Showing posts with label Wisata Sumatera Barat. Show all posts
Showing posts with label Wisata Sumatera Barat. Show all posts

Pulau Sikuai, Padang Liburan Tahun Baru 2013 Yang Asyik

9:59 AM
Pulau Sikuai, Padang Sumatera Barat. Bagi sobat yang masih bingung menentukan kemana tujuan atau destinasi sobat pada libur panjang hari Natal dan Tahun Baru 2013 ini, aku punya referensi tempat wisata yang indah, asyik, seru, dan menyenangkan yang bisa menjadi pertimbangan sobat. Nama tempat wisata itu adalah Pulau Sikuai yang terletak di Provinsi Sumatera Barat.

Kenapa aku memilihkan Pulau Sikuai ini untuk destinasi liburan tahun baru nanti. Ya, mungkin sobat sudah bosan dengan objek wisata yang itu-itu saja, dan ingin menikmati tempat indah lainnya di Indonesia. Pulau Sikuai secara geografis terletak setengah mil laut dari Kota Padang dan secara administratif berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat.  

Resort
Pulau Sikuai memberikan pengalaman liburan sobat bersama pasangan atau pun keluarga menjadi tak terlupakan. Pulau yang memiliki luas 44 hektar ini memiliki keindahan alam yang masih asri dan alami, dihiasi hutan tropis yang lebat dan pesisir pantai yang berpasir putih dengan lambaian daun pohon kelapa, yang seakan-akan memanggil siapa saja untuk singgah.

Pulau yang dikembangkan sebagai tujuan wisata sejak tahun 1994 ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap dengan dibangunnya beberapa jenis penginapan seperti hotel berbintang 2, resort, restoran, kolam renang, dan beberapa buah cottage. Memang 2,4 hektar dari luas pulau cantik ini digunakan sebagai kawasan resort dengan fasilitas lengkap dan sisanya dibiarkan sebagai kawasan hutan tropis dan pantai.

Pasir Putih
Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan di pulau ini. Seperti berenang di pantai dengan laut yang biru, snorkeling, bermain kano dan sebagainya. Saking jernihnya air laut di pulau ini, kita bisa melihat terumbu karang yang ada di dasar laut dari atas perahu. Selain itu bila kita beruntung, bisa menjumpai bayi-bayi penyu yang sedang bermain di sela-sela batu karang.

Selain beraktivitas di pantai, kita bisa mencoba trekking di hutan tropis di pulau Sikuai ini. Sudah ada anak tangga yang dibangun menuju puncak bukit sehingga memudahkan wisatawan untuk melakukan olahraga yang satu ini, namun tetap saja melelahkan. Atau sobat bisa bersepeda di track di tepi pantai sambil menikmati hembusan angin laut yang hangat.

Bersepeda
Dan yang tak boleh dilupakan adalah pemandangan matahari terbenam atau sunset di pantai Pulau Sikuai ini. Sunset di pulau ini sungguh indah, karena memang pulau ini berada di sebelah barat Pulau Sumatera, sehingga pemandangan ketika matahari terbenam tidak terhalangi oleh apapun. Terlihat matahari berwarna kemerahan tatkala akan pergi dari pandangan kita.

Untuk mencapai Pulau Sikuai ini cukup mudah. Dari Pelabuhan Muaro Padang bisa ditempuh selama 45 menit saja dengan menggunakan kapal. Atau dari Dermaga Airud Bungus dalam waktu 35 menit saja.

Bila sobat ingin ke pulau ini, ada paket wisata sehari dengan biaya Rp 250 ribu/orang yang dikelola oleh PT Abadi Wijaya yang sekarang mengelola New Sikuai Island Resort. Dengan paket ini, dari Padang pengunjung akan berangkat dari Pelabuhan Muaro Padang pada pukul 10.00 pagi naik speed boat yang telah disediakan dan sore harinya pulul 16.00 sudah harus kembali dari Pulau Sikuai ke Pelabuhan Wisata Bahari di Padang.

Peta
Namun bila sobat ingin menginap di Pulau Sikuai untuk menikmati panorama sunset yang begitu indah, sobat harus mengeluarkan uang sebesar Rp 600 ribu - Rp 4 juta permalam. Cukup mahal memang tapi untuk liburan akhir tahun rasanya harga itu masih bisa dimaklumi. Tertarik berlibur ke Pulau Sikuai?!.

