Showing posts with label Wisata Papua. Show all posts
Showing posts with label Wisata Papua. Show all posts

Teluk Triton Kaimana, Surga Bawah Laut Papua

12:34 PM
Teluk Triton. Propinsi Papua Barat di negara kita tercinta Indonesia, sudah sangat terkenal di mancanegara akan keindahan panorama bawah lautnya. Selain Kepulauan Raja Ampat di Papua yang memiliki keanekaragaman biota laut terbanyak di Indonesia, ada satu lagi objek wisata bawah laut yang tidak kalah indahnya, namanya Teluk Triton di Kabupaten Kaimana, Propinsi Papua Barat.

Teluk Triton merupakan potensi wisata baru di wilayah Indonesia bagian timur ini selain Raja Ampat dan Wakatobi yang sudah sangat terkenal. Banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah setempat agar objek wisata ini bisa lebih dikenal di mancanegara sehingga menjadi tujuan wisata bertaraf internasional. Salah satunya dengan menggandeng Conservation International Indonesia (CII) untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata yang dimiliki oleh Teluk Triton.

Bawah Laut Teluk Triton 
Seperti halnya Kepulauan Raja Ampat, Teluk Triton juga menawarkan keindahan bawah laut yang luar biasa. Di teluk ini menyimpan kekayaan alam berupa ikan dan terumbu karang yang beraneka ragam. Di perairan ini terdapat 937 jenis spesies ikan yang 16 diantaranya merupakan jenis ikan baru yang ditemukan, dan terdapat pula 492 jenis terumbu karang yang 6 jenis diantaranya merupakan jenis baru. Teluk Triton ini juga terkenal akan karang lunaknya atau dalam bahasa kerennya soft coral.

Soft Coral
Selain panorama alam berupa ikan dan terumbu karang yang tidak diragukan lagi keindahannya, di teluk ini wisatawan juga bisa melihat beberapa ikan paus dan lumba-lumba yang sedang bermain atau mencari makan di sela-sela pulau yang tersebar di teluk Triton ini. Ada juga spesies ikan hiu yang menghuni perairan ini seperti hiu martil, hiu paus, hiu gergaji, hiu macan dan lain - lain.

Bagi yang hobi diving dan menyelam, harap membawa perlengkapan selam sendiri karena di daerah ini masih belum ada operator diving atau tempat yang menyewakan peralatan selam. Ya mungkin tempat wisata ini belum begitu dikenal.

Guratan Di Tebing Kapur
Di sekitar teluk Triton terdapat beberapa pulau kecil yang bisa digunakan untuk berkemah atau pun berjemur, karena pulau-pulau itu memiliki pantai yang indah. Selain itu di sebuah perkampungan di kawasan teluk ini yang bernama Kampung Mai-Mai terdapat lukisan di tebing kapur setinggi puluhan meter. Garis-garis merah yang tergurat di dinding tersebut membentuk motif manusia, tanaman, reptil, ikan, dan aneka bentuk yang masih misteri. Lukisan ini seakan ingin bercerita tentang perilaku masyarakat pribumi kuno dan juga menggambarkan aneka ragam satwa pada masa itu.

Peta Teluk Triton
Untuk menuju ke teluk Triton cukup mudah. Dari Kota Kaimana hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam saja dengan menggunakan speedboat. Bila sobat dari Jakarta bisa menggunakan kapal fery ke Kabupaten Kaimana dengan lama perjalanan selama 5 hari, atau menggunakan jalur udara selama 8-10 jam.

Untuk akomodasi, di kawasan ini terdapat tiga rumah peristirahatan berbasis adat setempat yang cukup unik. Unik dikarenakan ketiganya dibuat dengan bahan kayu, tak terkecuali dindingnya yang mengambil bahan utama kulit kayu.

Objek Wisata Di Papua

12:39 PM
Pulau Papua atau Pulau Irian merupakan Pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland di kutub utara. Pulau ini terbagi menjadi 2 yaitu sebelah barat dikuasai oleh Indonesia dan sebelah timur dikuasai oleh Papua Nugini. Objek wisata di pulau yang berbentuk burung rajawali ini berkelas internasional. 

