Showing posts with label Wisata Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Wisata Jawa Timur. Show all posts

Goa Akbar - Legenda Masa Lalu Di Tuban

11:59 AM
Goa Akbar. Terik mentari memapar Bumi Tuban, menemani setiap warganya melanjutkan aktivitas. Di Pasar Baru Tuban, riuh rendah percakapan antara penjual dan pembeli terus menggaung bagaikan orkestra kehidupan yang dinamis.

Namun, di tengah hiruk pikuk itu ada sebuah tempat yang menjanjikan ketenangan, kedamaian, keheningan, atau apapunlah namanya. Tepat di bawah tanah yang mereka pijak, tak lebih dari 10 meter dalamnya, ada sebuah goa yang dinding-dindingnya menyimpan rahasia masa lalu. Goa Akbar namanya, dialah saksi bisu segala kedigdayaan kota Seribu Goa tersebut.  

Goa Akbar memiliki luas 1 hektar dan mengandung kisah religi yang sangat tinggi. Diceritakan, dulu Sunan Bonang mengetahui goa ini atas ajakan Sunan Kalijaga yang saat itu masih dikenal sebagai Brandal Lokajaya.Goa Akbar dijadikan sebagai tempat tinggal Brandal Lokajaya setelah diusir oleh ayahnya, Wilotikto, Bupati Tuban ke-9.

legenda goa akbar
Goa Akbar
Ketika memasuki goa, Sunan Bonang terpesona dan seketika berucap "Allahu Akbar". Sejak itulah goa yang terletak di tengah Kota Tuban itu disebut Goa Akbar. Versi lain diceritakan, bahwa di sekitar goa banyak dijumpai pohon Abar. Masyarakat setempat kemudian menyebutnya Ngabar. Kata "Ngabar" berasal dari bahasa Jawa yang berarti latihan.

wisata goa akbar
Indah
Konon, goa ini pernah menjadi tempat latihan ilmu kanuragan prajurit Ronggolawe, yang ketika itu berencana mengadakan pemberontakan ke Kerajaan Majapahit. Pemberontakan itu disulut oleh ketidakpuasan Ronggolawe atas pelantikan Nambi sebagai Maha Patih Majapahit. Karena seringnya dijadikan tempat latihan, goa dan daerah sekitarnya dijuluki Ngabar, yang kemudian menjadi nama dusun yaitu Dusun Ngabar, Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding.

Dahulu, goa yang diperkirakan berusis 20 juta tahun ini sempat dilupakan dan menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Namun pada 1998, Pemkab Tuban berinisiatif membersihkan goa ini dan mengelolanya dengan baik.

goa akbar tuban
Pagar Steinless
Kini goa ini diisi berbagai fasilitas. Jauh dari perkiraan wisatawan tentang goa yang gelap dan berbau kotoran kelelawar, kini di dalam goa telah dibangun jalur dari paving block yang dibatasi oleh pagar steinless steel. Selain pagar pembatas, di lintasan sepanjang 1,2 kilometer itu tertempel larangan balik arah, agar pengunjung tidak sampai kebablasan tanpa memperhitungkan keselamatan. Di sana juga terdapat sumber air yang bernama Kedung Tirta Agung.

Ruang dalam goa tampak kian menarik dengan dekorasi lampu hias. Sinar lampu itu membantu menampilkan dimensi bebatuan yang mengagumkan.Sepanjang lintasan ini terdapat setidaknya tiga ruang besar semacam hall. Ruang besar ini kerap menjadi terminal pengunjung untuk bersantai sejenak.

Selain itu, di depan musholla terdapat ruang yang sangat luas yang dikenal sebagai Paseban Para Wali, atau tempat para wali menyampaikan fatwa dan ajaran agama. Paseban itu mirip ruang pertemuan. Stalaktit dan stalagmit juga seakan menjadi hiasan ruangan. Itu ditambah dengan adanya batu-batu besar yang terletak di bagian depan ruang, seakan menjadi podium bagi pembicara. Beberapa tempat di Goa Akbar akhirnya dipercaya sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah para sunan.

Panorama Pantai Papuma Yang Menggoda

9:31 AM
Pantai Tanjung Papuma Jember. Bebatuan karang terhampar luas di separuh bibir Pantai Tanjung Papuma. Besar, cadas, namun menciptakan kolase nan indah. Layaknya pantai-pantai lain di garis laut selatan, di sini ombak berdebur bagai antologi kehidupan yang datang silih berganti. Pasang surutnya lembut bak pasir, namun keras dan tangguh menyerupai karang. 