Danau Kembar, Atas Dan Bawah, Sumatera Barat

11:55 AM
Danau Kembar Di Atas dan Di Bawah. Propinsi Sumatera Barat memang memiliki banyak objek wisata alam yang sangat indah, salah satunya adalah wisata danau. Danau Maninjau dan Danau Singkarak sudah sangat dikenal oleh masyarakat Sumatera Barat maupun masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun ada satu lagi danau yang wajib dikunjungi di propinsi ini yaitu Danau Kembar.

Sesuai namanya, danau ini berjumlah 2 buah, yaitu Danau Diateh (diatas) dan Danau Dibawah. Danau Kembar terletak di daerah Bungo Tanjung, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sekitar 65 kilometer dari Kota Padang.

Danau Dibawah
Dinamakan Danau Kembar karena jarak antara danau yang satu dengan danau yang lain sangatlah dekat sekitar 300 meter saja. Danau ini berada di dataran tinggi Bukit Barisan sehingga udara di kawasan ini begitu sejuk dengan hamparan pepohonan yang tumbuh di sekelilingnya. Suhu udara rata-rata berkisar 14-16 derajat Celcius.

Meskipun bernama danau di atas dan danau di bawah, ternyata letak kedua danau ini justru kebalikan dari  namanya. Danau di bawah letaknya justru seperti di atas dari danau di atas. Mungkin karena di danau di atas pengunjung tidak bisa sampai di tepi danau, sedangkan di danau di bawah yang berada diatasnya, pengunjung bisa sampai ke tepi dan berkeliling danau menggunakan perahu sewaan (bingung kan!).

Danau Kembar
Kedalaman dari 2 danau ini berbeda, danau di atas memiliki kedalaman lebih dari 500 meter sedangkan danau di bawah kedalamannya hanya 44 meter.

Untuk mencapai Danau Kembar ini, bila dari Kota Padang pengunjung bisa mencapainya dalam waktu 1,5 jam. Sekitar 20 kilometer keluar dari kota Padang, sobat akan memasuki kawasan hutan lindung Bung Hatta yang sejuk, namun jalannya berliku-liku dan menanjak serta terdapat jurang disisi jalan.

Kebun Teh
Selain menggunakan kendaraan pribadi, pengunjung juga bisa menggunakan angkutan umum.  Rute yang akan sobat lewati jika berangkat dari kota Padang yaitu Sitinjau Laut lalu ke daerah Lubuk Selasih kemudian masuk ke wilayah Solok disambut pemandangan hijau hamparan kebun teh di kawasan perbukitan Bukit Barisan.

Sekitar 40 menit menyusuri jalanan di tengah kebun teh, sampailah sobat di sebuah persimpangan yang biasanya merupakan titik turun bagi penumpang angkutan umum dari Padang. Simpangan tersebut disebut Simpang Ampek yang merupakan persimpangan kiri dan kanan yang menentukan tujuan danau yang ingin sobat kunjungi pertama kali.

Untuk menuju ke danau di bawah, sobat harus belok ke kiri, begitupun sebaliknya. Biasanya wisatawan memilih untuk mengunjungi danau di bawah terlebih dahulu yang jalanannya justru menanjak, kemudian menuju danau di atas yang jalurnya mudah dan rata untuk dilalui.

Di kawasan danau yang berhawa sejuk ini, pengunjung akan menjumpai banyak penjual buah markisa, kesemek, stroberi, terong Belanda, termasuk juga pedagang bunga dalam pot. Sebab masyarakat sekitar umumnya mengolah lahan di sekitar Danau Kembar yang subur.

Untuk menginap, di sekitar danau terdapat beberapa cottage yang siap untuk disewa untuk sobat bermalam.

Ngarai Sianok, Lembah Menakjubkan Di Sumatera Barat

8:16 PM
Ngarai Sianok. Bila sobat berkunjung ke Kota Bukittinggi atau ke Propinsi Sumatera Barat, jangan lupa untuk mengunjungi tempat yang satu ini. Ngarai Sianok merupakan sebuah lembah curam yang membentang sepanjang 15 kilometer dari ngarai Koto Gadang sampai ke Sianok Anam Suku dan berakhir di Kecamatan Palupuh. Ngarai Sianok merupakan salah satu objek wisata andalan Propinsi Sumatera Barat.

