Showing posts with label Wisata Nusa Tenggara. Show all posts
Showing posts with label Wisata Nusa Tenggara. Show all posts

Wisata Taman Nasional Pulau Komodo - NTT

9:57 AM
Wisata Taman Nasional Pulau Komodo. Menyusuri pulau ini, kita langsung diajak menikmati udara segar serta panorama alam yang indah namun berbalut penuh kesunyian. Tanaman yang menghampar, seperti bergoyang menyapa siapa saja yang melintas dihadapnya. Mungkin ini juga yang dirasakan Letnan Steyn va Hens Broek di tahun 1910-an, saat pertama kali tiba di Pulau Komodo. Saat itu, ia datang untuk membuktikan kasak-kusuk pasukan Belanda yang mengatakan adanya hewan naga (sebutan ilmuwan untuk Komodo).

Taman Nasional Pulau Komodo (TNPK), merupakan habitat komodo satu-satunya di dunia. Kelestariannya patut dijaga, mengingat satwa komodo rentan kepunahan. Destinasi wisata TNPK sendiri, menawarkan petualangan paripurna di darat dan bawah laut. Terdiri dari dua pulau besar, Komodo dan Rinca, serta pulau-pulau kecil. Menuju ke pelabuhan kecil ini dapat dicapai dengan berlayar dari pelabuhan di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

taman nasional pulau komodo
Komodo
Sesuai dengan namanya, kawasan ini merupakan rumah bagi ribuan ekor komodo (Varanus komodoensis) yang tersebar di antara hamparan tanah, sabana, pantai, rawa bakau, dan liang-liang. Satwa berkemampuan bionic ini mampu melihat sejauh 300 meter, mendeteksi bangkai daging sejauh 4 - 10 kilometer, berlari cepat hingga 20 km/jam, berenang, menyelam, dan memanjat pohon.

Jika beruntung, kita dapat melihat bagaimana sang naga berburu mangsa, seperti rusa atau babi hutan. Binatang ini memiliki gigitan maut yang konon racun di ludahnya mampu melumpuhkan calon mangsanya. Setelah digigit, mangsanya akan terluka beberapa hari dan mati. Komodo yang setia mengikuti kemudian menyantapnya.

pulau komodo
Pesisir Pantai Pulau Komodo
Namun saat tertentu, kita hanya dapat melihat mereka berjemur di jalan dan savana. Selain komodo, di dalam pulau ini juga tersimpan kekayaan alam flora. Seperti kayu sepang, pohon nitak, dan masih banyak lagi. Sejak dinobatkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 1991, gelombang kedatangan wisatawan, baik domestik dan khususnya wisatawan manca negara terus bergelombang berdatangan ke TNPK.

Prestasi membanggakan buat Indonesia, adalah di tahun 2009, Taman Nasional Pulau Komodo sempat dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature" yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com. 

wisata pulau komodo
Indah
Bahkan, pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Pulau Komodo masuk ke dalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain. Meskipun akhirnya, TNPK tersisihkan dalam jajaran tujuh keajaiban dunia terbaru.

Kendati demikian, pemerintah pusat dan pemerintah setempat tidak tinggal diam, untuk terus berusaha mempersolek Taman Nasional Komodo untuk mencuri mata dunia. Dalam kurun tahun terakhir, Labuan Bajo, terus bersolek terutama menjelang Sail Komodo 2013. Hotel dan restoran mulai banyak bertumbuhan.

Begitu juga suasana di Jalan Soekarno Hatta kian semarak seiring berdirinya restoran Mediterraneo, Treetop, The Lounge, dan Gardena. Upaya ini juga mendapatkan perhatian besar dari masyarakat setempat, dengan berusaha menjadi tuan rumah yang ramah dan menjaga kelestarian lingkungannya.

Pantai Kolbano, Pantai Kerikil Halus Di Kupang

9:58 AM
Objek Wisata Pantai Kolbano. Meskipun tidak sepopuler provinsi tetangganya dengan keindahan alam Pulau Lombok, Nusa Tenggara Timur tetap memiliki objek wisata yang patut diperhitungkan. Provinsi yang beribukota di Kupang ini memiliki beberapa tujuan wisata yang cukup indah. Salah satunya adalah Pantai Kolbano.