Pantai yang terletak di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, 37 km dari pusat Kota Jember ini bagaikan surga yang tersembunyi. Bukit-bukit dan Hutan Malikan seluas kurang leibih 50 hektar setia membungkus keistimewaan panorama baharinya yang menarik perhatian.

Identitas pantai ini lekat dengan bebatuan karangnya yang tangguh, warga menyebutnya atol-atol. Karena ukurannya yang besar dan terombang-ambing di tengah laut biru, sehingga seakan-akan terlihat seperti pulau-pulau karang.

Di sini terdapat tujuh karang besar yang memiliki nama sendiri-sendiri, terinspirasi dari tokoh pewayangan. Di antaranya Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, Pulau Narada, Pulau Nusa Barong, Pulau Kajang, dan Pulau Kodok. Untuk yang terakhir namanya disesuaikan dengan kondisi pulau karang yang mirip kodok raksasa, timbul tenggelam dihantam ombak lautan.

pantai tanjung papuma
Pantai Tanjung Papuma

Untuk melihat seluruh batu karang itu, wisatawan dapat menuju puncak Siti Hinggil, tempat tertinggi di Pantai Tanjung Papuma. Dari sana kita dapat menikmati view batu karang besar yang tak henti-hentinya dihantam ombak laut selatan. Pemandangan ini menjadi masterpiece tersendiri di Papuma.

Dari tempat yang sama pengunjung juga dapat melihat lanskap lekukan garis pantai yang menjorok ke lautan, layaknya demografi tanjung pada umumnya. Karena itu, Siti Hinggil adalah titik spesial di mana setiap orang dapat menikmati sunset dan sunrise di tempat yang sama. Dari ketinggian ini tampak pula barisan perahu tradisional yang anggun. Mayoritas masyarakat setempat bermata pencaharian sebagai nelayan.

pantai papuma jember
Karang Besar
Selain keindahan alamnya, pantai yang dikelola dan dipromosikan oleh Perhutani unit II Jawa Timur ini juga menyajikan keliaran alam yang dimiliki.Papuma juga dijadikan sebagai wilayah konservasi Lutung Jawa atau Lutung Budeng (Trachypithecus auratus). Hewan famili kera yang juga kerap disebut kera ekor panjang ini populasinya selalu berkurang setiap tahun. Di sini jumlahnya sekitar 350-500 ekor.

Lutung Budeng memiliki panjang sekitar 55 cm dengan panjang ekor sekitar 70 cm hingga dua kali panjang tubuhnya. Hewan omnivora ini menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon. Dengan daerah jelajah lebih dari 15 hektar, hidupnya selalu berkelompok. Dalam satu kelompok biasanya ada sekitar 6-23 ekor. Diperkirakan ada 25 kelompok Lutung Budeng di tempat ini.

Fasilitas penunjang tempat wisatanya pun lumayan lengkap. Selain tempat bermain ada juga arena outbound, penginapan dan warung makan yang menyajikan hasil laut asli Tanjung Papuma.Ya, selain daya tarik alam dan faunanya, yang menjadi magnet Tanjung Papuma adalah wisata kulinernya. Ikan laut segar hasil nelayan lokal selalu mengundang selera bersantap.

Untuk mengunjungi Papuma, setiap pengunjung dikenakan biaya tiket Rp 10 ribu, harganya akan lebih mahal Rp 2.500 di hari libur. Bagi wisatawan yang ingin ke Papuma dari arah Surabaya memiliki dua alternatif jalur. Selain via pusat Kota Jember, wisatawan juga bisa melalui Kecamatan Ambulu. Dari Ambulu perjalanan ditempuh sejauh lebih kurang 25 km dalam waktu setengah jam perjalanan.

Harga Tiket Masuk Wisata Gunung Bromo

9:49 PM
Tiket Masuk Gunung Bromo. Salah satu objek wisata yang paling banyak dikunjungi di Jawa Timur adalah Gunung Bromo. Dan menurut saya, tempat wisata di jatim yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asing juga Gunung Bromo. Memang Gunung Bromo seakan menjadi magnet yang menarik hati para traveller domestik dan mancanegara.