Lembah yang memiliki lebar 200 meter dan kedalaman jurang 100 meter ini berada di perbatasan kota Bukittinggi, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Panorama lembah ini tidak diragukan lagi keindahannya. Setiap orang yang berkunjung ke objek wisata yang satu ini pasti akan merasa takjub dan tercengang akan keindahannya yang eksotis.

Ngarai Sianok
Untuk menikmati keindahan Ngarai Sianok, pengunjung bisa menyaksikannya dari Taman Panorama yang sengaja dibangun oleh pemerintah untuk memudahkan wisatawan menikmati kemegahan Ngarai Sianok. Taman ini sangat asri dan luas dengan udara sejuk khas pegunungan, membuat siapa saja betah berlama-lama disini. Di taman ini juga terdapat Lubang atau terowongan Jepang yang terkenal itu.

Lubang Jepang
Untuk masuk ke Taman Panorama, pengunjung dikenakan biaya Rp 5.000 saja. Disekitar taman ini terdapat monyet-monyet jinak yang menghuni kawasan ini. Terdapat juga beberapa toko souvenir yang menjual beraneka oleh-oleh khas Bukittinggi seperti kaos, aksesoris hingga miniatur Jam Gadang. Jarak Taman Panorama dari Kota Bukittinggi hanya 1 kilometer saja.

Tebing Tandus
Dari Taman Panorama terlihat jelas kemegahan dari Ngarai Sianok tersebut. Disisi kiri terlihat tebing-tebing tandus dan hutan-hutan serta sungai kecil yang berkelok-kelok, di bagian kanan terdapat persawahan, jalan raya dan pemukiman penduduk. Di bagian atas terlihat sebuah gunung yang berselimut kabut.

Panjang
Dibawah Ngarai Sianok ini mengalir sungai Batang Sianok yang biasa digunakan oleh komunitas olahraga air "Qurays" untuk bermain kano dan kayak. Biasanya untuk mengarungi sungai ini membutuhkan waktu selama 3,5 jam. 

Jadi jangan pernah sobat lewatkan objek wisata yang satu ini bila sobat berkunjung ke Propinsi Sumatera Barat.

Objek Wisata Di Sumatera Barat

10:39 PM
Objek Wisata Di Sumatera Barat. Adalah sebuah propinsi di pulau Sumatera yang beribukota di Kota Padang. Propinsi ini memiliki banyak sekali objek wisata yang patut dikunjungi, seperti pantai, danau, wisata sejarah dan lain sebagainya. Propinsi yang sebagian besar penduduknya dari suku Minangkabau dan beragama Islam ini, memiliki objek wisata yang sangat lengkap. Berikut daftar objek wisata yang wajib dikunjungi bila berlibur di Propinsi Sumatera Barat :
Jam Gadang
Jam Gadang ini merupakan ikon wisata dari Kota Bukittinggi di Sumatera Barat. Jam yang dibangun pada tahun 1926 ini memiliki tinggi 26 meter. Keunikan dari Jam Gadang ini adalah angka 4 romawi-nya yang ditulis IIII, yang seharusnya IV.


Danau Maninjau
Danau Maninjau merupakan salah satu danau terindah di Indonesia. Danau ini berada di kabupaten Agam, Sumatera Barat. Karena keindahan inilah, Bung Karno, bapak proklamator kita sempat membuat sebuah pantun mengenai danau ini.


Danau Singkarak
Danau Singkarak merupakan danau terluas kedua di Sumatera setelah Danau Toba. Danau ini terletak 85 km dari Kota Padang. Disini terdapat satu spesies ikan yang hanya hidup di danau ini yaitu ikan Bilih. Di danau ini juga terdapat kereta wisata yang melintas di tepi danau ini.


Ombak di Kepulauan Mentawai
Kepulauan Mentawai terkenal dengan ombaknya yang tinggi, sehingga tidak heran bila di kepulauan ini merupakan salah satu lokasi surfing terbaik di dunia yang ada di Indonesia. Peselancar profesional dari dalam maupun luar negeri menjadikan tempat ini sebagai lokasi wajib untuk surfing di Indonesia.


