Sinopsis Film Jenderal Soedirman (2015)

Sinopsis Film Jenderal Soedirman (2015)

Sinopsis/ Cerita Film Jenderal Soedirman. Sebuah film tentang sejarah dan patriotisme berjudul Jenderal Soedirman akan segera diputar di seluruh gedung bioskop Indonesia. Sesuai dengan judulnya, film Jenderal Soedirman ini akan mengangkat cerita perjuangan seorang Jenderal Soedirman melawan penjajah meskipun dalam keadaan sakit keras.

Meskipun sempat ditolak oleh beberapa Production House (PH) besar karena kisah Jenderal Soedirman dianggap tidak menguntungkan karena tidak memiliki love story, namun sang sutradara Viva Westi tak patah semangat untuk melanjutkan film ini hingga selesai.

sinopsis film Jenderal Soedirman
Jenderal Soedirman

Dalam film Jenderal Soedirman ini, sosok sang jendral akan diperankan oleh aktor muda Adipati Dolken. Sebagai bentuk totalitas pada perannya, Adipati Dolken bahkan rela menurunkan berat badannya agar karakter sang jenderal yang dia perankan lebih hidup.

Film Jenderal Soedirman ini rencananya akan dirilis perdana pada 27 Agustus 2015, yang masih dalam rangka hari kemerdekaan Republik Indonesia. Selain Adipati Dolken, film ini juga dibintangi oleh beberapa nama besar antara lain Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Baim Wong, Nugie, dan Lukman Sardi.

Sinopsis Film Jenderal Soedirman :

"Jenderal Soedirman" berkisah tentang sang Jenderal Besar Soedirman yang memimpin gerilya untuk menghadapi agresi militer Belanda II. Dia memimpin gerilya untuk menunjukkan pada dunia bahwa TNI masih ada dan akan terus mempertahankan kedaulatnnya.

Jenderal Soedirman dengan tim kecil yang terdiri dari tentara dan dokter pribadinya melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama 7 bulan. Di saat itu para pemimpin politik sedang berlindung di Keraton Kesultanan usai Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda pada Agresi Militer II.

Awalnya tim yang dipimpin Jendral Soedirman tersebut diikuti oleh Belanda, tetapi Jenderal Soedirman dan para prajuritnya berhasil lolos dan mendirikan markas sementara di Sobo dekat Gunung Lawu.

Pada waktu itu Bung Karno dan Bung Hatta ditangkap dan diasingkan Belanda yang mengakibatkan pemerintahan lumpuh. Sementara itu, Jenderal Soedirman yang berada di hutan secara otomatis memimpin pemerintahan darurat militer bersama Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi.

Selama gerilya, dengan perintah dan strateginya, ia mampu mengomandoi aktivitas militer di Pulau Jawa termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang diusulkan Sri Sultan HB IX. Jenderal Soedirman menjadikan pulau Jawa sebagai medan perang gerilya yang luas dan membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu.

Dalam film ini diceritakan bahwa Jenderal Soedirman berjuang dalam keadaan sakit parah yaitu paru-paru sebelah terluka, tetapi dengan semangatnya, sang jenderal terus melakukan perjuangan sebagai rasa cintanya pada tanah air.

Beberapa kali Jenderal Soedirman berhadapan dengan tentara Belanda, tapi mereka tidak berhasil menangkapnya. Tim gerilya yang dipimpin Jenderal Soedirman mampu membuat pasukan Jenderal Spoor frustasi walaupun mereka sudah mengerahkan armada darat dan udara karena di medan perang tidak dapat menguasai.

Kerja sama antara TNI dan rakyatlah yang akhirnya memenangkan perang, yang membuat Belanda akhirnya menghentikan agresi militernya dan mengakui kedaulatan RI secara utuh. Setelah Bung Karno dan Bung Hatta kembali dari pengasingan, Jenderal Soedirman mengembalikan pemerintahan darurat milter ke pemerintah yang sah di bawah pimpinan Soekarno Hatta.

Detail Film Jenderal Soedirman :
  • Sutradara : Viva Westi
  • Pemain : Adipati Dolken, Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Baim Wong, Nugie, Lukman Sardi
  • Genre : Drama, Perang
  • Tanggal Rilis Perdana : 27 Agustus 2015
  • Produksi : Yayasan Kartika Eka Paski




1 comments:

Contact Us

Name

Email *

Message *

Arsip Blog