Showing posts with label Wisata Sumatera Barat. Show all posts
Showing posts with label Wisata Sumatera Barat. Show all posts

Pulau Sikuai, Padang Liburan Tahun Baru 2013 Yang Asyik

9:59 AM
Pulau Sikuai, Padang Sumatera Barat. Bagi sobat yang masih bingung menentukan kemana tujuan atau destinasi sobat pada libur panjang hari Natal dan Tahun Baru 2013 ini, aku punya referensi tempat wisata yang indah, asyik, seru, dan menyenangkan yang bisa menjadi pertimbangan sobat. Nama tempat wisata itu adalah Pulau Sikuai yang terletak di Provinsi Sumatera Barat.

Kenapa aku memilihkan Pulau Sikuai ini untuk destinasi liburan tahun baru nanti. Ya, mungkin sobat sudah bosan dengan objek wisata yang itu-itu saja, dan ingin menikmati tempat indah lainnya di Indonesia. Pulau Sikuai secara geografis terletak setengah mil laut dari Kota Padang dan secara administratif berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat.  

Resort
Pulau Sikuai memberikan pengalaman liburan sobat bersama pasangan atau pun keluarga menjadi tak terlupakan. Pulau yang memiliki luas 44 hektar ini memiliki keindahan alam yang masih asri dan alami, dihiasi hutan tropis yang lebat dan pesisir pantai yang berpasir putih dengan lambaian daun pohon kelapa, yang seakan-akan memanggil siapa saja untuk singgah.

Pulau yang dikembangkan sebagai tujuan wisata sejak tahun 1994 ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap dengan dibangunnya beberapa jenis penginapan seperti hotel berbintang 2, resort, restoran, kolam renang, dan beberapa buah cottage. Memang 2,4 hektar dari luas pulau cantik ini digunakan sebagai kawasan resort dengan fasilitas lengkap dan sisanya dibiarkan sebagai kawasan hutan tropis dan pantai.

Pasir Putih
Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan di pulau ini. Seperti berenang di pantai dengan laut yang biru, snorkeling, bermain kano dan sebagainya. Saking jernihnya air laut di pulau ini, kita bisa melihat terumbu karang yang ada di dasar laut dari atas perahu. Selain itu bila kita beruntung, bisa menjumpai bayi-bayi penyu yang sedang bermain di sela-sela batu karang.

Selain beraktivitas di pantai, kita bisa mencoba trekking di hutan tropis di pulau Sikuai ini. Sudah ada anak tangga yang dibangun menuju puncak bukit sehingga memudahkan wisatawan untuk melakukan olahraga yang satu ini, namun tetap saja melelahkan. Atau sobat bisa bersepeda di track di tepi pantai sambil menikmati hembusan angin laut yang hangat.

Bersepeda
Dan yang tak boleh dilupakan adalah pemandangan matahari terbenam atau sunset di pantai Pulau Sikuai ini. Sunset di pulau ini sungguh indah, karena memang pulau ini berada di sebelah barat Pulau Sumatera, sehingga pemandangan ketika matahari terbenam tidak terhalangi oleh apapun. Terlihat matahari berwarna kemerahan tatkala akan pergi dari pandangan kita.

Untuk mencapai Pulau Sikuai ini cukup mudah. Dari Pelabuhan Muaro Padang bisa ditempuh selama 45 menit saja dengan menggunakan kapal. Atau dari Dermaga Airud Bungus dalam waktu 35 menit saja.

Bila sobat ingin ke pulau ini, ada paket wisata sehari dengan biaya Rp 250 ribu/orang yang dikelola oleh PT Abadi Wijaya yang sekarang mengelola New Sikuai Island Resort. Dengan paket ini, dari Padang pengunjung akan berangkat dari Pelabuhan Muaro Padang pada pukul 10.00 pagi naik speed boat yang telah disediakan dan sore harinya pulul 16.00 sudah harus kembali dari Pulau Sikuai ke Pelabuhan Wisata Bahari di Padang.

Peta
Namun bila sobat ingin menginap di Pulau Sikuai untuk menikmati panorama sunset yang begitu indah, sobat harus mengeluarkan uang sebesar Rp 600 ribu - Rp 4 juta permalam. Cukup mahal memang tapi untuk liburan akhir tahun rasanya harga itu masih bisa dimaklumi. Tertarik berlibur ke Pulau Sikuai?!.

