Showing posts with label Wisata Sulawesi Selatan. Show all posts
Showing posts with label Wisata Sulawesi Selatan. Show all posts

Objek Wisata Di Makassar Dan Sulawesi Selatan

5:16 AM
Objek Wisata Di Makassar Dan Sulawesi Selatan. Makassar atau yang dulu bernama Ujung Pandang merupakan sebuah kota besar di Indonesia bagian timur. Di kota Makassar atau Propinsi Sulawesi Selatan terdapat banyak sekali objek wisata menarik yang wajib dikunjungi.

Objek wisata di Makassar semakin lengkap dengan hadirnya wahana Trans Studio Makassar yang telah dibuka pada beberapa waktu yang lalu. Selain taman rekreasi tersebut, Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya memiliki beberapa objek wisata alam yang sangat menakjubkan dan sangat sayang untuk dilewatkan. Berikut objek wisata di Makassar dan Sulawesi Selatan :


objek wisata di makassar sulawesi selatan
Pantai Losari
Pantai Losari merupakan ikon wisata di Kota Makassar. Letaknya yang strategis dan dekat dengan pusat kota membuat pantai ini selalu ramai dikunjungi apalagi saat sore hari. Yang unik di pantai ini adalah jejeran warung sepanjang 1 kilometer yang berdiri rapi di tepi pantai. 

Tidak seperti pantai pada umumnya yang berpasir putih, di sepanjang pinggir pantai Losari dibangun tanggul untuk menahan ombak.

2. Pantai Tanjung Bira

tempat wisata di makassar
Pantai Tanjung Bira
Pantai Tanjung Bira terletak 200 kilometer dari Kota Makassar, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari. Pantai ini memiliki keindahan yang tiada duanya. Pasir pantai putih bersih dipadu dengan air laut yang sangat jernih membuat kegiatan snorkeling dan diving sobat begitu menyenangkan.

3. Air Terjun Bantimurung

objek wisata di sulawesi selatan
Air Terjun Bantimurung
Air Terjun Bantimurung berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung yang terletak di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Jarak dari kota Makassar sekitar 50 kilometer dan bisa ditempuh selama 1 jam perjalanan.

Air terjun ini memiliki tinggi 15 meter dengan bentuk air terjun seperti aliran air bukan seperti pancuran. Bila beruntung pengunjung akan menemukan banyak sekali spesies kupu-kupu yang memang berhabitat di kawasan air terjun ini.

4. Danau Matano

objek wisata di makassar
Danau Matano
Danau Matano merupakan danau terdalam di Indonesia. Kedalamannya mencapai 600 meter lebih. Danau ini terletak di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Air danau ini begitu jernih dan yang menarik di danau ini terdapat goa bawah air yang bernama goa Tengkorak.

5. Benteng Somba Opu

objek wisata di makassar
Dinding Benteng Somba Opu
Benteng Somba Opu dibangun pada tahun 1525 oleh Sultan Gowa ke IX. Benteng ini merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah yang selalu ramai dikunjungi oleh pedagang dari Asia dan Eropa. Pada tahun 1669, benteng ini dikuasai oleh VOC kemudian dihancurkan hingga terendam oleh ombak pasang. Tahun 1980an, benteng ini ditemukan kembali oleh beberapa ilmuawan.

Dan pada 1990, benteng ini direnovasi sehingga tampak lebih baik. Kini, Benteng Somba Opu menjadi sebuah objek wisata bersejarah di Kota Makassar yang di dalamnya terdapat beberapa bangunan rumah adat Sulawesi Selatan yang mewakili suku Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja.

Selain 5 objek wisata tersebut terdapat beberapa objek wisata lainnya seperti Danau Tempe, Danau Towuti, Taman Nasional Takabonerate, Gedung Fort Rotterdam, Trans Studio Makassar, dan masih banyak lainnya.

Danau Tempe, Penghasil Ikan Air Tawar Terbesar Di Dunia

8:56 AM
Danau Tempe, Penghasil Ikan Air Tawar Terbesar Di Dunia. Objek wisata di Sulawesi Selatan ini memang memiliki nama yang unik. Mungkin bila sobat mendengar nama Danau Tempe, yang terlintas di bayangan sobat adalah danau penghasil tempe, atau danau yang penuh dengan tempe, dan lain-lain yang berbau tempe, sebenarnya bukan itu.

Danau Tempe diambil dari kata Timpe yang berarti sawah, demikian yang tertulis di atas kertas lontar leluhur Suku Wajo. Tidak ada yang tahu alasan pasti kenapa dinamakan Danau Tempe, mungkin karena di sekitar danau tersebut terdapat persawahan yang subur, kali aja.