Di Pulau ini sebenarnya banyak potensi wisata yang belum dieksplore, dikarenakan lokasinya jauh dari pusat perekonomian negara Indonesia. Disamping keindahan alamnya baik berupa gunung, hutan ataupun danau, budaya di pulau Papua ini juga perlu dilestarikan karena wisatawan khususnya yang dari luar negeri sangat suka akan budaya yang cenderung primitif ini.

Bagi yang suka akan wisata petualang, pulau Papua sangat cocok karena lokasinya sebagian besar masih alami dan terpencil sehingga untuk menuju ke lokasi harus melalui jalur laut/air maupun udara. Berikut daftar tempat atau objek wisata yang bisa sobat kunjungi di Papua :

Danau ini terletak di Kabupaten Jayapura propinsi Papua dan berada di lereng pegunungan cagar alam Cycloops. Di danau ini diadakan Festival Danau Sentani tiap tahunnya dengan mempertunjukkan keseniannya penduduk setempat.

2. Pegunungan Jayawijaya
Pegunungan ini terletak di propinsi Papua dan memiliki puncak dengan ketinggian 4.800 meter dpl yang diselimuti oleh salju abadi, dan merupakan salju satu-satunya yang ada di Indonesia. Gunung ini juga merupakan gunung tertinggi di Indonesia.

Puncak Jaya
3. Taman Nasional Lorentz
Taman Nasional membentang dari puncak pegunungan Jayawijaya yang berselimut salju sampai ke perairan pesisir pantai di laut Arafura. Taman nasional ini memiliki luas 2.505.600 hektar dan merupakan salah satu situs warisan dunia di Indonesia.

4. Kepulauan Raja Ampat
Nama Raja Ampat sebagai tempat wisata sudah sangat dikenal sampai mancanegara. Kepulauan Raja Ampat memiliki spot-spot menyelam yang sangat indah. Keindahan bawah laut Raja Ampat memang tiada duanya. Dengan berbagai spesies ikan dan terumbu karangnya membuat Raja Ampat menjadi salah satu spot terbaik untuk diving.

Kepulauan Raja Ampat
5. Danau Paniai
Danau ini  memiliki luas 14.500 hektar dan berada pada ketinggian 1.700 mdpl. Danau ini juga diakui dunia dalam konferensi danau sedunia pada tahun 2007 lalu.

6. Pulau Rumberpon
Pulau ini menyajikan keindahan bawah lautnya. Bagi yang hobi diving atau snorkeling, pulau ini sangat cocok karena tidak kalah dengan lokasi wisata lainnya.

7. Monumen Perjuangan
8. Danau Air Garam
9. Monumen Tugu MacArthur
10. Pantai Amai
11. Pantai Holtekamp
12. Lembah Balliem
13. Danau Yamur
14. Gunung Kwoka
15. Gunung Wasada 

dan banyak lagi lainnya. Segala yang diberikan Tuhan kepada kita berupa alam yang indah ini sudah selayaknya kita jaga dan lestarikan untuk anak cucu kita.

Objek Wisata Danau Paniai, Papua

11:38 AM
Danau Paniai merupakan danau yang sangat indah, dengan pemandangan alam yang masih alami sehingga tidak mengeherankan bila keindahan danau ini diakui oleh utusan dari 157 negara yang ikut dalam konferensi danau se-dunia yang diadakan pada tahun 2007 lalu di India. Danau ini terletak di Kabupaten Paniai, Propinsi Papua.

Danau ini memiliki luas 14.500 hektar yang berada pada ketinggian 1.700 meter dpl sehingga membuat kawasan danau Paniai ini memiliki udara yang sejuk dan pemandangan alam yang begitu indah, perpaduan antara keindahan danau dengan dataran tinggi dan bukit - bukit yang mengelilinginya. Di sekitar danau ini juga merupakan tempat bermukim suku asli Papua yaitu suku Mee dan suku Moni. Satu lagi perpaduan yang sangat menarik antara keindahan alam dan ke-eksotis-an budaya Papua.