Pantai Carocok
Pantai Carocok merupakan salah satu objek wisata andalan Propinsi Sumatera Barat. Pantai ini berada sekitar 77 kilometer dari Kota Padang. Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan disini, antara lain snorkeling, berenang dan lain-lain.


Pantai Carolina
Pantai ini terletak di Kecamatan Teluk Bungus Kota Padang. Pantai ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah dengan pasir putih dan air laut yang jernih.


Museum Kereta Api Sawahlunto
Museum Kereta Api Sawahlunto dulunya adalah sebuah stasiun yang dibangun oleh Belanda sebagai sarana pengangkutan hasil tambang batubara. Sekarang stasiun kereta api ini dijadikan museum oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2005.

  • Ngarai Sianok

Ngarai Sianok
Ngarai Sianok merupakan sebuah lembah yang indah, hijau, dan subur. Dibawahnya mengalir beberapa sungai yang berliku-liku. Ngarai Sianok memiliki kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter. Panorama di lembah ini begitu indah dan sangat cocok dijadikan objek lukisan.

Selain objek-objek wisata diatas, masih banyak lagi objek wisata lain yang wajib sobat kunjungi antara lain, Danau diatas dan Danau dibawah, Lembah Anai, Terowongan Jepang, Benteng De Kock, Lembah Harau, Pulau Sikuai, Bukit Langkisau, Pulau Cubadak, Gedung Tri Arga, Embun Pagi dan masih banyak lagi lainnya.

Museum Kereta Api Sawahlunto

9:46 AM
Selain Museum Kereta Api Ambarawa di Jawa Tengah, Indonesia memiliki museum kereta api lagi yaitu Museum Kereta Api Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat, tepatnya di Jl. Kampung Teleng, Desa Pasar, Kecamatan Lembah Segar. Dahulu museum ini adalah stasiun kereta api yang dibangun pada tahun 1918 pada masa kolonial Belanda. 

Akhirnya pada tanggal 17 Desember 2005, stasiun ini dialih fungsikan menjadi museum dan diresmikan oleh wakil Presiden saat itu Jusuf Kalla.

Lokomotif  Mak Itam
Kota Sawahlunto sendiri terkenal akan tambang batubaranya, sehingga Belanda bersedia menanamkan modal untuk mengeruk hasil bumi ini dengan membangun pemukiman dan fasilitas pertambangan lainnya, salah satunya jalur kereta api Sawahlunto - Emma Haven (Teluk Bayur). 

Pintu Masuk Museum
Jalur kereta api Sawahlunto - Teluk Bayur memiliki panjang 151,5 kilometer dengan 5 tempat pemberhentian, yaitu di Solok, Batubata, Padang Panjang, Kayu Tanam, dan terakhir di Teluk Bayur. Dibutuhkan waktu kurang lebih 10 jam untuk mengangkut batubara dari Sawahlunto ke Teluk Bayur, karena jalannya yang menanjak dan berkelok-kelok.

Koleksi Museum
Kembali ke museum lagi. Museum Kereta Api Sawahlunto ini memiliki koleksi sebanyak 106 buah. Antara lain, gerbong, lokomotif uap, alat-alat komunikasi, brankas, timbangan, lonceng penjaga, dan lain-lain. Kondisi bangunan museum ini tidak diubah, dengan tiang-tiang dan peron yang cukup luas, serta desain museum yang sangat kental akan zaman kolonial Belanda.

Koleksi yang paling terkenal adalah Kereta Api Batubara yang diberi nama Mak Itam. Lokomotif dengan bahan bakar berupa batubara ini produk dari Jerman tahun 1965, dan sampai sekarang masih bisa beroperasi sebagai kereta wisata untuk melayani pengunjung museum. 

Gerbong Mak Itam
Dengan membayar Rp 15.000/orang, pengunjung bisa menikmati perjalanan di atas kereta api tua ini sambil menikmati pemandangan pesawahan, perbukitan hijau dan menembus terowongan sepanjang hampir 1 kilometer. Pengalaman yang mengasyikkan bukan!.