Danau Kembar, Atas Dan Bawah, Sumatera Barat

11:55 AM
Danau Kembar Di Atas dan Di Bawah. Propinsi Sumatera Barat memang memiliki banyak objek wisata alam yang sangat indah, salah satunya adalah wisata danau. Danau Maninjau dan Danau Singkarak sudah sangat dikenal oleh masyarakat Sumatera Barat maupun masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun ada satu lagi danau yang wajib dikunjungi di propinsi ini yaitu Danau Kembar.

Sesuai namanya, danau ini berjumlah 2 buah, yaitu Danau Diateh (diatas) dan Danau Dibawah. Danau Kembar terletak di daerah Bungo Tanjung, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sekitar 65 kilometer dari Kota Padang.

Danau Dibawah
Dinamakan Danau Kembar karena jarak antara danau yang satu dengan danau yang lain sangatlah dekat sekitar 300 meter saja. Danau ini berada di dataran tinggi Bukit Barisan sehingga udara di kawasan ini begitu sejuk dengan hamparan pepohonan yang tumbuh di sekelilingnya. Suhu udara rata-rata berkisar 14-16 derajat Celcius.

Meskipun bernama danau di atas dan danau di bawah, ternyata letak kedua danau ini justru kebalikan dari  namanya. Danau di bawah letaknya justru seperti di atas dari danau di atas. Mungkin karena di danau di atas pengunjung tidak bisa sampai di tepi danau, sedangkan di danau di bawah yang berada diatasnya, pengunjung bisa sampai ke tepi dan berkeliling danau menggunakan perahu sewaan (bingung kan!).

Danau Kembar
Kedalaman dari 2 danau ini berbeda, danau di atas memiliki kedalaman lebih dari 500 meter sedangkan danau di bawah kedalamannya hanya 44 meter.

Untuk mencapai Danau Kembar ini, bila dari Kota Padang pengunjung bisa mencapainya dalam waktu 1,5 jam. Sekitar 20 kilometer keluar dari kota Padang, sobat akan memasuki kawasan hutan lindung Bung Hatta yang sejuk, namun jalannya berliku-liku dan menanjak serta terdapat jurang disisi jalan.

Kebun Teh
Selain menggunakan kendaraan pribadi, pengunjung juga bisa menggunakan angkutan umum.  Rute yang akan sobat lewati jika berangkat dari kota Padang yaitu Sitinjau Laut lalu ke daerah Lubuk Selasih kemudian masuk ke wilayah Solok disambut pemandangan hijau hamparan kebun teh di kawasan perbukitan Bukit Barisan.

Sekitar 40 menit menyusuri jalanan di tengah kebun teh, sampailah sobat di sebuah persimpangan yang biasanya merupakan titik turun bagi penumpang angkutan umum dari Padang. Simpangan tersebut disebut Simpang Ampek yang merupakan persimpangan kiri dan kanan yang menentukan tujuan danau yang ingin sobat kunjungi pertama kali.

Untuk menuju ke danau di bawah, sobat harus belok ke kiri, begitupun sebaliknya. Biasanya wisatawan memilih untuk mengunjungi danau di bawah terlebih dahulu yang jalanannya justru menanjak, kemudian menuju danau di atas yang jalurnya mudah dan rata untuk dilalui.

Di kawasan danau yang berhawa sejuk ini, pengunjung akan menjumpai banyak penjual buah markisa, kesemek, stroberi, terong Belanda, termasuk juga pedagang bunga dalam pot. Sebab masyarakat sekitar umumnya mengolah lahan di sekitar Danau Kembar yang subur.

Untuk menginap, di sekitar danau terdapat beberapa cottage yang siap untuk disewa untuk sobat bermalam.

Ngarai Sianok, Lembah Menakjubkan Di Sumatera Barat

8:16 PM
Ngarai Sianok. Bila sobat berkunjung ke Kota Bukittinggi atau ke Propinsi Sumatera Barat, jangan lupa untuk mengunjungi tempat yang satu ini. Ngarai Sianok merupakan sebuah lembah curam yang membentang sepanjang 15 kilometer dari ngarai Koto Gadang sampai ke Sianok Anam Suku dan berakhir di Kecamatan Palupuh. Ngarai Sianok merupakan salah satu objek wisata andalan Propinsi Sumatera Barat.

Lembah yang memiliki lebar 200 meter dan kedalaman jurang 100 meter ini berada di perbatasan kota Bukittinggi, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Panorama lembah ini tidak diragukan lagi keindahannya. Setiap orang yang berkunjung ke objek wisata yang satu ini pasti akan merasa takjub dan tercengang akan keindahannya yang eksotis.