Danau Paniai
Awal mulanya danau Paniai ini beserta dua danau tetangganya yang bernama danau Tigi dan danau Tage dinamakan Wissel Meeren. Dinamakan demikian karena danau ini pertama kali ditemukan oleh seorang pilot berkebangsaan Belanda yang tanpa sengaja melintasi danau ini pada tahun 1938 bernama Meeren. Arti kata Wissel Meeren dalam bahasa Belanda sendiri adalah danau-danau Meeren.

Siluet Perbukitan
Disini pengunjung bisa menikmati danau ini dengan beberapa aktivitas antara lain memancing ataupun menyewa perahu untuk mengelilingi danau tersebut.

Meskipun berada di ketinggian 1.700 mdpl, danau Paniai memiliki beberapa jenis ikan air tawar seperti ikan nila, mujair, ikan mas, ikan belut, ikan sembilan hitam dan bila beruntung pengunjung bisa menjumpai ikan pelangi yang bernilai ekonomis tinggi karena bentuknya yang indah. Disamping ikan, yang tak kalah unik adalah adanya jenis udang yang bernama udang selingkuh. Disebut demikian karena udang ini memiliki capit yang berukuran besar seperti kepiting (selingkuh sama kepiting kalee). Sampai sekarang pun udang jenis ini banyak diburu karena merupakan kuliner wajib bagi wisatawan yang berkunjung kesini.

Keindahan Danau Paniai
Untuk fasilitas, terdapat pos jaga, pemandu wisata, persewaan perahu, persewaan peralatan memancing dan warung - warung kecil. Untuk akomodasi di danau ini, pengunjung bisa menyewa rumah - rumah penduduk yang ada disekitar danau. 

Untuk menuju lokasi danau, pengunjung bisa menggunakan mobil jenis Mitsubishi Strada dari kota Enarotali, Ibu Kota Kabupaten Paniai menuju lokasi karena jalan yang menanjak dan berkelok-kelok atau lewat jalur udara dengan menggunakan pesawat jenis cessna yang bisa mendarat di dataran tinggi dan landasan tanah.

Taman Nasional Lorentz, Papua

9:53 AM
Taman Nasional Lorentz terletak di 2 Propinsi yaitu Propinsi Papua tepatnya di Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Paniai dan Kabupaten Merauke serta Propinsi Papua Barat di Kabupaten Fak-Fak. Kawasan ini dahulunya masih berstatus Cagar Alam, baru setelah dikeluarkannya SK Menteri Pertanian pada tahun 1978 , kawasan ini ditetapkan sebagai Taman Nasional seluas 2.150.000 hektar yang kemudian diperluas lagi pada tahun 1997 sehingga luasnya menjadi 2.505.600 hektar.

Pada tahun 1999, Taman Nasional ini ditetapkan menjadi situs warisan dunia di Indonesia selain Taman Nasional Pulau Komodo dan Taman Nasional Ujung Kulon. Letak Taman Nasional ini membentang dari puncak gunung Jayawijaya dengan ketinggian 5.030 mdpl yang diselimuti oleh salju abadi hingga perairan pesisir pantai dengan hutan bakaunya di laut Arafura. Oleh karena itu tidak salah bila taman nasional ini merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik.

Peta T.N Lorentz
Sebagian besar kawasan ini merupakan hutan yang belum terjamah oleh manusia alias masih alami. Sebanyak 34 tipe vegetasi berada di kawasan ini diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan, hutan pegunungan dan lainnya. Tanaman bakau dan juga nipah menghiasi sebagian besar sisi selatan kawasan ini.

T.N Lorentz
Selain keanekaragaman floranya, fauna di taman nasional ini juga beranekaragam. Beberapa jenis mamalia seperti babi duri moncong panjang, babi duri moncong pendek, walabi, kucing hutan, 4 jenis kuskus, kangguru pohon. Selain mamalia, hewan yang paling digemari disini adalah spesies burung. 

