Gunung Bromo, Lebih Dari Sekadar Sunrise

Gunung Bromo. Objek wisata yang berada di Jawa Timur ini memang sudah sangat terkenal seantero nusantara bahkan wisatawan mancanegara pun tak pernah sepi berada di Gunung Bromo ini. Pesonanya yang begitu mengagumkan membuat siapa saja akan kembali ke tempat ini seperti yang aku alami. 

Memang mayoritas wisatawan mengunjungi Gunung Bromo dengan tujuan utama menyaksikan pemandangan matahari terbit atau sunrise, baik di Gunung Bromo itu sendiri maupun di Puncak Pananjakan. Namun bagiku, Gunung Bromo tidak sekadar sunrise saja, banyak keindahan lain yang ada disana, seperti kawah Bromo, Gunung Batok, pemandangan gugusan pegunungan (Semeru, Bromo, Batok), lautan pasir, kabut tebal dan masih banyak lainnya.

gunung bromo
Gunung Batok
Gunung Bromo yang terletak di empat kabupaten yaitu Pasuruan, Probolinggo, Malang, dan Lumajang ini bisa ditempuh melalui 3 jalur yaitu melalui Malang, Pasuruan, dan Probolinggo. Jalur paling mudah adalah jalur Probolinggo. Selain paling mudah, anda bisa mampir di air terjun Madakaripura yang sangat eksotik dan wajib untuk dikunjungi.

Perjalanan ke Gunung Bromo dari Surabaya melalui Probolinggo dapat ditempuh selama 3 jam. Dari kecamatan Tongas, Probolinggo terdapat petunjuk di sebelah kiri jalan bertuliskan "Bromo - 33 km", anda tinggal belok kanan mengikuti petunjuk itu. Dari pertigaan tersebut, perjalanan masih 1 - 1,5 jam lagi menuju pintu masuk Gunung Bromo.

Jalanan yang terjal dan berkelok-kelok menjadi tantangan tersendiri bagi kita apalagi kalau kita menggunakan motor. Ditambah lagi pemandangan ladang-ladang penduduk sekitar yang terletak ditebing-tebing bukit di kemiringan yang cukup ekstrim membuat kita lebih menikmati perjalanan ini.

Sampai di loket pintu masuk, pengunjung harus membayar sebesar Rp 27.000 (motor + 2 pengunjung), dengan rincian tiket masuk Rp 10 ribu perorang, Rp 2 ribu untuk pemkab Probolinggo, dan Rp 3 ribu biaya motor. Harga tiket tersebut update tanggal 1 Juni 2013, karena mengalami kenaikan dari harga awal sekitar Rp 15 ribu (motor + 2 pengunjung).

Tak jauh dari loket, terdapat sebuah tempat yang sengaja dibangun untuk wisatawan menyaksikan keindahan Gunung Bromo dan Gunung Batok. Di tempat ini terdapat beberapa pedagang bakso dan makanan lainnya. Selain itu ada juga penjual souvenir khas Gunung Bromo seperti syal, kupluk, dan sarung tangan.

gunung bromo
Homestay Putra Bromo
Bila anda berencana menginap di Bromo, sebaiknya anda memilih penginapan model homestay dengan harga sekitar Rp 200 ribu per malam, dengan 2 buah kamar beserta ruang tamu dan fasilitas tv. Salah satu homestay yang cukup bagus dengan harga diatas adalah Homestay Putra Bromo yang letaknya dekat dengan pintu masuk Bromo di desa Ngadisari. Bila tertarik bisa menghubungi si pemilik, Pak Nyoto di 085236853847.

sunrise di gunung bromo
Pananjakan 1
Untuk melihat sunrise, sobat bisa menyewa Jeep dengan harga Rp 400 ribu per Jeep dengan penumpang maksimal 6 orang. Pengunjung akan diantar sampai ke Puncak Pananjakan 1 untuk melihat sunrise, setelah itu ke Gunung Bromo melalui lautan pasir.

Namun bila motor yang anda gunakan kuat tanjakan, bisa juga menggunakan motor saja. Namun menurut pengalamanku, hanya motor sport dan trail saja yang mampu menaklukkan jalan ke Pananjakan tersebut. Sebenarnya motor bebek atau pun matic masih mampu naik bila tidak berboncengan.

bromo
Pananjakan 2
Sampai di puncak Pananjakan, terdapat dua spot menarik yaitu panorama sunrise itu sendiri dan pemandangan Gunung Semeru, Bromo, dan Batok yang berpadu menjadi satu menjadi suatu tontonan yang sangat menakjubkan.

Setelah puas menikmati semuanya, kita bisa menuju ke Gunung Bromo melalui lautan pasir. Sampai di tempat parkir kendaraan, kita harus jalan kaki melalui jalan berupa pasir sebelum menemui sebuah tangga menuju kawah. Bagi yang tidak kuat bisa menyewa jasa kuda dengan harga yang bisa ditawar. Aku pernah naik kuda dengan harga Rp 15 ribu saja, jadi pintar-pintar menawar, karena harga yang ditawarkan bisa sampai Rp 60 ribu.

gunung bromo
Anak Tangga
Sebelum sampai di kawah kita harus menaiki tangga yang katanya berjumlah 150 buah anak tangga, aku sendiri tak sempat menghitungnya karena repot mengatur nafas yang ngos-ngosan. Setelah kurang lebih 15 menit "mendaki" tangga tersebut, akhirnya sampai juga di bibir kawah gunung Bromo yang sekitarnya dipasangi pagar beton demi keamanan pengunjung.

gunung bromo
Asap Belerang
Sebenarnya bentuk Gunung Bromo biasa saja, dibanding dengan Gunung Batok yang berada di sebelahnya yang memiliki bentuk lebih "sempurna" layaknya sebuah gunung. Kawah gunung Bromo selalu mengepulkan asap belerang yang cukup tebal.

gunung bromo
Kabut
Pemandangan semakin menarik bila ada kabut tebal yang menyelimuti lautan pasir yang berada di lereng Bromo. Gunung Bromo tak pernah sepi oleh pengunjung baik domestik maupun asing meskipun pada hari biasa. Jujur saja, aku sudah dua kali ke Bromo, namun hati ini ingin selalu kembali kesana, menyaksikan keagungan ciptaan Sang Maha Kuasa. Memang Gunung Bromo lebih dari sekadar sunrise.


Share :

Facebook Twitter Google+

6 Responses to "Gunung Bromo, Lebih Dari Sekadar Sunrise"

  1. subhanallah ... sungguh indah gunung bromo , tak dapat di ungkapkan , karena kami sekeluarga baru saja dari sana. rasanya ingin kesana lagi.

    ReplyDelete
  2. Aku mau ke penanjakan pke mtr bebek bisa nanjak gak yah..?

    ReplyDelete
  3. jadi pengen uji nyali :D kira2 motor tua masih bisa nanjak gak ya :D

    ReplyDelete