Ngarai Sianok
Untuk menikmati keindahan Ngarai Sianok, pengunjung bisa menyaksikannya dari Taman Panorama yang sengaja dibangun oleh pemerintah untuk memudahkan wisatawan menikmati kemegahan Ngarai Sianok. Taman ini sangat asri dan luas dengan udara sejuk khas pegunungan, membuat siapa saja betah berlama-lama disini. Di taman ini juga terdapat Lubang atau terowongan Jepang yang terkenal itu.

Lubang Jepang
Untuk masuk ke Taman Panorama, pengunjung dikenakan biaya Rp 5.000 saja. Disekitar taman ini terdapat monyet-monyet jinak yang menghuni kawasan ini. Terdapat juga beberapa toko souvenir yang menjual beraneka oleh-oleh khas Bukittinggi seperti kaos, aksesoris hingga miniatur Jam Gadang. Jarak Taman Panorama dari Kota Bukittinggi hanya 1 kilometer saja.

Tebing Tandus
Dari Taman Panorama terlihat jelas kemegahan dari Ngarai Sianok tersebut. Disisi kiri terlihat tebing-tebing tandus dan hutan-hutan serta sungai kecil yang berkelok-kelok, di bagian kanan terdapat persawahan, jalan raya dan pemukiman penduduk. Di bagian atas terlihat sebuah gunung yang berselimut kabut.

Panjang
Dibawah Ngarai Sianok ini mengalir sungai Batang Sianok yang biasa digunakan oleh komunitas olahraga air "Qurays" untuk bermain kano dan kayak. Biasanya untuk mengarungi sungai ini membutuhkan waktu selama 3,5 jam. 

Jadi jangan pernah sobat lewatkan objek wisata yang satu ini bila sobat berkunjung ke Propinsi Sumatera Barat.

Objek Wisata Di Sumatera Barat

10:39 PM
Objek Wisata Di Sumatera Barat. Adalah sebuah propinsi di pulau Sumatera yang beribukota di Kota Padang. Propinsi ini memiliki banyak sekali objek wisata yang patut dikunjungi, seperti pantai, danau, wisata sejarah dan lain sebagainya. Propinsi yang sebagian besar penduduknya dari suku Minangkabau dan beragama Islam ini, memiliki objek wisata yang sangat lengkap. Berikut daftar objek wisata yang wajib dikunjungi bila berlibur di Propinsi Sumatera Barat :
Jam Gadang
Jam Gadang ini merupakan ikon wisata dari Kota Bukittinggi di Sumatera Barat. Jam yang dibangun pada tahun 1926 ini memiliki tinggi 26 meter. Keunikan dari Jam Gadang ini adalah angka 4 romawi-nya yang ditulis IIII, yang seharusnya IV.


Danau Maninjau
Danau Maninjau merupakan salah satu danau terindah di Indonesia. Danau ini berada di kabupaten Agam, Sumatera Barat. Karena keindahan inilah, Bung Karno, bapak proklamator kita sempat membuat sebuah pantun mengenai danau ini.


Danau Singkarak
Danau Singkarak merupakan danau terluas kedua di Sumatera setelah Danau Toba. Danau ini terletak 85 km dari Kota Padang. Disini terdapat satu spesies ikan yang hanya hidup di danau ini yaitu ikan Bilih. Di danau ini juga terdapat kereta wisata yang melintas di tepi danau ini.


Ombak di Kepulauan Mentawai
Kepulauan Mentawai terkenal dengan ombaknya yang tinggi, sehingga tidak heran bila di kepulauan ini merupakan salah satu lokasi surfing terbaik di dunia yang ada di Indonesia. Peselancar profesional dari dalam maupun luar negeri menjadikan tempat ini sebagai lokasi wajib untuk surfing di Indonesia.


Pantai Carocok
Pantai Carocok merupakan salah satu objek wisata andalan Propinsi Sumatera Barat. Pantai ini berada sekitar 77 kilometer dari Kota Padang. Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan disini, antara lain snorkeling, berenang dan lain-lain.


Pantai Carolina
Pantai ini terletak di Kecamatan Teluk Bungus Kota Padang. Pantai ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah dengan pasir putih dan air laut yang jernih.


Museum Kereta Api Sawahlunto
Museum Kereta Api Sawahlunto dulunya adalah sebuah stasiun yang dibangun oleh Belanda sebagai sarana pengangkutan hasil tambang batubara. Sekarang stasiun kereta api ini dijadikan museum oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2005.