Pernah dengar nama pantai ini?. Aku yakin masih banyak yang terasa asing di telinga. Pantai Kolbano merupakan sebuah objek wisata pantai yang terletak di Desa Kolbano, Kabupaten SoE, Nusa Tenggara Timur. Sekitar 180 kilometer dari Kupang dan biasanya ditempuh selama 4-5 jam perjalanan.

pantai kerikil kolbano
Pantai Kerikil
Pantai Kolbano memiliki keunikan tersendiri yang lain daripada yang lain. Biasanya sebuah pantai memiliki pasir putih atau warna lain di tepiannya, tidak begitu dengan Pantai Kolbano ini. Di tepi pantai ini dihiasi kerikil-kerikil warna-warni yang lembut dengan ukuran sebesar jari kelingking hingga kepalan tangan.

kerikil pantai kolbano
Kerikil Warna-Warni
Selain dihiasi batu kerikil cantik, di bagian pantai yang biasa disebut fatu un ini terdapat sebuah batu raksasa yang berdiri dengan megahnya. Perpaduan antara kemegahan batu raksasa tersebut dengan kerikil halus berwarna-warni inilah yang menjadi daya tarik utama pantai Kolbano untuk menarik wisatawan.

batu raksasa pantai kolbano
Batu Raksasa
Sejauh mata memandang, terlihat hamparan kerikil warna-warni dan pasir putih yang sangat indah, belum lagi air lautnya yang begitu jernih dan bersih. Pengunjung bisa menikmati pantai ini dengan bermain kerikil ataupun berenang di tepi pantai, namun tidak disarankan sampai ke tengah karena kadangkala ombaknya besar.

Tidak jauh dari lokasi pantai, di Desa Kolbano terdapat sebuah tugu bersejarah yang dibangun untuk memperingati peristiwa Perang Kolbano antara masyarakat setempat melawan penjajah Belanda yang terjadi pada tahun 1907. Namun kondisinya terlihat apa adanya, tidak ada upaya pemerintah untuk mempercantik tugu bersejarah ini.

Lokasi Pantai Kolbano yang tersembunyi dan dikelilingi perbukitan hijau ini yang membuat perjalanan menuju ke pantai ini cukup melelahkan. Butuh waktu 4-5 jam untuk sampai di lokasi pantai ini bila berangkat dari Kota Kupang. 

tambang kerikil pantai kolbano
Warga Mencari Kerikil
Namun sangat disayangkan, Pantai Kolbano sekarang terancam keindahannya. Kekayaan alam berupa kerikil warna-warni dan pasir pantai di-komoditas-kan oleh warga dan pihak tertentu dengan menambangnya. Pemerintah setempat juga mengijinkan hal itu berlangsung. Hanya tersisa pantai sepanjang 100 meter yang termasuk daerah terlarang untuk ditambang. 

Bila ini dibiarkan, bukan tidak mungkin keunikan Pantai Kolbano ini hanya tinggal kenangan. Pemerintah harusnya lebih peduli akan kelestarian pantai ini, bukan semata-mata ingin "mengeruk" uang dengan cara yang sangat memprihatinkan tersebut. Bayangkan saja untuk 1 karung batu kerikil cantik ini hanya dihargai Rp 4 ribu saja, harga yang tidak sepadan dengan keindahan pantainya. Sungguh sangat ironi !.

Cantiknya Pantai Ela-Ela ( Elaq-Elaq ) Di Sekotong, Lombok

11:44 PM
Wisata Pantai Ela-Ela ( Elaq-Elaq ). Lombok, sebuah pulau dengan dengan keindahan alam laksana surga yang berserakan di bumi. Kalimat itu rasanya memang tak berlebihan untuk menggambarkan kekayaan alam yang dimiliki oleh pulau yang terletak di sebelah timur Pulau Bali ini. 