Berbicara tentang Gunung Bromo kebetulan, beberapa waktu lalu saya berkunjung ke tempat ini tepatnya pada tanggal 26 Mei dan 2 Juni 2013. Dalam waktu 2 minggu, saya berlibur ke Bromo sebanyak 2 kali, itu karena saya sangat menyukai keindahan alam dan sunrisenya

Namun, meskipun hanya berselang 2 pekan, harga tiket masuk yang saya bayar berbeda dan lokasi pembayaran tiketnya juga dipindah. Pada saat pertama yaitu 26 Mei 2013, saya bersama teman membayar tiket di loket yang letaknya dekat dengan Hotel Cafe Lava di Desa Ngadisari dengan harga Rp 15.000 (motor + 2 penumpang) dengan rincian Rp 6 ribu/orang ditambah Rp 3 ribu untuk tiket masuk motor (kami menggunakan motor).

harga tiket masuk gunung bromo

Pada kunjungan kedua, 2 Juni 2013, tempat loket sudah berpindah agak jauh sebelum loket semula dan harga tiketnya pun sudah naik 2 kali lipat. Kami waktu itu membayar harga tiket sebesar Rp 27.000 (motor + 2 penumpang) dengan rincian Rp 12 ribu/orang dan tiket masuk motor Rp 3 ribu.

harga tiket masuk gunung bromo

Harga tiket yang Rp 12 ribu itu terbagi menjadi 2 bagian yaitu Rp 10 ribu untuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Rp 2 ribu untuk pemerintah Kabupaten Probolinggo (waktu itu kami melalui jalur Probolinggo). Harga tiket sebesar itu khusus untuk wisatawan lokal, sedangkan untuk wisatawan asing sekitar Rp 75 ribu per orang.

Sebenarnya mahal dan tidaknya harga tiket masuk objek wisata tergantung dari apa yang kita dapatkan di tempat wisata tersebut. Sedangkan bagi kami, harga tiket sebesar itu cukup pantas dengan apa yang kita peroleh dan nikmati di sana. Jangan lupa bila berkunjung ke Gunung Bromo, mampir juga di Air Terjun Madakaripura yang eksotik.

Perpustakaan Bung Karno Blitar

12:43 PM
Perpustakaan Bung Karno Blitar. Di Bawah Bendera Revolusi, Sarinah, Indonesia Menggugat dan Mencapai Indonesia Merdeka merupakan sedikit dari buku-buku karyanya yang sempat dilarang terbit. Tidak ada yang berkenan jika hasil guratan pena pemilik 26 gelar Doktorandus Kausal itu hilang dimakan masa. 

Ada harapan yang menginginkan pemikiran Presiden pertama republik ini menular kepada generasi-generasi penerusnya. Dan di sini, di 'bunker' yang berada tepat di selatan tempat peristirahatannya, karya-karya itu masih dijaga rapi. 

'Bunker' itu adalah Perpustakaan Bung Karno yang terletak di Jalan Kalasan, Blitar. Berdiri di lahan seluas 2 hektar, bangunan ini sengaja dibangun di atas tanah yang diturunkan sekitar 4 meter lebih rendah sehingga mirip bunker. Secara arsitektur bangunan ini terinspirasi oleh Candi Penataran di Nglegok, Kabupaten Blitar, yang merupakan punden. 

perpustakaan bung karno blitar
Perpustakaan Bung Karno
Secara filosofi, bangunan perpustakaan dan Makam Bung Karno ini adalah sebuah kesatuan, yaitu warisi api (pemikiran) dan warisi abu (makam). Sesuai filosofi Jawa, Purwo Madyo Wasono, kedua bangunan ini menggambarkan alur hidup manusia dari kandungan sampai lahir, bagaimana perannya dalam kehidupan, sampai dengan kembali ke rahmatullah. Perpustakaan ini hadir untuk menyimpan warisan kebaikan Bung Karno sehingga tinggi bangunannya pun tidak boleh lebih tinggi dari makam beliau.

perpustakaan bung karno pare
Pilar
Di sekitar perpustakaan yang diresmikan pada 3 Juli 2004 ini terdapat deretan pilar dengan ukiran besi tempa di atasnya. Masing-masing pilar tingginya 6 meter, itu menandai tanggal kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901, dan jumlahnya ada 21 buah menandakan tanggal wafatnya pada 21 Juni 1970.

perpustakaan bung karno blitar
Patung Bung Karno
Di tangga naik menuju makam terdapat 17 anak tangga, patung Bung Karno yang memangku buku yang beratnya 8 kuintal, panjang relief yang menggambarkan perjalanan hidup Bung Karno itu 45 meter, dan beratnya 45 ton. Angka-angka itu menandakan hari kemerdekaan Indonesia.

perpustakaan bung karno
17 anak tangga
Perpustakaan yang dikelola oleh perpustakaan nasional ini dibagi menjadi dua bangunan berbeda dan disambungkan oleh sebuah jembatan. Bangunan pertama untuk menyimpan koleksi sekitar 200 ribu buku umum. Sedangkan bangunan yang lain dipakai untuk menyimpan buku khusus karya Bung Karno dan benda-benda pribadinya seperti jas cokelat yang sering ia pakai menjalani tugas kepresidenan, koper kayu yang setia menemaninya menjalani pengasingan, sampai dengan uang-uang yang pernah ia miliki. Selain itu ada pula lukisan, foto, dan perangko yang mengabadikan citranya.