  • Ngarai Sianok

Ngarai Sianok
Ngarai Sianok merupakan sebuah lembah yang indah, hijau, dan subur. Dibawahnya mengalir beberapa sungai yang berliku-liku. Ngarai Sianok memiliki kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter. Panorama di lembah ini begitu indah dan sangat cocok dijadikan objek lukisan.

Selain objek-objek wisata diatas, masih banyak lagi objek wisata lain yang wajib sobat kunjungi antara lain, Danau diatas dan Danau dibawah, Lembah Anai, Terowongan Jepang, Benteng De Kock, Lembah Harau, Pulau Sikuai, Bukit Langkisau, Pulau Cubadak, Gedung Tri Arga, Embun Pagi dan masih banyak lagi lainnya.

Museum Kereta Api Sawahlunto

9:46 AM
Selain Museum Kereta Api Ambarawa di Jawa Tengah, Indonesia memiliki museum kereta api lagi yaitu Museum Kereta Api Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat, tepatnya di Jl. Kampung Teleng, Desa Pasar, Kecamatan Lembah Segar. Dahulu museum ini adalah stasiun kereta api yang dibangun pada tahun 1918 pada masa kolonial Belanda. 

Akhirnya pada tanggal 17 Desember 2005, stasiun ini dialih fungsikan menjadi museum dan diresmikan oleh wakil Presiden saat itu Jusuf Kalla.

Lokomotif  Mak Itam
Kota Sawahlunto sendiri terkenal akan tambang batubaranya, sehingga Belanda bersedia menanamkan modal untuk mengeruk hasil bumi ini dengan membangun pemukiman dan fasilitas pertambangan lainnya, salah satunya jalur kereta api Sawahlunto - Emma Haven (Teluk Bayur). 

Pintu Masuk Museum
Jalur kereta api Sawahlunto - Teluk Bayur memiliki panjang 151,5 kilometer dengan 5 tempat pemberhentian, yaitu di Solok, Batubata, Padang Panjang, Kayu Tanam, dan terakhir di Teluk Bayur. Dibutuhkan waktu kurang lebih 10 jam untuk mengangkut batubara dari Sawahlunto ke Teluk Bayur, karena jalannya yang menanjak dan berkelok-kelok.

Koleksi Museum
Kembali ke museum lagi. Museum Kereta Api Sawahlunto ini memiliki koleksi sebanyak 106 buah. Antara lain, gerbong, lokomotif uap, alat-alat komunikasi, brankas, timbangan, lonceng penjaga, dan lain-lain. Kondisi bangunan museum ini tidak diubah, dengan tiang-tiang dan peron yang cukup luas, serta desain museum yang sangat kental akan zaman kolonial Belanda.

Koleksi yang paling terkenal adalah Kereta Api Batubara yang diberi nama Mak Itam. Lokomotif dengan bahan bakar berupa batubara ini produk dari Jerman tahun 1965, dan sampai sekarang masih bisa beroperasi sebagai kereta wisata untuk melayani pengunjung museum. 

Gerbong Mak Itam
Dengan membayar Rp 15.000/orang, pengunjung bisa menikmati perjalanan di atas kereta api tua ini sambil menikmati pemandangan pesawahan, perbukitan hijau dan menembus terowongan sepanjang hampir 1 kilometer. Pengalaman yang mengasyikkan bukan!.

Meskipun kereta tua, Mak Itam memiliki fasilitas yang tak kalah dibanding kereta saat ini, kereta ini sudah dilengkapi dengan AC serta kursi dan meja yang nyaman. Sayangnya Mak Itam hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu saja. Namun bila ingin menyewa secara rombongan bisa juga di hari lainnya tapi biayanya agak besar yaitu Rp 3,5 juta.

Untuk masuk ke museum kereta api sendiri, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Museum ini buka tiap hari Selasa - Minggu pada jam 07.30 - 16.00 WIB, pada hari Senin, museum ini tutup.

Jam Gadang, Antara Kemegahan Dan Misteri

10:31 AM
Jam Gadang merupakan ikon wisata dari Kota Bukittinggi di Propinsi Sumatera Barat, Indonesia. Menara jam raksasa ini berdiri dengan gagah dan megah di jantung kota Bukittinggi. Sebagai suatu ikon wisata, Jam Gadang sudah sangat terkenal baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Jam yang dibangun pertama kali pada tahun 1926 ini adalah sebuah hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker yang kala itu menjabat sebagai sekretaris atau controleur Fort de Kock yang sekarang bernama Kota Bukittinggi pada masa pemerintahan Hindia - Belanda.