Di taman nasional ini terdapat kurang lebih 630 jenis burung (70% dari burung yang ada di Papua). Seperti Burung Kasuari, Megapoda, Kakaktua, Merpati, Burung Udang, Burung Madu dan yang paling langka dan dilindungi adalah burung surga atau Cendrawasih yang juga merupakan ikon dari Papua.

Salju di Puncak Jaya
Keanekaragaman hayati di taman nasional ini diperkirakan berumur 30.000 tahun dan merupakan kediaman suku-suku disana seperti suku Nduga, Asmat, Dani Barat, Amungme, Sempan. Kemungkinan di taman nasional ini masih ada suku terpencil yang belum pernah berinteraksi dengan peradaban modern. Keunikan lain dari taman nasional ini adalah adanya gletser dan sungai yang menghilang beberapa kilometer di dalam tanah di lembah Balliem.

Untuk mencapai ke lokasi ini, pengunjung bisa menggunakan pesawat perintis kota Timika menuju bagian utara taman nasional ini di kabupaten Paniai atau menuju ke bagian selatan di kabupaten Merauke. Selain pesawat juga bisa melalui kapal laut menuju pelabuhan Sawa Erma dilanjutkan dengan berjalan kaki dibeberapa lokasi.

Karena masih alami untuk akomodasi, pengunjung bisa membawa perbekalan yang cukup seperti tenda ataupun peralatan lainnya. Pengunjung bisa menggunakan gua ataupun dataran rendah untuk beristirahat.

Puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya Papua

12:08 PM
Bagi seorang pendaki gunung, pegunungan Jayawijaya yang berada di propinsi Papua, Indonesia merupakan salah satu gunung favorit yang harus ditaklukkan. Meski hanya sedikit pendaki yang mampu atau pernah kesana. Memang pegunungan yang puncaknya tertutupi oleh salju abadi ini merupakan pegunungan tertinggi di Indonesia. Pegunungan ini terbentang memanjang di tengah propinsi Papua Barat dan Papua di Indonesia sampai Papua Newguinea di pulau Irian. Puncak pegunungan Jayawijaya ini bernama Carstensz Pyramide yang diambil dari penemunya yaitu orang Belanda bernama Carstensz.

Pegunungan Jayawijaya memiliki ketinggian 4.800 meter dpl. Meskipun terletak di ketinggian yang super dan berselimut salju di puncaknya, pegunungan ini ternyata terbentuk karena adanya pengangkatan dasar laut yang terjadi ribuan tahun yang lalu. Ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil kerang laut yang dapat dilihat di batuan gamping di pegunungan tersebut. Sehingga tak heran bila pegunungan ini menjadi surga bagi ahli Geologi selain surga bagi para pendaki gunung. Bisa kita bayangkan, bila gunung setinggi ini dulunya adalah laut, bagaimana dengan pulau lainnya di Indonesia, pasti semua masih berupa lautan pada ribuan tahun silam.

Puncak Jaya
Menurut teori geologi, awalnya dunia kita ini hanya memiliki sebuah benua saja yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Akhirnya benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan Eurasia. Benua Eurasia sendiri pecah kembali menjadi benua Gonwana yang kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India dan Australia.

Pengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia, ditambah terjadinya tumbukan lempeng bumi antara lempeng Indo Pasifik dengan lempeng Indo Australia di dasar laut sehingga menghasilkan busur pulau yang juga merupakan cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.

Pegunungan Jayawijaya

Menurut penelitian, salju yang ada di puncak Jayawijaya diperkirakan akan mencair atau habis seperti yang terjadi pada gunung Kilimanjaro di Tanzania dikarenakan perubahan iklim secara global yang terjadi di daerah tropis. Jadi sangat disayangkan sekali kalau perkiraan para ahli itu benar, kita tidak lagi memiliki salju yang berada di negeri ini. Selagi salju di puncak jaya masih ada tidak ada salahnya bila sobat khususnya yang mempunyai hobi mendaki dan yang berkantong cukup tebal untuk mencoba menaklukkannya. Karena untuk menuju kesana dibutuhkan stamina yang prima dan dana yang tidak sedikit untuk akomodasi, konsumsi, peralatan dan transportasinya.