Meskipun kereta tua, Mak Itam memiliki fasilitas yang tak kalah dibanding kereta saat ini, kereta ini sudah dilengkapi dengan AC serta kursi dan meja yang nyaman. Sayangnya Mak Itam hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu saja. Namun bila ingin menyewa secara rombongan bisa juga di hari lainnya tapi biayanya agak besar yaitu Rp 3,5 juta.

Untuk masuk ke museum kereta api sendiri, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Museum ini buka tiap hari Selasa - Minggu pada jam 07.30 - 16.00 WIB, pada hari Senin, museum ini tutup.

Jam Gadang, Antara Kemegahan Dan Misteri

10:31 AM
Jam Gadang merupakan ikon wisata dari Kota Bukittinggi di Propinsi Sumatera Barat, Indonesia. Menara jam raksasa ini berdiri dengan gagah dan megah di jantung kota Bukittinggi. Sebagai suatu ikon wisata, Jam Gadang sudah sangat terkenal baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Jam yang dibangun pertama kali pada tahun 1926 ini adalah sebuah hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker yang kala itu menjabat sebagai sekretaris atau controleur Fort de Kock yang sekarang bernama Kota Bukittinggi pada masa pemerintahan Hindia - Belanda.

Jam Gadang
Jam raksasa yang memiliki mesin sama dengan jam raksasa di London, Inggris yaitu Big Ben ini memiliki tinggi 26 meter dengan area dasar bangunan berukuran 13 x 4 meter. Di menara Jam Gadang ini terdapat 4 buah jam di masing-masing sisi bangunan, dengan diameter masing-masing 80 sentimeter, yang mesinnya didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui Pelabuhan Teluk Bayur.

Saat Malam Pergantian Tahun
Arsitek yang beruntung merancang bentuk bangunan jam Gadang ini adalah Yazin Sutan Gigi Ameh, yang kala itu menghabiskan dana sebesar 3.000 gulden. Angka tersebut termasuk jumlah yang sangat besar pada waktu itu, sehingga banyak orang yang penasaran dan tertarik untuk melihat jam semahal itu.

Kontruksi bangunan ini tanpa menggunakan besi penyangga dan adukan semen, namun hanya menggunakan kapur, putih telur, dan pasir putih. Sejak didirikan pada tahun 1926 lalu, jam ini mengalami 3 kali perubahan pada bentuk atapnya, yaitu :

Saat Pemerintahan Belanda 
  • Perubahan pertama : pada masa pemerintahan Hindia - Belanda, atapnya berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap timur diatasnya.
  • Perubahan Kedua : pada masa pendudukan Jepang, atapnya diubah menjadi bentuk Klenteng.
  • Perubahan Ketiga : setelah Indonesia merdeka, atapnya diubah menjadi bentuk gonjong atau atap rumah khas minangkabau, yaitu rumah Gadang.

Saat Pendudukan Jepang
Dibalik kemegahannya, terdapat keunikan sekaligus misteri yang menyelimutinya. Angka romawi yang terdapat pada jam tersebut terasa ganjil bila diperhatikan secara seksama. Yaitu pada angka 4 romawi, disana tertulis "IIII" seharusnya untuk angka 4 romawi yang benar adalah "IV". Sampai sekarang, alasan akan penulisan angka romawi tersebut belum jelas. 

Angka Misteri
Ada yang beranggapan, karena saat pembangunan jam itu menelan korban jiwa sebanyak 4 nyawa meninggal, ada juga karena alasan politik waktu itu, karena Belanda tidak menghendaki penulisan angka "IV" yang bisa diartikan "I victory" atau "aku menang", sehingga angkanya ditulis dengan "IIII". Mana alasan yang paling benar belum ada yang tahu pasti, dan menjadi misteri sampai sekarang.

Karena misteri angka tersebut, menara jam raksasa ini makin mengundang perhatian wisatawan untuk datang mengunjunginya. Untuk menuju lokasi jam Gadang ini sangatlah mudah karena berada di pusat kota Bukittinggi, apabila dari Kota Padang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam saja. Karena kemegahan bentuk bangunan dan misteri didalamnya, membuat jam raksasa ini selalu ramai dikunjungi, baik oleh warga setempat maupun dari luar daerah.