berpadu dengan deburan ombak yang cukup besar membuat liburan sobat di pantai yang masih perawan ini semakin indah.

Pesona Pantai Pangi, Blitar

3:53 AM
Wisata Pantai Pangi, Blitar. Pantai indah ini berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota Blitar dan bisa ditempuh selama 1,5 jam perjalanan. Di pintu masuk Pantai Pangi tepatnya di Dusun Krajan, Desa Tumpakkepuh ini semua kendaraan harus berhenti.

Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter. Setiap pengunjung tidak perlu membayar tiket atau biaya retribusi untuk memasuki kawasan pantai ini. Di sana hanya ada warga sekitar yang mendirikan gubuk-gubuk kecil yang disulap menjadi tempat parkir kendaraan dan beberapa warung. Terkadang, selain disinggahi pengunjung, warung itu juga dipakai nelayan lokal untuk melepas lelah.

Jalan setapak menuju pantai masih berupa hamparan tanah. Di kanan kiri terdapat ladang-ladang yang ditanami tebu ataupun jagung. Sekitar 10 meter dari tempat parkir, terdapat sungai muara yang melintang memutus jalan. 

pantai pangi blitar
Pantai Pangi
Tidak ada jembatan untuk menyeberangi sungai itu. Namun kondisi sungai yang tidak terlalu lebar, hanya sekitar 10 meter, dan arusnya yang tenang, membuat setiap orang tidak kesusahan melintasinya. Selain itu, di sana ada pula bebatuan yang sengaja ditata menyerupai jalan untuk jalur penghubung tepian sungai.

pantai indah di blitar
Pantai Pangi
Setelah melibas hadangan sungai, pengunjung akan melewati hamparan ladang jagung yang luas. Jika musim kemarau tiba, kadangkala warga sekitar menanaminya dengan tebu. Aroma pantai semakin dekat. Hembusan angin samudera menderu-deru di telinga. Akhirnya sampai juga di pasir pantai kecokelatan yang bersih.

Kondisi geologis Pantai Pangi terbilang unik. Bentuknya mirip cekungan. Garis pantai sepanjang lebih kurang 1 kilometer menjorok ke daratan. Di kanan dan kirinya terdapat bukit dan tebing tinggi yang mengelilingi pantai tersebut. 

pantai pangi
Jalan Setapak
Meskipun berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, namun bukit-bukit itu menjadi tembok alami yang memecah ganasnya ombak laut lepas. Hal ini membuat ombak Pantai Pangi bergulung rendah. Debur lirih ombak Pangi yang bersinergi dengan sinar matahari pagi merupakan perpaduan alam yang menenangkan.

Pada waktu pagi hari, belum banyak pengunjung yang singgah. Di sana hanya ada nelayan yang sedang bergotong-royong menyiapkan jala untuk melaut. Selain itu, ada pula nelayan yang baru saja pulang dari melaut.

Pantai yang terletak di sebelah barat Pantai Tambak Rejo ini juga mempunyai kondang atau telaga air payau. Di sana pengunjung dapat berendam atau sekadar membersihkan badan dari pasir pantai yang melekat di tubuh. Namun pengunjung harus hati-hati, sebab telaga ini memiliki kedalaman yang berbeda-beda dengan tanah berlumpur.

Pesona Air Terjun Dolo, Kediri Jawa Timur

6:26 PM
Objek Wisata Air Terjun Dolo. Kali ini aku akan berbag informasi mengenai sebuah objek wisata cantik yang ada di Kabupaten Kediri Jawa Timur. Air Terjun Dolo namanya. Air terjun ini merupakan air terjun terindah dibandingkan dengan air terjun yang ada di sekitarnya yaitu Air Terjun Irenggolo dan Air Terjun Parijoto.

Air Terjun Dolo terletak di dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kediri. Letaknya sekitar 25 kilometer dari pusat kota Kediri dan bisa ditempuh selama 45 menit saja. Bila berangkat dari Kota Surabaya, air terjun ini bisa ditempuh selama 3,5 jam dengan jarak tempuh 150 kilometer.

Lokasi air terjun ini berada di daerah pegunungan yaitu di Gunung Besuki (2.850 m) dengan ketinggian 1.800 meter dpl. Karena berada di dataran tinggi, maka pemandangan dan suasana di sekitar air terjun begitu indah dan segar.

wisata air terjun dolo
Air Terjun Dolo
Air Terjun Dolo memiliki beberapa tingkat. Tingkat paling tinggi mencapai 125 meter. Sedangkan tingkatan yang lain hanya 4 meter saja. Meskipun sangat tinggi, debit airnya tidak terlalu besar sehingga pengunjung bisa bermain air dan berenang di kolam penampungan dengan aman.

Namun perlu diingat bahwa suhu air di air terjun ini sangat dingin, sehingga membutuhkan ketahanan tubuh yang prima. Jangankan menceburkan tubuh ke air, berdiri di sekitar air terjun itu saja, suhu udaranya sangat dingin. Jadi jangan lupa membawa pakaian yang agak tebal bila berkunjung ke air terjun Dolo ini. 

air terjun dolo
Anak Tangga
Untuk menuju lokasi Air Terjun Dolo ini memang tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan ekstra keras yang menguras tenaga. Dari tempat parkir kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki menuruni anak tangga yang berjumlah ratusan buah.