Perpustakaan yang dikunjungi rata-rata 1.500 orang perhari ini menyimpan 500 buku karya Bung Karno, buku yang pernah ia baca, kumpulan pidato, dan buku-buku yang membahas tentangnya. Buku-buku itu tersimpan dalam ruangan khusus. Tidak sembarangan orang boleh masuk. Berbeda dengan buku umum, koleksi buku Bung Karno tidak dipinjamkan dan hanya boleh dibaca di tempat.

Menjelajahi Masjid Agung An-Nur - Kediri

11:47 AM
Masjid Agung An-Nur - Pare, Kediri. Identitas Kediri sebagai kota dan kabupaten yang kental dengan budaya Islami tidak hanya tercermin melalui deretan pondok pesantren besar seperti Lirboyo, Bendo, Jampes, Al Falah Ploso, Darul Falah Pare dan yang lainnya. Jati diri tersebut juga tampak lewat sebuah bangunan besar yang bertengger di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri yaitu Masjid Agung An-Nur.

Masjid yang terletak di Jalan Panglima Sudirman ini mempunyai gaya arsitektur yang cukup menarik. Mungkin, anda yang melintas di depannya akan tergoda untuk sekadar menengokkan kepala. Betapa tidak, masjid yang berdiri di lahan seluas 4 hektar ini memiliki atap tajug dan joglo yang menyerupai piramid. Selain itu, di halamannya juga terdapat kolam besar beserta deretan belasan pilar yang membentuk kesan mirip Taj Mahal di India.

masjid agung an-nur kediri
Masjid Agung An-Nur
Konon, bangunan beratap tajug dan joglo ini banyak ditemui pada bangunan-bangunan di masa Kerajaan Kahuripan dan Doho. Atap tajug itu berada di bangunan utama masjid, sedangkan atap joglo terdapat di terasnya. Dalam arsitektur tradisional jawa, biasanya atap tajug atau joglo ditopang oleh empat soko guru.

Pada masjid An-Nur, masing-masing soko guru terdiri dari empat pilar. Keempatnya disatukan oleh beton balok yang saling mengikat dan bersilangan bertemu di tengah. Pertemuan itu menjulang agak ke atas sehingga mirip bangun limas. Hal itu menyimbolkan adanya satu tujuan dalam beribadah, yakni kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

masjid agung an-nur kediri
Kolam
Selain itu, jika ditengok dari dalam, atap tajug yang menjulang ke langit itu disempurnakan dengan konstruksi space frame yang mengikuti arah kemiringan atap, sengaja tidak ditutupi dengan plafon. Hal ini juga menyiratkan makna adanya satu tujuan yang sama. Sehingga menampilkan kesan yang luas. Sangat kontras jika dibandingkan dengan ke-34 pilar - termasuk 16 soko guru - yang menopang bangunan masjid.

Di sisi lain, ikon khas yang terdapat di masjid yang dibangun dengan biaya hampir Rp 20 milyar ini adalah 12 kolom berbentuk tabung yang berisi tangga untuk sirkulasi penghubung antara lantai dasar, satu, dan dua. Rancangan tersebut terinspirasi dari konsep yang dibawakan John Portman, arsitek asal Amerika Serikat. Tangga tersebut sengaja dibentuk spiral dengan tujuan untuk memberikan proporsi yang sesuai.

masjid an-nur kediri
Dinding Kaca
Selain itu, di lantai satu, ruang utama masjid hanya ditutupi dengan dinding kaca di seluruh penjurunya. Hal itu dimaksudkan untuk memberi kesan bebas kepada para jamaah dari dalam masjid yang ingin melihat taman yang terhampar di luar.

masjid agung an-nur pare
Sudut lain
Karena keunikannya itu, masjid yang mulai dibangun pada 1996 ini sempat meraih penghargaan juara pertama Sayembara Internasional untuk kategori Perancangan Arsitektural Masjid, termasuk pemanfaatan teknologi modern dalam arsitektur masjid. Penghargaan ini diberikan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia dalam rangka memperingati 100 tahun berdirinya Kerajaan Saudi, akhir Januari 1999 silam.