Di mata dunia internasional, wisata Pulau Lombok memang masih kalah dengan Pulau Bali, namun sebenarnya keindahan alam di Lombok bisa disandingkan dengan yang ada di Bali. Kali ini aku akan berbagi informasi tentang sebuah pantai yang masih jarang dikenal oleh banyak orang. Nama pantai itu adalah Pantai Ela-Ela atau ada yang menyebutnya Elaq-Elaq.

pantai ela-ela
Pantai Pasir Putih Yang Indah (foto : www.blogkaji.com)
Dalam bahasa Sasak, "ela" berarti lidah. Apa hubungannya antara pantai dengan lidah?. Pantai Ela-Ela ini berada di sebuah daratan yang menjorok ke laut (tanjung) yang berbentuk seperti lidah yang menjulur. Pantai Ela-Ela terletak di daerah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 60 kilometer dari kota Mataram, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat.

pantai ela-ela
Jernih dan Biru (foto : www.blogkaji.com)
Karena belum banyak orang yang tahu, Pantai Ela-Ela ini masih begitu alami. Seperti pantai-pantai lainnya di Lombok, Pantai Ela-Ela memiliki pemandangan alam yang luar biasa. Pasir pantainya yang putih bersih dan begitu lembut dipadu dengan air laut yang begitu jernih dan biru, membuat pantai ini layak menjadi tujuan wisata sobat di Pulau Lombok.

Di sepanjang tepi pantai berdiri deretan pohon kelapa dan pohon-pohon lain yang membuat teduh suasana pantai yang hangat. Biasanya pengunjung menikmati pantai cantik ini dengan menceburkan diri ke laut, karena memang air lautnya begitu jernih dan hijau.

pantai ela-ela
Bintang Laut
Di depan tanjung ini terdapat sebuah pulau kecil atau gili.,Gili Penyu namanya. Bil air laut surut pengunjung bisa menyeberang dengan berjalan kaki sejauh 200 meter menuju gili tersebut. Yang menarik, di Gili Penyu terdapat banyak sekali bintang laut yang berceceran di dasar pantai. Sungguh pemandangan yang tiada duanya.

Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi pantai surga ini. Jadi bila sobat ingin berlibur ke Lombok, jangan lupa mampir di Pantai Ela-Ela di daerah Sekotong, dijamin puas dunia akhirat, hehehe...

Uniknya Pantai Tanjung Aan, Lombok

1:27 AM
Pantai Tanjung Aan, Lombok. Tidak ada yang menyangkal bahwa Pulau Lombok merupakan pulau yang memiliki banyak objek wisata yang sangat indah dan berkelas internasional. Setiap tahun banyak wisatawan lokal maupun turis asing yang mengunjungi pulau ini untuk berlibur. Salah satu tempat wisata yang bagus namun belum banyak yang tahu adalah Pantai Tanjung Aan.

Lokasi Pantai Tanjung Aan berada di sebelah timur dari Pantai Kuta, Lombok. Untuk menuju ke pantai ini pun sangatlah mudah karena akses jalan yang bagus dan sudah beraspal mulus. Dari Kota Mataram, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pantai Tanjung Aan ini bisa ditempuh selama 1,5 jam perjalanan.

Pantai Tanjung Aan
Meskipun tak sepopuler Pantai Senggigi ataupun Pantai Gili Trawangan, namun keindahan pantai ini tidak beda terlalu jauh. Pantai Tanjung Aan memiliki pasir pantai yang begitu putih seperti butiran merica. Air lautnya pun begitu jernih dan bersih mengundang siapa saja untuk menceburkan diri ke laut.

Rerumputan Hijau
Di tengah-tengah pantai terdapat bukit kecil yang diselimuti oleh rerumputan hijau mirip di acara tv anak-anak "teletubbies". Bukit ini bisa kita naiki karena sudah ada tangga menuju atas bukit. Di puncak bukit pemandangan sebenarnya agar terlihat. Hamparan pasir putih dipadu dengan birunya air laut serta bukit yang hijau membuat perpaduan warna yang sempurna.

