Showing posts with label Wisata Sulawesi Tenggara. Show all posts
Showing posts with label Wisata Sulawesi Tenggara. Show all posts

Air Terjun Tirta Rimba, Bau Bau

11:24 PM
Air Terjun Tirta Rimba. Bagi penduduk Bau - Bau, air terjun yang satu ini biasa mereka sebut Air Jatuh. Karena letaknya yang tak jauh dari kota Bau - Bau sekitar 4 kilometer, membuat Air Terjun Tirta Rimba ini menjadi air terjun yang paling populer disana.

Air Terjun Tirta Rimba terletak di Kelurahan Lakologou, Kecamatan Wolio, Bau-Bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Untuk menuju lokasi air terjun,pengunjung bisa menggunakan kendaraan sendiri ataupun naik taksi dengan waktu tempuh gak sampai 30 menit dari kota Bau - Bau.

air terjun tirta rimba
Ramai
Bagi pengunjung yang berasal dari luar Bau - Bau, bisa menggunakan pesawat atau kapal Pelni yang akan bersandar di Pelabuhan Murhum, Bau - Bau.

Air terjun ini merupakan aliran sungai Kokalukuna yang memiliki ketinggian sekitar 6 meter. Meskipun hanya setinggi itu, namun keindahannya tidak kalah dengan air terjun lainnya. Dengan lebar sekitar 5 meter, air terjun ini seperti mengalir melalui batu besar yang ada disana.

air terjun tirta rimba
Kolam
Di batu besar tersebut terdapat semacam rongga yang biasanya dijadikan sebagai objek foto oleh pengunjung. Di bawah batu besar terdapat kolam berukuran sekitar 10x7 meter yang sengaja dibentuk dan dilengkapi dengan papan tempat seluncur seperti kolam renang pada umumnya.

Pada hari biasa, air terjun ini relatif sepi, namun saat hari libur, banyak pengunjung yang datang ke lokasi wisata ini bersama pasangan atau putra-putrinya. Waktu terbaik untuk berlibur ke air terjun ini adalah saat musim penghujan karena pada saat itu debit airnya melimpah.

Untuk menuju lokasi air terjun ini, pengunjung tidak dikenakan tarif sepeserpun, namun kadang kala, ada pihak dari Dispenda atau dari Dinas Kehutanan yang menarik tarif masuk, namun dengan nominal yang tidak besar.

Jangan lupa membawa perbekalan sendiri seperti makanan dan minuman karena di lokasi air terjun tidak ada warung penjual makanan atau minuman.

Pesona Pantai Nirwana, Kota Bau-Bau

10:44 AM
Pantai Nirwana. Ada satu pantai di Propinsi Sulawesi Tenggara yang mempunyai pemandangan alam yang masih alami dan sangat indah, yaitu Pantai Nirwana. Pantai nan elok secantik namanya ini terletak di Kelurahan Sula, Kecamatan Betoambari, Kota Bau-Bau, dan berjarak 9 kilometer dari pusat Kota Bau-Bau dan bisa ditempuh selama 10 menit saja.

Pantai ini menawarkan panorama pantai dengan pasir putih dan jernihnya air laut serta dihias rindangnya pohon kelapa yang tumbuh di tepi pantai. Pantai ini selalu ramai dikunjungi apalagi pada waktu hari libur atau akhir pekan. Disaat para orang tua sedang menikmati pemandangan pantai ini, anak-anak bisa bermain air atau berenang menggunakan ban yang banyak disewakan di lokasi ini.

Indahnya Pantai Nirwana
Selain berenang dan bermain pasir di tepi pantai, pengunjung biasanya memanfaatkan pantai ini sebagai lokasi penyelaman atau diving khususnya wisatawan asing. Karena memang di pantai ini terdapat spot penyelaman dengan pemandangan terumbu karang dan biota laut yang cukup indah. Bila beruntung sobat bisa menjumpai beberapa ekor penyu yang melintas di pantai ini. Jangan kuatir bila tidak membawa peralatan selam. Disini tersedia tempat persewaan perlengkapan selam yang cukup lengkap.

Deretan Pohon Kelapa
Tidak hanya itu, pantai ini juga digunakan sebagai tempat terapi untuk mengobati beberapa jenis penyakit seperti asma dan gangguan saluran pernafasan lainnya. Meski belum banyak yang mengetahui, namun khasiatnya telah dibuktikan oleh yang melakukan. Setelah lelah bermain dan menyusuri garis pantai sepanjang 500 meter, pengunjung bisa beristirahat di sebuah gubuk yang terbuat dari kayu yang biasa disebut Gode-Gode.

Pulau Kadatua Dan Siompu
Di sekitar pantai ini, pengunjung bisa melihat tempat pembudidayaan rumput laut yang dikelola oleh nelayan setempat. Sedangkan di seberang pantai terlihat 2 buah pulau kecil yang seperti mengapung diatas laut, yaitu Pulau Kadatua dan Pulau Siompu.