Setiap harinya, keberadaan masjid yang namanya diambil dari Kyai Nurwahid, pejuang Islam terkenal di Pare ini tidak hanya digunakan sebagai sarana ibadah, tetapi juga untuk tempat belajar dan bersantai oleh masyarakat sekitar dan pelajar Kampung Inggris, Desa Tulung Rejo, Pare, yang kebetulan jarak keduanya tak lebih dari 1 kilometer.

Mengusir Sendu Di Kesunyian Ranu Klakah, Lumajang

11:01 AM
Danau - Ranu Klakah Lumajang. Di penghujung musim penghujan mendung masih sesekali datang. Seolah hendak mengucap kata perpisahan, tak segan ia membungkus kesunyian Ranu Klakah. Guntur bergemuruh di atas awan. Tidak ada kilat ataupun setitik air yang memecah ketenangan ranu. sore sendu itu hujan tak jadi turun. Duh puitis banget kalimatnya.

Di danau yang terletak di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang ini, sendu hati tak akan betah berlama-lama bergelayut. Ia segera terusir oleh panorama ranu yang mengalihkan dunia. Udara segar, hamparan air tenang, desis angin yang sejuk membuai, lanskap Gunung Lamongan dengan ketinggian 1.668 meter dpl, dan geliat nelayan lokal yang penuh semangat menebar jala, menciptakan harmoni alam yang indah tanpa sedikitpun mengganggu kesunyiannya.

ranu klakah
Berlatar Gunung Lamongan
Selain berteman dengan kesunyian, di sini wisatawan juga dapat joging atau jalan santai di jalan beraspal di tepian danau, menikmati sarana permainan anak, berperahu, dan bahkan memancing. Di sini juga tersedia kamar penginapan dan beberapa warung yang menjual ikan hasil tangkapan nelayan Ranu Klakah.

ranu klakah
Keramba
Berada di ketinggian 900 meter dpl, danau ini memiliki kedalaman sekitar 28 meter. Selain nelayan penebar jala, di atasnya juga terapung deretan keramba yang sengaja dipetak-petak, sifatnya seperti tambak buatan. Dibuat menggunakan jaring yang dikaitkan pada empat sudutnya dengan tong atau tabung plastik. Kesemuanya dirakit dengan bambu-bambu di atasnya yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antar petak kolam. Di sudut tertentu dibuat rumah bambu kecil untuk berteduh. Di dalam kolam-kolamnya dibudidayakan ikan nila, mujair, dan tombro.

Fasilitas Penunjang

Jika ingin berkunjung ke sini, setiap wisatawan dipungut tarif masuk Rp 3.000 saja. Menurut masyarakat setempat kondisi alami seperti ini memang sengaja dipertahankan. Meski sedikit banyak sudah ada, namun kelengkapan sarana dan prasarana bagi wisatawan pun bisa dibilang kurang. Misalnya, di salah satu sudut ranu sudah disediakan tempat bermain anak, tempat duduk untuk bersantai, dan gardu pandang. 

danau klakah
Perahu Motor
Selain itu ada juga motor boat yang bisa disewa untuk maksimal 10 orang dengan biaya Rp 80 ribu. Untuk yang suka olah raga air yang lebih menantang, ada dua jet ski yang disewakan dengan biaya Rp 30 ribu. Dan pengunjung yang ingin lebih nyaman bersantai di atas perahu, disediakan perahu bebek dengan biaya sewa Rp 10 ribu.

Namun bila dilihat dari bentuk ranu yang melingkar, mestinya ada jalur yang memudahkan pengunjung untuk menikmati tiap bagian dari ranu. Sayangnya disini jalan beraspal hanya sekitar seperempat saja. Sehingga kita bisa memandangnya hanya dari satu sudut saja.

ranu klakah
Bersantai
Ranu yang luasnya 22 hektar ini terletak di utara Lumajang, dengan jarak tempuh 18 kilometer dari kota atau hanya 2 kilometer ke arah timur dari Kecamatan Klakah. Panoramanya yang khas bisa dijadikan sebagai alternatif tujuan wisata bila mengunjungi Bali melewati Kabupaten Lumajang.

Tak jauh dari Ranu Klakah, sekitar 100 meter ke arah utara, pengunjung juga dapat mampir ke Ranu Pakis, objek wisata sejenis yang lebih luas dari Ranu Klakah. Selain itu ada pula Ranu Bedali yang terletak di Kecamatan Ranuyoso atau 7 kilometer dari Ranu Klakah. Ketiga danau ini merupakan kesatuan objek wisata yang sering disebut Segitiga Ranu.