Dari atas bukit kita bisa melihat pantai secara keseluruhan dan lautan lepas dengan kejernihan air lautnya yang juga terlihat dari sini. Bukit ini seakan membagi pantai menjadi 2 bagian. Pantai yang terletak di sebelah kanan atau barat bukit cenderung lebih berbatu, jadi untuk berenang lebih nyaman di pantai yang terletak di sebelah kiri atau timur bukit. Di bagian lain pantai ini terdapat deretan pohon kelapa yang tumbuh dengan rapi di tepi pantai.

Bukit Hijau
Fasilitas di pantai ini masih sederhana. Terdapat kamar mandi, toilet, mushola dan juga warung-warung makanan. Saung atau rumah panggung kecil seperti pos juga tersedia di tepi pantai yang biasa digunakan oleh pengunjung untuk bersantai, makan atau pun menaruh baju ketika sedang berenang. Untuk masuk ke lokasi ini kita tidak dipungut biaya, hanya membayar ongkos parkir kendaraan.

Untuk tempat bermalam, di lokasi ini sudah banyak berdiri beberapa hotel dan penginapan meskipun bukan sekelas hotel bintang 5, namun masih layak untuk tempat sobat menginap. Bagaimana? Bila sobat berlibur ke Lombok, jangan lupa mampir ke Pantai Tanjung Aan yang letaknya tak jauh dari Pantai Kuta.

Air Terjun Oehala 7 Tingkat , Nusa Tenggara Timur

11:17 PM
Air Terjun Tujuh Tingkat Oehala, Nusa Tenggara Timur. Provinsi NTT terkenal akan kondisi alamnya yang panas, kering, dan tandus. Tapi dibalik kondisi alamnya yang seperti itu, provinsi yang beribukota di Kupang ini memiliki beberapa objek wisata yang layak dikunjungi salah satunya adalah Air Terjun Tujuh Tingkat Oehala.

Air Terjun Oehala terletak di Desa Oehala, Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Lokasinya sekitar 2 jam perjalanan darat dari Kota Kupang.

Bila sebagian besar Pulau Timor, dimana Kota Kupang berada ini memiliki kondisi alam yang panas, hal ini tidak berlaku di lokasi air terjun Oehala ini. Kondisi lingkungan di sekitar air terjun ini begitu sejuk mungkin karean letaknya yang berada di daerah hutan yang dipenuhi dengan pepohonan lebat sehingga sinar matahari terhalangi olehnya.

Tujuh Tingkat
Selain suasananya yang sejuk dan membuat nyaman, panorama air terjunnya sendiri juga sangat indah. Air Terjun Oehala memiliki bentuk bertingkat-tingkat laksana anak tangga raksasa. Jadi air yang turun tidak langsung menyentuh tanah, tapi masih harus melalui undakan-undakan besar yang berjumlah 7 buah.

Bermain Air
Karena airnya tidak langsung turun ke bawah, kolam penampungan air pun lebih dari satu. Di undakan atas terdapat kolam penampungan air yang biasanya digunakan oleh pengunjung untuk mandi dan menceburkan diri ke air. Namun diharapkan hati-hati bila menaiki undakan-undakan air terjun tersebut karena sangat licin.

Air Terjun Oehala
Air terjun ini sangat jernih dan dingin sehingga membuat siapa saja akan tergoda untuk bermain air di kawasan air terjun ini. Jadi jangan lupa untuk membawa baju ganti bila mengunjungi air terjun Oehala ini.

Memang untuk fasilitas pendukung disini sangat kurang. Terdapat lopo (tempat istirahat tradisional suku dawan) yang kondisinya agak kurang terawat. Kondisi toiletnya pun tidak jauh beda dari lopo tersebut. Fasilitas yang paling bagus disini adalah tempat parkir kendaraan, itupun kadangkala tidak ada yang menjaga.

Anak Tangga Menuju Air Terjun
Untuk konsumsi, disini terdapat penjual makanan dan buah-buahan meskipun jumlahnya yang bisa dihitung dengan jari. Sebenarnya tanpa fasilitas itu semua, air terjun Oehala ini tetap indah dipandang. Namun untuk mendongkrak jumlah pengunjung harusnya pemerintah setempat lebih peduli akan hal ini.  