Danau Tempe
Danau Tempe terletak di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, lokasinya berjarak sekitar 7 kilometer dari Kota Sengkang. Danau Tempe memiliki luas 13.000 hektar dengan kedalaman antara 7 - 9 meter. Bila dilihat dari udara, danau ini menyerupai baskom air raksasa.

Nelayan Mencari Ikan
Sudah sejak lama Danau Tempe ini terkenal dengan danau penghasil ikan air tawar terbesar di dunia. Suplay ikan air tawar terbesar di Pulau Jawa sempat dikirim dari Danau Tempe ini. Terdapat banyak sekali jenis ikan air tawar di danau ini seperti ikan mas, ikan gabus, lele, bete-bete, bungo, dan jenis ikan lainnya.

Sempurnanya ekosistem dan ketersediaan bahan makanan bagi ikan yang melimpah membuat danau ini menjadi habitat terbaik bagi ikan air tawar tersebut. Danau Tempe sendiri terjadi karena adanya pergeseran lempengan tanah di benua Asia dan Australia yang berkelanjutan yang membuat selat menjadi menyempit dan kemudian mendangkal, dan menyisakan danau-danau sebagai hasil akhir dari proses alam ini.

Keindahan Danau Tempe
Di tengah-tengah danau terdapat beberapa rumah-rumah penduduk suku Wajo yang terlihat seperti terapung. Di atas rumah terapung ini, penduduk Wajo melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti mandi, masak, mencuci pakaian dan ada pula yang memelihara ayam dan kucing.

Di danau ini kita bisa melihat kepak sayap burung belibis diatas permukaan air yang sedang mencari mangsa ditemani hembusan angin sepoi-sepoi yang akan membuat kita betah menikmati danau yang sangat luas ini. Dan pastinya kita bisa memancing di danau ini.

Perahu Nelayan
Yang menarik di danau ini adalah pada setiap bulan Agustus diadakan festival laut yang bertujuan untuk menyucikan danau tersebut dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh ketua nelayan setempat. Pada festival ini diadakan beberapa atraksi wisata seperti lomba perahu tradisional, perahu hias, pagelaran musik dan masih banyak lainnya.

Untuk mencapai lokasi Danau Tempe ini tidak terlalu sulit. Dari Kota Sengkang ke sungai Walennae bisa ditempuh menggunakan angkutan umum selama kurang dari 30 menit. Dari Sungai Walennae ke Danau Tempe bisa ditempuh selama 30 menit dengan menggunakan perahu motor atau katinting dengan ongkos Rp 50 ribu - Rp 70 ribu per orang.

Wisata Taman Nasional Takabonerate, Sulawesi Selatan

8:36 AM
Taman Nasional Takabonerate terletak di Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Propinsi Sulawesi Selatan. Taman Nasional ini merupakan taman laut di Indonesia yang memiliki kawasan karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Total luas atol di taman nasional ini adalah 220.000 hektar. Sangat membanggakan bukan!. 

Di Taman Nasional yang memiliki terumbu karang seluas 500 kilometer persegi ini meliputi 15 pulau cantik yang sangat cocok untuk wisata bawah laut seperti menyelam atau diving dan snorkeling karena pemandangan bawah lautnya yang begitu cantik dan indah. Salah satu spot terbaik untuk menyelam adalah di Pulau Tinanja.

Biota Laut Di Takabonerate
Topografi kawasan Takabonerate ini sangatlah unik dan menarik, disini atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Diantara pulau-pulau gosong karang tersebut, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal.

Pulau Tinabo Di Takabonerate
Sedangkan bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil dengan kedalaman air yang lumayan dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air laut surut dan mencapai titik terendah, terlihat jelas daratan yang kering dan dihiasi genangan air yang membentuk cekungan atau kolam-kolam kecil.

Atol Di Taman Nasional Takabonerate
Di kawasan laut taman nasional ini terdapat 261 jenis terumbu karang dan 295 jenis ikan karang dan ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi seperti ikan kerapu, cakalang, ikan napoleon, ikan baronang dan lain-lain.

Disini wisatawan bisa mengikuti beberapa kegiatan pelestarian alam seperti transplantasi terumbu karang, pelepasan anak penyu, penanaman bibit pohon cemara dan lain-lain. Selain itu, setiap tahunnya di kawasan ini diadakan festival Sail Taka Bonerate untuk lebih menarik wisatawan agar berkunjung ke tempat ini.