Jam Gadang
Jam raksasa yang memiliki mesin sama dengan jam raksasa di London, Inggris yaitu Big Ben ini memiliki tinggi 26 meter dengan area dasar bangunan berukuran 13 x 4 meter. Di menara Jam Gadang ini terdapat 4 buah jam di masing-masing sisi bangunan, dengan diameter masing-masing 80 sentimeter, yang mesinnya didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui Pelabuhan Teluk Bayur.

Saat Malam Pergantian Tahun
Arsitek yang beruntung merancang bentuk bangunan jam Gadang ini adalah Yazin Sutan Gigi Ameh, yang kala itu menghabiskan dana sebesar 3.000 gulden. Angka tersebut termasuk jumlah yang sangat besar pada waktu itu, sehingga banyak orang yang penasaran dan tertarik untuk melihat jam semahal itu.

Kontruksi bangunan ini tanpa menggunakan besi penyangga dan adukan semen, namun hanya menggunakan kapur, putih telur, dan pasir putih. Sejak didirikan pada tahun 1926 lalu, jam ini mengalami 3 kali perubahan pada bentuk atapnya, yaitu :

Saat Pemerintahan Belanda 
  • Perubahan pertama : pada masa pemerintahan Hindia - Belanda, atapnya berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap timur diatasnya.
  • Perubahan Kedua : pada masa pendudukan Jepang, atapnya diubah menjadi bentuk Klenteng.
  • Perubahan Ketiga : setelah Indonesia merdeka, atapnya diubah menjadi bentuk gonjong atau atap rumah khas minangkabau, yaitu rumah Gadang.

Saat Pendudukan Jepang
Dibalik kemegahannya, terdapat keunikan sekaligus misteri yang menyelimutinya. Angka romawi yang terdapat pada jam tersebut terasa ganjil bila diperhatikan secara seksama. Yaitu pada angka 4 romawi, disana tertulis "IIII" seharusnya untuk angka 4 romawi yang benar adalah "IV". Sampai sekarang, alasan akan penulisan angka romawi tersebut belum jelas. 

Angka Misteri
Ada yang beranggapan, karena saat pembangunan jam itu menelan korban jiwa sebanyak 4 nyawa meninggal, ada juga karena alasan politik waktu itu, karena Belanda tidak menghendaki penulisan angka "IV" yang bisa diartikan "I victory" atau "aku menang", sehingga angkanya ditulis dengan "IIII". Mana alasan yang paling benar belum ada yang tahu pasti, dan menjadi misteri sampai sekarang.

Karena misteri angka tersebut, menara jam raksasa ini makin mengundang perhatian wisatawan untuk datang mengunjunginya. Untuk menuju lokasi jam Gadang ini sangatlah mudah karena berada di pusat kota Bukittinggi, apabila dari Kota Padang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam saja. Karena kemegahan bentuk bangunan dan misteri didalamnya, membuat jam raksasa ini selalu ramai dikunjungi, baik oleh warga setempat maupun dari luar daerah.

Indahnya Pantai Carocok, Sumatera Barat

11:15 AM
Pantai Carocok merupakan salah satu objek wisata andalan propinsi Sumatera Barat. Pantai Carocok berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Propinsi Sumatera Barat, tepatnya di sebelah barat kota Painan dan berjarak 77 kilometer dari Kota Padang yang bisa ditempuh selama 1,5 jam perjalanan. Letaknya yang mudah dijangkau membuat pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, apalagi pada saat musim liburan atau akhir pekan.

Perjalanan menuju pantai ini pun bisa sobat nikmati keindahannya. Dari pusat kota Painan, kita akan melewati jalanan sejauh 2 kilometer dengan kondisi jalan berkelok-kelok dan mendaki karena memang melewati perbukitan. 

Pantai Carocok
Di sepanjang jalan perbukitan, kita akan disuguhkan pemandangan hutan tropis di sebelah kiri jalan berpadu dengan ladang milik warga setempat yang diantaranya ditanami dengan pohon durian, sedangkan di sebelah kanan jalan, pemandangan Samudera Hindia terhampar di depan mata.