Karena letaknya yang sangat dekat dengan pusat Kota Bau-Bau, untuk menuju ke pantai ini sangatlah mudah. Dari pusat kota, bila tidak ada angkutan umum yang melintas, sobat bisa naik ojek sampai ke tujuan dengan ongkos Rp 10.000 - Rp 20.000/orang. Untuk masuk ke lokasi pantai ini, sobat tidak dikenakan biaya, hanya iuran warga sebesar Rp 2.000, itupun hanya saat akhir pekan.

Fasilitas yang tersedia cukup memadai. Terdapat beberapa warung makan berupa lesehan, penjual jajanan, tempat sewa ban, kamar mandi/toilet dan sebagainya.

Goa Moko
Bila belum puas menikmati pemandangan di pantai ini, sobat bisa berjalan kaki menyusuri pantai selama 10 menit untuk menuju ke sebuah goa dengan pemandian air payaunya. Goa ini bernama Goa Moko (namanya kaya' nama temenku). Dahulu lokasi goa ini digunakan sebagai sumber mata air karena tak pernah kering.

Air Terjun Moramo, Terindah Di Indonesia

12:29 AM
Air Terjun Moramo. Bila ada pertanyaan air terjun apa yang terindah di Indonesia?. Mungkin jawaban dari sobat semua berbeda-beda satu dengan yang lainnya, dan tentunya pasti membanggakan air terjun yang ada di daerah sobat masing-masing. Sebelum menjawab coba lihat air terjun yang satu ini, namanya Air Terjun Moramo.

Air Terjun Moramo terletak di Desa Sumberasih, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Propinsi Sulawesi Tenggara. Bentuk dari air terjun ini berbeda dan cenderung unik daripada air terjun pada umumnya. Air terjun ini memiliki bentuk yang bertingkat-tingkat hingga mencapai 100 meter ketinggiannya. Air terjun Moramo ini memiliki 7 undakan besar dan puluhan undakan kecil yang sangat sedap dipandang mata.

Air Terjun Moramo
Pemandangan batu-batu marmer besar dan pohon-pohon lebat yang tumbuh disekitar air terjun menambah suasana asri dan indahnya air terjun Moramo ini. Disini kita bisa bermain-main air diatas undak-undakan air terjun tanpa takut terpeleset karena batu-batu ini tidak licin sambil ditemani kupu-kupu cantik dan beberapa spesies burung yang hidup di air terjun yang berada di kawasan hutan suaka alam Tanjung Peropa ini.

Air Terjun Terindah Di Indonesia
Sebenarnya Air Terjun Moramo ini ditemukan secara tidak disengaja alias kebetulan. Adalah seorang transmigran asal pulau Jawa yang menemukan air terjun ini saat membabat hutan dalam perburuannya menangkap seekor anoa. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1980-1982.

Jalan Setapak
Bagi yang memiliki hobi fotografi, air terjun ini merupakan objek pemotretan yang sempurna. Pantulan kehijauan dari aliran air yang turun beraturan di tujuh tingkatnya lalu mengalir ke puluhan tingkatan-tingkatan besar maupun kecil di sepanjang aliran, sungguh menciptakan komposisi yang selalu menarik dan indah dari sudut manapun.

Jembatan Tua
Untuk mencapai lokasi air terjun ini cukup mudah. Dengan menggunakan mobil pribadi atau sewaan, dari Kota Kendari, ibukota Sulawesi Tenggara ke Desa Sumberasih membutuhkan waktu 2,5 jam dengan jarak tempuh sejauh 65 kilometer. Sampai di pintu masuk suaka alam Tanjung Peropa ini, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer selama 30 menit. Di sepanjang jalan pengunjung akan melewati sebuah anak tangga dan jembatan kayu yang cukup tua.

Bila sobat berangkat dari luar kota Kendari, naiklah pesawat menuju Bandara Haluoleo di Kendari setelah itu sewalah mobil untuk menuju ke lokasi air terjun dengan biaya Rp 350.000 - Rp 450.000, tergantung pintar-pintarnya sobat bernegosiasi.

Dengan keindahan dan keunikan yang dimilikinya, aku memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan diatas bahwa air terjun terindah di Indonesia adalah Air Terjun Moramo di Sulawesi Tenggara.

Where Is Wakatobi ?

4:41 PM
Where Is Wakatobi ?. Wakatobi Resort is in far Southeastern Sulawesi, Indonesia, positioned in the midst of a remote island archipelago group known to adventure travelers as Tukang Besi. Wakatobi is named after the four islands that surround it, Wangi Wangi, Kaledupa, Tomia, and Binongko. (Note the anagram Wa Ka To Bi). Yes its location is remote, quite literally on the fringe of "civilization." But that's precisely the point, for this remoteness is what makes the trip worthwhile.

While early explorations required an extended ferry boat ride from Kendari, it is now far easier to reach Wakatobi Resort. An excellent air strip has been constructed on the neighboring island of Tomia, receiving direct charter flights from Bali to the resort. The aircraft in use is an excellent Fokker 50. That is a 50-passenger, twin-engine turbo prop with two pro pilots and plenty of room for guests and gear. This air transit is a wonderful improvement to the Wakatobi experience, improving supply lines and making access immensely more comfortable and efficient.

