Mencari Jejak Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura

Air Terjun Madakaripura. Sebenarnya aku sudah pernah memposting artikel tentang air terjun yang satu ini, tapi rasanya ingin mengenalkan lagi keindahan air terjun yang terletak di Kabupaten Probolinggo ini. Kebetulan beberapa waktu lalu, aku berkunjung ke air terjun setinggi kurang lebih 200 meter ini.

Perjalanan dimulai dari Kota Surabaya menyusuri beberapa kabupaten seperti Sidoarjo, Bangil, dan Pasuruan. Sekitar 3 jam perjalanan dari Surabaya akhirnya aku sampai juga di sebuah persimpangan dimana kalau lurus menuju objek wisata Gunung Bromo, dan kalau ke kiri menuju Air Terjun Madakaripura, aku pun belok ke air terjun Madakaripura, meskipun nanti menuju ke Gunung Bromo juga.

Dari pertigaan tersebut menuju loket pembayaran memerlukan waktu sekitar 15 menit. Di sepanjang jalan yang berliku-liku, terdapat kotak-kotak kayu milik warga yang ternyata digunakan untuk beternak madu. Kotak-kotak tersebut selalu dijaga oleh pemiliknya. Membayangkan menikmati madu asli langsung dari peternakan enak kali ya.

Jalan menuju ke Air Terjun Madakaripura berupa jalan berkelok-kelok dan naik turun bukit dengan lebar jalan yang cukup sempit, jadi butuh kehati-hatian dalam berkendara terlebih lagi bila musim hujan tiba. 

air terjun madakaripura
Area Parkir
Setelah membayar tarif masuk sebesar Rp 3.000 per orang, aku pun sampai ke tempat parkir, dan ternyata area parkir kendaraan ramai sekali dengan motor maupun mobil yang parkir padahal selama perjalanan tadi jarang sekali aku melihat motor ataupun mobil yang melintas hanya penduduk setempat yang lalu lalang dengan segala keperluan mereka.

Di area parkir banyak warung penjual makanan yang berjejer rapi di sebelah kanan, dan beberapa penjual souvenir berupa kaos, celana pendek, celana panjang dan lain-lain. Dari tempat parkir untuk menuju air terjun ternyata masih cukup jauh dan itu pun harus dilalui dengan menyusuri aliran sungai yang penuh dengan batu-batu besar yang menghiasinya. 

Perjalanan menyusuri aliran sungai benar-benar melelahkan, kita harus berjalan pelan dan sekali-kali meloncat dari batu satu ke batu lain dengan resiko tergelincir. Memang tak semua jalan yang kita lalui berupa sungai, ada jalan yang cukup bagus yang sengaja dibangun untuk memudahkan pengunjung ke air terjun. Di tengah jalan yang bagus itu, terdapat batu besar yang menghalangi hampir seluruh jalan sehingga bila ingin melaluinya harus berjalan menyamping sambil berpegangan pada batu tersebut.

air terjun madakaripura
"Hujan" lokal
Sekitar 15 menit dalm pejalanan yang cukup melelahkan, aku pun sampai di lokasi air terjunnya namun air terjun utama belum terlihat. Disini banyak penjual kantong plastik dan jas hujan ekonomis yang menawarkan barang dagangannya ke para pengunjung. 

Ada baiknya bila sobat mengunjungi air terjun ini membawa kantong plastik untuk melindungi barang-barang penting seperti tas, hp, dari "hujan" yang disebabkan oleh air yang turun dari atas bukit di sela-sela dindingnya. Memang bila kita ingin melihat air terjun utama, kita harus rela berbasah-basahan dulu.

air terjun madakaripura
Narsis
Aku pun sempat berfoto-foto diatas batu besar dengan latar air terjun dari kejauhan. Tantangan tidak berhenti sampai disini, untuk menuju air terjun utama dan paling besar kita harus "merayap" dengan berjalan menyamping dan berpegangan di dinding karang yang hanya bisa dilalui dengan satu arah/bergantian. Disini dibutuhkan kehati-hatian ekstra tinggi bila tak mau jatuh di kolam penampungan yang cukup dalam.

air terjun madakaripura
Madakaripura
Setelah melewati jalur "neraka" yang hanya sepanjang 15 meter itu, kita akan melihat kemegahan dari Air Terjun Madakaripura. Jerih payah dan rasa lelah hilang seketika melihat Air Terjun Madakaripura. Air terjun ini seperti berada di sebuah sumur raksasa bila dilihat dari langit. Di balik air yang jatuh tersebut terdapat sebuah rongga/goa yang dipercaya digunakan oleh Patih Gajah Mada untuk bersemedi.

Disana terlihat tidak ada pengunjung yang menceburkan diri ke kolam penampungan di bawah air terjun, mungkin karena airnya yang agak keruh atau mungkin airnya cukup dalam, aku sendiri tidak tahu. Setelah puas menikmati keindahan air terjun Madakaripura dan berfoto-foto ria akhirnya aku memutuskan kembali ke tempat parkir dan melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo.

Tips ke Air Terjun Madakaripura :
  • Siapkan baju ganti, pakaian dalam, dan handuk, karena pasti badan sobat akan basah kuyup disana.
  • Siapkan kantong plastik yang cukup
  • Sampaikan pada tukang parkir agar tidak usah mencucikan motor, karena nanti kalau pulang ditarik biaya (sukarela).
  • Pakailah pakaian yang nyaman seperti celana pendek, kaos oblong dan sandal/sepatu.
  • Bila ada yang menawarkan jasa pemandu, tolak dengan cara halus namun bila sobat mempunyai dana lebih juga tidak ada salahnya menggunakannya.
  • Harga makanan/gorengan di sekitar area parkir lebih mahal dibanding di area air terjun, silakan pilih yang mana.
  • Bila ingin berbelanja pakaian disana, pintar-pintarlah menawar hingga separuh harga. 

Share :

Facebook Twitter Google+

4 Responses to "Mencari Jejak Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura"

  1. waduh uda ganti template baru nih mantap cuman floating social bookmark kayaknya sedikit mengganggu dech

    ReplyDelete
  2. kapan yah bisa ke air terjun madakaripura :)

    ReplyDelete
  3. Air terjun yang sangat menarik dan indah sekali, saya suka tempat yang alami seperti ini sungguh natural.

    ReplyDelete