Panorama Laut Di Takabonerate
Karena keindahan alamnya, Taman Nasional Takabonerate ini dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia sejak tahun 2005. Bila sobat ingin berlibur ke taman nasional ini, waktu terbaik adalah pada bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember pada setiap tahunnya.

Untuk mencapai lokasi taman nasional ini bisa menggunakan angkutan umum dari Kota Makassar ke Bulukumba sekitar 153 km kemudian ke pelabuhan Pamatata yang bisa ditempuh selama 4 jam. Dari Pamatta dengan kapal ferry sekitar 2 jam, yang dilanjutkan ke Kota Benteng sekitar 1,5 jam. Dari Kota Benteng ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil menggunakan kapal kayu sekitar lima jam. Bila beruntung sobat akan menjumpai kawanan lumba-lumba yang sedang bermain di perairan ini.

Pantai Tanjung Bira, Sulawesi Selatan

10:49 AM
Pantai Tanjung Bira, Sulawesi Selatan. Indonesia bagian timur memang kaya akan pemandangan alamnya yang indah terutama pemandangan bawah laut dan pantainya. Salah satu yang harus dikunjungi adalah Pantai Tanjung Bira yang terletak di Kecamatan Bonto Bahari, 40 kilometer dari Kabupaten Bulu Kumba atau 200 kilometer dari Kota Makassar, Ibukota Sulawesi Selatan.

Keindahan panorama pantai Tanjung Bira ini laksana kolam yang sangat luas, karena air lautnya begitu jernih dan bersih. Di tepi pantai terhampar butiran pasir putih yang sangat lembut tanpa adanya bebatuan ataupun batu karang. Disini pengunjung bisa bermain diatas pasir bersama keluarga, namun lebih mengasyikkan lagi bila bermain air atau berenang di tepi pantai sambil melihat biota laut yang berada di dasar air seperti kerang, bintang laut, ikan-ikan kecil dan sebagainya.

Pantai Tanjung Bira
Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di pantai ini antara lain, bermain bola, volly, berenang, snorkeling, diving, berkeliling pantai dengan menggunakan perahu tradisional atau sekadar berjemur menikmati sinar matahari dan hembusan angin pantai yang sejuk.

Pasir Putih Yang Lembut
Fasilitas di kawasan ini cukup lengkap, seperti toilet, kamar bilas, warung makan, penginapan, resort, dan tempat persewaan peralatan menyelam. Untuk tarif menginap disini berkisar Rp 100.000 sampai Rp 600.000 per malam. Terdapat penginapan yang berdiri diatas tebing karang yang menghadap ke laut, menambah sejuk suasana dan memanjakan tamu untuk menikmati keindahan pantai ini dari tempatnya menginap.

Jalan Menuju Pantai
Di seberang pantai Tanjung Bira terlihat sebuah pulau, yaitu Pulau Kambing. Pulau Kambing memiliki pesona bawah laut yang sangat menakjubkan. Disini terdapat beberapa spot menyelam. Kejernihan dan birunya air laut di Pulau Kambing ini tidak kalah dengan yang ada di Pantai Tanjung Bira. Untuk mencapai Pulau Kambing, pengunjung bisa menyewa kapal dengan tarif Rp 250.000 yang bisa diisi maksimal 10 orang. 

Untuk mencapai lokasi Pantai Tanjung Bira itu sendiri dibutuhkan waktu 3-4 jam perjalanan dari Kota Makassar. Empat kabupaten akan kita lewati untuk menuju ke pantai ini yaitu Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng. Mendekati lokasi tujuan kita akan menjumpai Bukit "Pua Janggo" dan deretan pohon kelapa sebagai tanda bahwa pantai Tanjung Bira sudah dekat. Tiket masuk ke pantai sebesar Rp 5.000/orang.

Peta
Selain menggunakan kendaraan pribadi, pengunjung bisa juga menggunakan angkutan umum. Dari Kota Makassar menuju Bulu Kumba menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang atau Panther dengan tarif Rp 35.000. Selanjutnya dari Bulu Kumba ke Tanjung Bira menggunakan pete-pete (mikrolet) dengan tarif Rp 8.000 sampai Rp 10.000. Bisa juga dengan menggunakan mobil sewaan dari Makassar dengan tarif Rp 500.000 per hari.

Danau Matano, Terdalam Di Indonesia

11:00 PM
Danau Matano atau Matana terletak di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Tepatnya di ujung selatan pulau Sulawesi di Kota Sorowako yang bersebelahan dengan Danau Towuti dan Danau Mahalona. Kota Sorowako sendiri terkenal akan tambang Nikelnya yang merupakan terbesar kedua di dunia. Danau ini merupakan danau terdalam di Indonesia bahkan Asia Tenggara, dan nomor 8 di dunia dengan kedalaman sekitar 600 meter.