Jembatan Kayu
Setelah puas menikmati perjalanan yang menyenangkan, setibanya di Pantai Carocok, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan pantai yang berpasir bersih ini. Di tepi pantai ini ditumbuhi pohon-pohon besar yang rimbun membuat suasana lebih teduh. Terdapat juga kedai atau warung penjual makanan dan minuman serta toilet yang terawat dengan baik di tepi pantai Carocok ini.

Jembatan Menuju Pulau Batu Kereta
Di pantai ini terdapat jembatan - jembatan berbahan kayu yang cukup panjang yang menghubungkan antara tempat satu dengan tempat lainnya. Salah satunya adalah Pulau Batu Kereta. Dengan melalui jembatan kayu ini kita bisa sampai ke Pulau Batu Kereta. Dahulu untuk menuju pulau ini, kita harus menunggu air laut surut, namun saat ini kapanpun kita bisa kesana.

Pulau Cingkuk Dari Jauh
Selain Pulau Batu Kereta tersebut, pengunjung bisa menyeberang ke sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Cingkuk dengan menggunakan perahu nelayan dengan ongkos 10 ribu rupiah saja. Di pulau Cingkuk ini terdapat sebuah benteng peninggalan Portugis pada saat penjajahan dulu.

Selain melihat - lihat benteng peninggalan Portugis tersebut, di Pulau Cingkuk ini kita bisa menikmati keindahan laut dengan memancing, berenang, atau pun snorkeling melihat ikan warna-warni yang terlihat jelas di dalam air maupun diatas permukaan air laut.

Untuk akomodasi, di kota Painan terdapat beberapa penginapan yang bisa sobat pilih, serta terdapat juga  beberapa rumah makan khas Padang dan rumah makan lainnya.

Indahnya Danau Maninjau Di Sumatera Barat

9:17 PM
Danau Maninjau merupakan salah satu danau terindah di Indonesia. Danau ini terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat, Indonesia. Danau yang memiliki luas 99,5 kilometer persegi ini berada 140 km sebelah utara Kota Padang, Ibukota Propinsi Sumatera Barat, 36 km dari Bukit Tinggi dan 27 km dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.

Danau berjenis vulkanik ini berada pada ketinggian 461 meter dpl, yang memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Danau Maninjau dikelilingi perbukitan dan gunung serta areal persawahan yang menambah sejuknya pemandangan di kawasan ini. 

Danau Maninjau
Keindahan alam di Danau Maninjau ini tak diragukan lagi. Wisatawan yang pernah mengunjungi danau ini juga mengakuinya. Bahkan Presiden pertama kita Bung Karno sampai - sampai membuat sebuah pantun mengenai danau ini yang berbunyi seperti ini " Jika makan pinang, makanlah dengan sirih hijau. Jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau ".

Perbukitan Dan Persawahan
Menurut cerita, Danau Maninjau terbentuk dari letusan Gunung Tinjau, hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Danau ini juga sebagai sumber air untuk sungai yang bernama Batang Sri Antokan. Puncak tertinggi di perbukitan di sekitar danau ini bernama Puncak Lawang.

Danau Maninjau tidak bisa lepas dari legenda Ranah Minang yaitu Legenda Bujang Sembilan. Ceritanya begini, dahulu terdapat sebuah keluarga yang memiliki 9 anak laki-laki bujang dan 1 anak perempuan cantik jelita. Anak perempuan itu bernama Sani, karena kecantikannya seorang pemuda bernama Sigiran jatuh hati kepadanya.

Tepi Danau
Akhirnya mereka menjalin asmara, tetapi suatu hari mereka dituduh melakukan perbuatan amoral oleh para saudara si perempuan. Untuk membuktikan tuduhan itu, mereka melompat ke kawah gunung Tinjau, jika mereka bersalah, gunung itu tidak akan meletus, namun jika mereka tidak bersalah gunung tersebut akan meletus.

Ternyata gunung itu meletus, membuktikan bahwa tuduhan itu salah, dan membentuk kawah besar. Dari waktu ke waktu akhirnya kawah tersebut terisi oleh air dan menjadi Danau Maninjau seperti sekarang ini.

Di kawasan danau sudah terdapat penginapan berupa resort bintang lima dan berbagai restoran baik yang menyajikan makanan khas Padang maupun makanan mancanegara. Untuk masuk ke lokasi danau ini tidak dipungut biaya sepeserpun.