Suara gemuruh air terjun seakan-akan memanggil siapa saja yang mendengarnya. Setelah 15 menit perjalanan menuruni tangga, akhirnya terlihat juga kemegahan air terjun Dolo. Untuk saran, bila mengunjungi air terjun ini lebih baik pada hari biasa, karena pada hari libur, lokasi air terjun ini dipadati oleh pengunjung sehingga kenyamanan akan sedikit berkurang.

air terjun dolo kediri
Indah
Untuk fasilitas sudah ada beberapa kantin atau warung makan dan musholla di sekitar air terjun. Tersedia juga fasilitas berupa jogging track dan hiking area. Disini juga terdapat camping ground untuk pengunjung yang ingin bermalam dengan mendirikan tenda.

Kalau ingin bermalam yang lebih nyaman, pengunjung bisa menginap di beberapa villa yang berada tidak jauh dari lokasi air terjun sekitar 4 kilometer. Bagaimana, ingin menikmati suasana alam di Air Terjun Dolo ini?.

Sengkaling, Taman Rekreasi Di Malang

11:36 PM
Taman Rekreasi Sengkaling. Malang, sebuah kota dan kabupaten di Jawa Timur ini memang memiliki beberapa objek wisata dan tempat rekreasi yang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat. Letaknya yang berada di dataran tinggi, membuat para investor berlomba-lomba membangun tempat rekreasi yang nyaman dan menghibur. Salah satunya adalah Sengkaling.

Sengkaling, salah satu tempat rekreasi di Malang yang bisa dijadikan tempat liburan sobat bersama keluarga dan anak-anak. Letaknya yang strategis dan mudah dijangkau membuat taman rekreasi ini selalu ramai pengunjung apalagi saat akhir pekan atau libur sekolah. 

sengkaling
Kolam Cumi-Cumi
Taman rekreasi Sengkaling terletak di Jalan Raya Mulyoagung No. 188, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Malang, sehingga sangat mudah sekali menuju ke lokasi wisata ini baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

taman rekreasi sengkaling
Istana Dimensi
Dahulu, Sengkaling pertama kali dibangun tahun 1950 oleh warga negara Belanda bernama Mr. Coolman, namun sejak 1975 pengelolaan taman rekreasi ini dipegang oleh PT Taman Bentoel, anak perusahaan rokok Bentoel Group.

sengkaling malang
Permainan Air
Meskipun tak selengkap tempat rekreasi lainnya seperti Jatim Park 1 dan Jatim Park 2, Sengkaling juga memiliki beberapa wahana permainan yang cukup menarik. Wahana permainan di Sengkaling di dominasi oleh wahana permainan air berupa kolam renang dan telaga buatan. Jadi sangat cocok bagi anak-anak yang cenderung suka bermain air.

Berikut daftar wahana permainan yang ada di Sengkaling :

  • Bumper Boat
  • Kolam Kapal Misteri
  • Kolam Pesona Primitif
  • Kolam Pesona Tirta Alam
  • Kolam Pesona Tirta Sari
  • Perahu Motor
  • Kolam Cumi-cumi
  • Sepeda Air
  • Go Kart
  • Flying Fox
  • Wahana Ikan
  • Kapal Misteri 
  • Kiddy Ride
  • Bioskop 4 Dimensi
  • Don-Don Car
  • ATV
  • Kiddy Train
  • Bom Bom Car
  • Marry Go Round
  • Kiddy Car
  • Kiddy Plane
  • Trampolin
  • Kincir Angin
  • Mini Trail
  • Goa Salju
  • Istana Dimensi
  • Taman Satwa
Disamping wahana permainan diatas, di Sengkaling juga terdapat beberapa fasilitas pendukung seperti :

  • Bougenville Room : hall yang berkapasitas 700 orang yang bisa disewa untuk kegiatan pernikahan, ulang tahun, dll.
  • Sarana kebugaran berupa ruang fitness
  • Palm Resto
  • Halaman parkir yang luas

Taman rekreasi ini dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 - 17.00 WIB. Untuk tiket masuk sebaiknya sobat membeli tiket terusan untuk anak-anak dengan harga Rp 25 ribu. Dengan tiket ini, pengunjung sudah bisa menikmati beberapa wahana seperti kolam pesona primitif, bom-bom car, perahu motor, kincir angin, merry go round, kiddy train, kiddy car dan kiddy plane.

sengkaling
Sepeda Air Di Telaga Buatan
Jangan lupa sebelum pulang, untuk belanja oleh-oleh di deretan kios di halaman parkir kendaraan yang menyediakan banyak sekali pilihan oleh-oleh untuk dibawa pulang. Barang seperti kripik buah, kripik tempe, cobek dari batu, peralatan dapur dari batok kelapa atau dari bambu bisa sobat beli dengan harga yang cukup terjangkau.

Jadikan Taman Rekreasi Sengkaling ini tujuan liburan sobat selanjutnya. Baca juga postingan tentang wisata malam Batu Night Spectacular (BNS).