Kata "matano" dalam bahasa Dongi (bahasa asli Sorowako) berarti "mata Air", karena memang danau ini terbentuk dari ribuan mata air yang muncul akibat gerakan tektonik atau pergeseran dan patahan kerak bumi. Butuh waktu jutaan tahun sampai lipatan kerak bumi ini terisi air dan berubah menjadi danau, keren ya. Karena bersumber dari mata air, membuat air di danau ini begitu jernih.

Danau Matano
Danau yang memiliki luas 16.000 hektar ini memiliki beberapa spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain seperti ikan purba buttini. Ikan ini tergolong langka dn diberi julukan ikan purba karena warnanya yang kecoklatan dan mirip dengan binatang purba. Selain itu terdapat juga beberapa jenis biota air lainnya seperti udang, kepiting, siput dan berbagai jenis ikan.

Goa Bawah Air
Keunikan lain dari danau ini adalah terdapat beberapa goa di bawah air. Goa - goa ini akan terlihat jelas bila air danau sedang surut, terlihat mulut goa yang menganga. Goa ini berada di bibir danau yang didalamnya terdapat peninggalan sejarah seperti tombak, parang, dan juga peralatan rumah tangga yang terbuat dari kuningan yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun. Warga setempat menyebut goa tersebut dengan nama Goa Tengkorak.

Peta Danau Matano
Di Danau yang dikelilingi oleh Pegunungan Verbec ini berbagai kegiatan bisa kita lakukan seperti bermain kano, kayak, jetski, snorkeling, layar, berenang, menyelam, selancar angin dan kegiatan lainnya. Dengan keindahan panorama alamnya, tidak heran bila pada hari libur banyak wisatawan yang mengunjungi Danau terdalam di Indonesia ini.

Selain itu wisatawan bisa menikmati pemandangan danau dengan berkeliling danau menggunakan katinting dan raft yang merupakan kendaraan khas di danau ini. Buruan, nikmati keindahan alam Danau Matano di Sulawesi Selatan.

Danau Towuti, Terbesar Di Sulawesi Selatan

8:42 PM
Danau Towuti merupakan danau terbesar di Sulawesi Selatan dan juga merupakan danau air tawar terbesar kedua se-Indonesia setelah Danau Toba di Sumatera Utara. Danau yang memiliki kedalaman maksimal 203 meter ini berada di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Danau Towuti sendiri berada dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Towuti, yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Sulawesi Selatan yang berada di bawah Departemen Kehutanan Republik Indonesia.

Danau seluas 56.000 hektar ini berjarak sekitar 620 kilometer dari Kota Makassar, Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan dengan rute Makassar – Parepare – Palopo – Masamba – Malili – Timampu – TWA. Danau Towuti. Kondisi jalannya relatif bagus dan bisa ditempuh dalam waktu 12 - 13 jam.

Danau Towuti
Fungsi lain dari danau tektonik ini selain sebagai objek wisata yaitu sebagai jalur penyeberangan yang menghubungkan Propinsi Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tenggara.

Matahari Terbit
Pemandangan di danau Towuti begitu indah dengan air yang berwarna biru dengan latar perbukitan, apalagi bila mengunjungi danau ini saat matahari terbit atau terbenam begitu mempesona. Di danau ini terdapat 14 jenis ikan air tawar endemik Sulawesi yaitu Crocodylus Porosus dan Hydrosaurus Amboinensis. Sehingga jangan lupa membawa peralatan memancing bila berkunjung ke danau ini. Selain memancing, danau ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan wisata air yang dipadukan dengan kegiatan wisata minat khusus, seperti hiking dan lain sebagainya.

Peta Danau Towuti
Di tengah danau yang berada pada ketinggian 293 meter dpl ini terdapat beberapa pulau, pulau terbesar bernama Pulau Loeha yang merupakan habitat dari beberapa jenis fauna. Sumber air danau Towuti sendiri berasal dari beberapa mata air dan catchment area di sekitarnya yang masuk ke dalam danau melalui 26 sungai/anak sungai.

Pada beberapa bagian kawasan danau Towuti ini terdapat hamparan padang yang ditumbuhi oleh rerumputan (Poaceae) dan merupakan habitat Cervus timorensis. Hidup secara alami jenis Manilkara fasciculata namun banyak diekploitasi karena keindahan kayu, ketahanan dan permintaan pasar yang tinggi untuk tujuan ekspor. Kawasan ini merupakan habitat alami dari beberapa jenis mamalia besar.