Peta Danau Maninjau
Untuk menuju lokasi Danau Maninjau dapat ditempuh dengan 2 jalur. Yaitu dari arah utara dan selatan. Dari arah selatan, sobat akan melewati Kabupaten Padang Pariaman. Sekitar 140 km jaraknya dari kota Padang ke Danau Maninjau. Jika mengambil jalur utara, sobat akan melewati Kota Bukittinggi. sobat akan mencapai Danau Maninjau melalui jalan berkelok-kelok sepanjang 10 km yang terkenal dengan nama Kelok 44. Di jalan ini sobat akan menyaksikan panorama Danau Maninjau yang terbentang luas dari ketinggian, sangatlah indah.

Pantai Carolina Di Teluk Bungus, Sumatera Barat

9:59 PM
Pantai Carolina atau ada yang menyebutnya Pantai Teluk Bungus di Kota Padang mungkin belum banyak yang mendengarnya apalagi mengunjunginya. Objek wisata Pantai Carolina terletak di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat. Pantai ini hanya berjarak 12 kilometer dari pusat kota Padang.  Bila dilihat dari udara pesisir pantai ini berbentuk huruf "W" atau seperti gambar hati/love.

Pantai Carolina memiliki pemandangan alam yang indah, secantik namanya. Dengan pasir pantai yang putih bersih dan air laut yang biru merupakan suatu perpaduan warna yang sangat menakjubkan. Pantainya landai, pasirnya lembut, lautnya tenang, sehingga cocok untuk bermain pasir, berenang, berlayar dengan perahu, naik banana boat, atau sekadar duduk-duduk.

Pantai Carolina
Suasana di Pantai Carolina sangatlah teduh karena banyak ditumbuhi pohon kelapa dan pohon-pohon pantai lainnya. Beberapa tikar digelar dibawah pohon nyiur yang rimbun, cukup untuk menutupi terik matahari yang jatuh ke bumi. Disini banyak ibu-ibu yang menawarkan kelapa muda untuk dinikmati bersama keindahan pantai Carolina ini.

Pesisir Pantai
Kita bisa berkeliling pantai ataupun ke pulau-pulau kecil di sekitarnya dengan menyewa perahu yang ada disana. Seperti, Pulau Sirandah, Sikowi, Bintangur, Pasumpahan, dan  lainnya.

Di pantai ini terlihat banyak nelayan yang mencari ikan dengan cara memancing maupun dengan jaring. Disini pengunjung bisa membeli langsung ikan hasil tangkapan para nelayan. Kadang mereka dapat banyak, kadang dapat sedikit.

Dari Atas Bukit
Dulunya pantai ini merupakan pantai keluarga, hingga pada akhirnya dibuka untuk umum agar bisa dinikmati oleh semua masyarakat. Sekarang objek wisata ini sudah mempunyai fasilitas yang cukup lengkap seperti restoran, tempat penginapan, cottage dan sebagainya.

Untuk mencapai ke pantai Carolina sangatlah mudah. Dari kota Padang bisa ditempuh paling lama 1 jam saja. Dari kota Padang, kita akan melewati pelabuhan Teluk Bayur. Dari sini, kita akan menyusuri  jalan raya yang berkelok-kelok dan naik turun sepanjang pantai. Pemandangan sepanjang jalan sangat indah, perpaduan antara hutan, tebing karang, dan pantai.

Surfing Di Kepulauan Mentawai

6:44 PM
Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat memiliki lokasi surfing terbaik di Indonesia bahkan sudah terkenal di dunia. Kepulauan Mentawai merupakan sebuah kabupaten yang ada di Propinsi Sumatera Barat yang memiliki beberapa pulau seperti Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan. Mayoritas penduduk kabupaten ini adalah Suku Mentawai. Kepulauan Mentawai ini pernah terkena Tsunami pada tahun 2010 lalu, namun saat ini sudah pulih seperti semula.

Kepulauan Mentawai memiliki potensi besar di bidang pariwisata khususnya wisata alam seperti wisata pantai. Yang paling terkenal di kepulauan ini  adalah ombaknya. Ya, Kepulauan Mentawai merupakan salah satu lokasi terbaik di Indonesia selain di Bali, Lombok, maupun di Pulau Jawa (Pantai Plengkung). Banyak wisatawan yang jauh-jauh datang dari negeri asalnya ke Kepulauan Mentawai ini hanya untuk menikmati ganasnya ombak di pantai Mentawai. Kepulauan Mentawai memiliki ombak yang besar karena letaknya dikelilingi oleh Samudera Hindia.