Untuk menuju lokasi air terjun ini relatif mudah. Dari Kupang cukup menuju ke arah Kota SoE  dan sampai ke arah Kapan, ada tugu kemudian belok ke arah kanan, jangan ke arah Atambua. Setelah sampai di lokas, kita harus berjalan kaki masuk ke hutan dengan melewati beberapa anak tangga sebelum sampai ke lokasi Air Terjun Oehala ini.
  

Liang Bua, Goa Manusia Purba "Hobbit", Flores

8:35 AM
Liang Bua, Goa Besar Para Hobbit. Kepulauan Flores memang memikat. Alamnya elok, sejarahnya yang juga unik. Termasuk kehadiran Homo floresiensis, manusia purba bertubuh kerdil yang dipercaya sebagai percabangan evolusi manusia. Liang Bua di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah rumah orang-orang pendek itu.  

Istilah Hobbit pertama kali populer lewat trilogi The Lord of the Rings. Dikisahkan, para Hobbit adalah manusia kerdil setinggi rata-rata 3 kaki atau sekitar 1 meter. Para Hobbit yang selalu riang itu mendiami kawasan The Shire. Itu adalah tempat indah dengan rumah-rumah pendek dengan warna hijau rumput. Namun, Liang Bua bukan The Shire....

Liang Bua
Liang Bua adalah sebuah goa kapur di Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Tempat itu berada sekitar 14 kilomete di utara Ruteng, ibukota Manggarai. Goa kapur ini begitu besar. Panjangnya sekitar 50 meter dengan lebar 40 meter. Langit-langit tertingginya 25 meter. "Plafon" goa ini berhias stalaktit yang berjuntai-juntai. Liang Bua dalam bahasa Manggarai berarti goa dingin atau goa es dan dipercaya sebagai tempat tinggal Hobbit Flores, julukan Homo florensiensis, lebih dari 10 ribu tahun lalu.

Dilihat Dari Luar
Liang Bua ini lebih kondang sebagai tempat penelitian daripada tempat wisata. Magnet Liang Bua sebagai tempat penelitian terjadi sejak era 1960-an. Saat itu ada seorang pastor bernama Theodore Verhoeven yang mengajar warga desa di Liang Bua. Karena tak ada fasilitas sekolah, pastor Belanda yang mengajar di Seminari Mataloko, Ngada, Flores itu memanfaatkan Liang Bua sebagai ruang kelas.

Hiasan Goa
Saat itulah rasa ingin tahu pastor yang juga arkeolog paruh waktu tersebut tergugah. Sebab dia menemukan banyak fragmen tulang manusia dan aneka gerabah. Pada 1965, di sela-sela mengajar Pastor Verhoeven menggali salah satu bagian lantai Liang Bua. Temuannya cukup mengagetkan. Di kedalaman kurang dari 1 meter, dia menemukan tujuh kerangka manusia modern disertai benda-benda dari masa zaman batu yaitu periuk, kendi, beliung, manik-manik, dan perunggu.

Trilogi The Lord Of The Rings
Sejak saat itu, Liang Bua menjadi terkenal sebagai tempat kajian arkeologis yang menyimpan berlaksa daya tarik. Berdasar penelitian itu, tampak bahwa Liang Bua dihuni manusia modern sejak 10 ribu tahun silam. Jauh sebelum itu, ada Hobbit yang menjadikan goa tersebut sebagai rumah.

Gapura Liang Bua
Meski sudah kondang sebagai tempat penelitian dan tempat wisata, suasana Liang Bua masih terasa sepi. Padahal niat menjadikan Liang Bua sebagai tempat rekreasi arkeologis sudah ada. Namun niat itu tampak tak terlalu besar. Sekitar 200 meter sebelum Liang Bua, ada gapura sederhana untuk menyambut pelancong. Tak jauh dari gaputa terdapat sebuah kantor yang menyimpan gambar-gambar sejarah Liang Bua plus patung orang kerdil setinggi 100 cm.