From the Tomea airstrip, a 10-minute van ride is followed by a short boat ride across the channel to the resort's front door. Each time I return to Wakatobi it looks more like the ultimate island paradise of my dreams. If one were going there with visions of the Hyatt Regency Grand Cayman in mind, no doubt they'd be disappointed. On the other hand, if barefoot elegance and natural beauty are more your style, then you are in the right place. You'll take off your shoes to step ashore, and never give them another thought for the duration of your dive trip "at the end of the world."

Wakatobi Map
Once a diver at Wakatobi has demonstrated his ability, he will enjoy virtually total diving freedom, 24 hours per day. During my eleven-night stay, I logged 46 dives. One gung-ho dive buddy made 57. On the boat dives, resort owner Lorenz Maeder apologetically asked that we limit our bottom time to 75 minutes. For dives on the house reef, though, there’s no time constraint except the buddy teams’ desire to stay wet and have fun within the no-decompression limits.

Wakatobi
The most striking feature of Wakatobi’s diving is the immense diversity and pristine condition of the reefs. There are massive coral colonies swarming with reef fishes and a delightful density of rainbow-colored soft corals. Reefs start in three feet of water or less, and the best diving is wonderfully shallow. With easy access to the excellent house reef, the night and dawn diving are superb. In my estimation, Wakatobi now offers the finest shore diving in the world. Offshore, the divemasters of Wakatobi have thus far identified more than 40 dive sites within a 20-minute boat ride or less. Exploration is still underway, enabling guests to experience sites rarely, if ever, dived. Best of all, these reefs will remain pristine since the entire region is now a protected National Marine Park.

At the time of this writing, less than 300 divers have visited Wakatobi. You and your dive buddies can still be among the first to explore its treasures. And how often can you truly say you were the first one to set eyes on a part of our blue world?

Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara

2:42 PM
Taman Nasional Wakatobi adalah salah satu tempat menyelam paling indah di dunia, setidaknya itu yang pernah diucapkan oleh seorang jurnalis selam dunia yang bernama Jacques Costeau. Memang taman nasional yang terletak di Sulawesi Tenggara ini memiliki keindahan bawah laut yang tiada duanya. Nama Wakatobi sendiri diambil dari gabungan dari nama 4 pulau besar yang ada di kawasan tersebut yaitu pulau Wangi-Wangi, pulau Kalidupa, pulau Tomia dan pulau Binongko. Lokasinya yang terletak di pusat segitiga karang dunia membuat Wakatobi sangat kaya akan keanekaragaman hayati dan terumbu karangnya.

Sebelum dikenal sebagai Wakatobi, kawasan ini dulunya bernama kepulauan Tukang Besi dan merupakan bagian dari kabupaten Buton. Penetapan Wakatobi sebagai Taman Nasional berlaku sejak tahun 1996 dengan luas area 1,39 juta hektar.

Pantai Di Wakatobi
Taman nasional ini sudah terkenal di luar negeri terutama sejak Ekspedisi Wallacea dari Inggris yang menyebutkan kawasan yang berada di Sulawesi Tenggara ini sangat kaya akan spesies koral. Dari 850 jenis koral yang ada di dunia, 750 jenisnya terdapat di Wakatobi ini.

Terumbu Karang Wakatobi
Taman nasional ini memiliki 25 buah gugusan terumbu karang dengan keliling pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km. Terdapat lebih dari 112 jenis karang dan 93 spesies ikan dengan bentuk, warna dan ukuran yang beraneka ragam.

Menyelam di Wakatobi
Wisata bahari seperti diving, snorkeling merupakan yang paling banyak diminati di Taman Nasional Wakatobi oleh para wisatawan disana. Ketika menyelam di bawah laut sobat akan disuguhkan pemandangan yang tiada duanya seperti terumbu karang, biota laut dan beraneka warna jenis ikan membuat sobat terkagum-kagum akan keindahan ciptaan Tuhan. Tidak hanya itu di kawasan ini terutama pada bulan November selalu dilewati oleh ikan Paus jenis Sperma yang sedang bermigrasi. Selain ikan Paus Sperma ada juga ikan Pari Manta, sejenis ikan pari yang berukuran raksasa yang menjadikan Wakatobi sebagai tempat bermainnya.

Untuk menuju ke Taman Nasional Wakatobi ini ada dua jalur alternatif yang bisa sobat tempuh. Pertama dari pelabuhan Kendari menuju Bau-Bau dengan menggunakan speedboat, dari Bau-Bau diteruskan dengan menggunakan perahu kayu menuju Wanci (pulau Wangi-Wangi). Kedua dari Pelabuhan Kendari langsung ke Wanci dengan menggunakan perahu kayu yang berangkat 3 kali seminggu dengan lama perjalanan 10 jam