Ganasnya Ombak
Sedikitnya terdapat 400 titik surfing di Kepulauan Mentawai yang mempunyai beragam ombak yang menantang, bahkan sebagian titik masuk dalam kategori ekstrem dan menjadi favorit bagi peselancar dunia. Lokasi-lokasi surfing itu antara lain terletak di Desa Bosua, Pulau Nyang-Nyang di Desa Katurei, Pulau Koroniki, Teluk Sibigeu, Teluk Sinakak dan beberapa tempat lainnya. Ombak di Kepulauan Mentawai ini memiliki ketinggian sekitar 3-4 meter.

Perkampungan Di Mentawai
Untuk sobat yang ingin menikmati suasana pantai dengan ombak yang tidak begitu besar, bisa mengunjungi Pulau Siruso. Pantai ini  memiliki pasir pantai yang putih bersih dengan air laut yang sangat jernih. sobat bisa berenang bersama keluarga di pantai ini.

Selain wisata alam, sobat bisa menyaksikan keunikan penduduk asli setempat yaitu Suku Mentawai yang terkenal dengan tato di sekujur tubuhnya.   

Surfing Di Mentawai
Untuk menuju Kepulauan Mentawai bisa melalui jalur laut maupun udara karena di Kepulauan Mentawai sudah ada bandara meskipun kecil. Jadi bagi sobat yang memiliki hobi surfing, tidak ada salahnya untuk menjajal ganasnya ombak di Kepulauan Mentawai ini.

Pesona Danau Singkarak, Sumatera Barat

10:11 AM
Obyek Wisata Danau Singkarak terletak di propinsi Sumatera Barat tepatnya 85 kilometer dari kota Padang. Danau ini merupakan danau terluas kedua di Sumatera setelah Danau Toba dengan luas 107,8 kilometer persegi. Danau dengan panjang maksimal 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dengan kedalaman 268 meter ini menyajikan pemandangan alam yang luar biasa. Sebagian air di danau ini digunakan untuk pembangkit listrik di PLTA Singkarak yang dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan dan Batang Anai.

Secara geografis danau Singkarak ini terletak di kabupaten Tanah Datar dan kabupaten Solok. Danau ini berada pada ketinggian 363,5 meter dpl dan dikelilingi oleh beberapa gunung antara lain gunung Singgalang, gunung Marapi dan gunung Lantik sehingga pemandangan yang disajikan sangatlah memanjakan mata. Selain indah Danau Singkarak bisa digunakan sebagai sarana olahraga seperti jogging, jalan santai, bersepeda, berenang, mendayung, memancing dan lain-lain.

Danau Singkarak
Seperti danau - danau lainnya di Indonesia, di danau ini juga disediakan perahu - perahu yang bisa disewa bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan danau ini dari dekat. Bahkan di saat -saat tertentu diadakan lomba balapan perahu tingkat lokal dan nasional  untuk menambah daya tarik danau Singkarak ini.  

Ikan Bilih
Di danau ini hidup beberapa spesies ikan. Tercatat hanya 19 spesies ikan yang hidup di danau ini, membuktikan bahwa ketersediaan bahan makanan dan nutrisi utama untuk ikan sangat terbatas. Ada satu jenis spesies asli danau ini yaitu ikan Bilih (Mystacoleusus Padangensis) yang hanya bisa hidup di danau ini, dan tidak bisa dibudidayakan meskipun menggunakan keramba apung di danau itu sendiri. Sobat bisa menikmati kelezatan ikan Bilih tersebut dengan membelinya di berbagai kios di sekitar danau yang menjual ikan tersebut.

Kereta Wisata
Untuk menuju ke danau Singkarak ada beberapa cara. Bila sobat dari kota Padang bisa naik mobil atau kendaraan umum lewat kota Solok dengan jarak 85 km atau lewat kota Padang Panjang dengan jarak 90 km, dengan biaya sekitar Rp 25.000 - Rp 40.000. Bila sobat ingin meyewa mobil tarifnya Rp 400.000 per hari. Sedikit saran sebaiknya sobat pulang pergi ke danau Singkarak tersebut dengan rute yang berbeda karena pemandangan di kedua rute tersebut yang indah melewati perbukitan dan berkelok - kelok. Disana juga tersedia kereta wisata jalur Padang Panjang - Solok - Sawahlunto yang melintasi tepi danau singkarak.

Memang Indonesia adalah negara yang kaya dan sudah kewajiban kita sobat untuk terus menjaganya agar anak cucu kita bisa menikmati karya agung Yang Maha Kuasa.