Perpustakaan Bung Karno Blitar

Perpustakaan Bung Karno Blitar

Perpustakaan Bung Karno Blitar. Di Bawah Bendera Revolusi, Sarinah, Indonesia Menggugat dan Mencapai Indonesia Merdeka merupakan sedikit dari buku-buku karyanya yang sempat dilarang terbit. Tidak ada yang berkenan jika hasil guratan pena pemilik 26 gelar Doktorandus Kausal itu hilang dimakan masa. 

Ada harapan yang menginginkan pemikiran Presiden pertama republik ini menular kepada generasi-generasi penerusnya. Dan di sini, di 'bunker' yang berada tepat di selatan tempat peristirahatannya, karya-karya itu masih dijaga rapi. 

'Bunker' itu adalah Perpustakaan Bung Karno yang terletak di Jalan Kalasan, Blitar. Berdiri di lahan seluas 2 hektar, bangunan ini sengaja dibangun di atas tanah yang diturunkan sekitar 4 meter lebih rendah sehingga mirip bunker. Secara arsitektur bangunan ini terinspirasi oleh Candi Penataran di Nglegok, Kabupaten Blitar, yang merupakan punden. 

perpustakaan bung karno blitar
Perpustakaan Bung Karno
Secara filosofi, bangunan perpustakaan dan Makam Bung Karno ini adalah sebuah kesatuan, yaitu warisi api (pemikiran) dan warisi abu (makam). Sesuai filosofi Jawa, Purwo Madyo Wasono, kedua bangunan ini menggambarkan alur hidup manusia dari kandungan sampai lahir, bagaimana perannya dalam kehidupan, sampai dengan kembali ke rahmatullah. Perpustakaan ini hadir untuk menyimpan warisan kebaikan Bung Karno sehingga tinggi bangunannya pun tidak boleh lebih tinggi dari makam beliau.

perpustakaan bung karno pare
Pilar
Di sekitar perpustakaan yang diresmikan pada 3 Juli 2004 ini terdapat deretan pilar dengan ukiran besi tempa di atasnya. Masing-masing pilar tingginya 6 meter, itu menandai tanggal kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901, dan jumlahnya ada 21 buah menandakan tanggal wafatnya pada 21 Juni 1970.

perpustakaan bung karno blitar
Patung Bung Karno
Di tangga naik menuju makam terdapat 17 anak tangga, patung Bung Karno yang memangku buku yang beratnya 8 kuintal, panjang relief yang menggambarkan perjalanan hidup Bung Karno itu 45 meter, dan beratnya 45 ton. Angka-angka itu menandakan hari kemerdekaan Indonesia.

perpustakaan bung karno
17 anak tangga
Perpustakaan yang dikelola oleh perpustakaan nasional ini dibagi menjadi dua bangunan berbeda dan disambungkan oleh sebuah jembatan. Bangunan pertama untuk menyimpan koleksi sekitar 200 ribu buku umum. Sedangkan bangunan yang lain dipakai untuk menyimpan buku khusus karya Bung Karno dan benda-benda pribadinya seperti jas cokelat yang sering ia pakai menjalani tugas kepresidenan, koper kayu yang setia menemaninya menjalani pengasingan, sampai dengan uang-uang yang pernah ia miliki. Selain itu ada pula lukisan, foto, dan perangko yang mengabadikan citranya.

Perpustakaan yang dikunjungi rata-rata 1.500 orang perhari ini menyimpan 500 buku karya Bung Karno, buku yang pernah ia baca, kumpulan pidato, dan buku-buku yang membahas tentangnya. Buku-buku itu tersimpan dalam ruangan khusus. Tidak sembarangan orang boleh masuk. Berbeda dengan buku umum, koleksi buku Bung Karno tidak dipinjamkan dan hanya boleh dibaca di tempat.




1 comments:

  1. Perpustakaan ini akan mengingatkan pada perjuangan Soekarno untuk Indonesia. Jasmerah : jangan sampai melupakan sejarah.

    ReplyDelete

Contact Us

Name

Email *

Message *