Pananjakan, Jalan Terjal Berliku Menuju Puncak Keindahan

Pananjakan, Jalan Terjal Berliku Menuju Puncak Keindahan

Bila anda berlibur ke kawasan wisata Gunung Bromo, tidak lengkap rasanya bila anda tidak mengunjungi tempat ini. Ya, Bukit Pananjakan namanya. Tinggi dari bukit ini sekitar 2.700 meter dpl sedangkan Gunung Bromo sendiri "hanya" 2300 meter dpl, sehingga tidak heran bila tempat ini selalu menjadi tujuan nomor satu bagi para pemburu sunrise di kawasan wisata Gunung Bromo.

Di bukit Pananjakan ini, kita bisa melihat sebuah pemandangan matahari terbit yang sangat indah serta deretan pegunungan yang mempesona seperti Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru dari kejauhan. Hati kita tak henti-hentinya berdecap kagum pada keindahan alam karya Ilahi ini.

Namun untuk mencapai Puncak Pananjakan tidaklah mudah. Butuh perjuangan ekstra keras untuk melalui jalan terjal berliku selama kurang lebih 40 menit. Untuk menuju puncak Pananjakan sebaiknya kita berangkat sebelum pukul 04.00 WIB dari tempat kita menginap agar tak tertinggal oleh matahari terbit.

Dari pintu masuk Gunung Bromo, perjalanan dimulai dengan menuruni jalan yang cukup curam untuk menuju lautan pasir. Di lautan pasir, kita bisa mengikuti jalur yang ditandai dengan balok-balok beton setinggi kurang lebih 40 cm yang berdiri berjejer sepanjang jalan menuju pura. Namun bila kita tidak mengerti jalan, sebaiknya menyewa hardtop untuk mengantar kita ke puncak Pananjakan dengan ongkos Rp 400 ribu - 600 ribu yang bisa diisi 6 penumpang.

puncak pananjakan bromo
Lautan Pasir Bromo
Setelah menyusuri lautan pasir selama 10 menit, kita akan sampai di titik start menuju puncak Pananjakan. Bila anda menggunakan motor, pastikan motor anda dalam kondisi fit seperti mesin, rem, rantai, gear, dan juga ban. Namun berdasarkan pengalaman saya, hanya motor sport yang bisa digunakan untuk melewati jalan ini dengan berboncengan, sedangkan motor bebek atau pun matic, tetap bisa melalui jalur ini, namun harus sendirian.

Jalan yang sangat terjal, tikungan yang membentuk sudut sempit, seakan menghiasi perjalanan menuju puncak keindahan belum lagi dinginnya udara yang menusuk tulang menjadi tantangan tersendiri untuk melalui jalur menuju view point Pananjakan.

Di sepanjang jalan berliku ini, didominasi oleh kendaraan roda empat yang semuanya berjenis hardtop. Memang untuk mobil pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke area ini demi keselamatan pengunjung itu sendiri. Tidak jarang saya menemui, kawanan pengendara motor yang sedang mendorong motornya karena tidak kuat melewati tanjakan yang terjal tersebut.

Setelah sekitar 40 menit melalui jalur terjal berliku dengan tubuh menahan dingin, akhirnya sampai juga di Puncak Pananjakan 1. Di area ini sudah berjejer hardtop yang diparkir di sepanjang jalan menunggu pemandangan sunrise yang sesaat lagi akan muncul.

bukit pananjakan gunung bromo
Menikmati Kopi Panas di Warung
Disini juga disediakan area parkir untuk motor dengan ongkos Rp 5 ribu per motor. Sambil menunggu datangnya si mentari pagi, ada baiknya anda menghangatkan diri dengan mampir di warung-warung kopi yang terdapat di area ini. Di warung-warung ini disediakan tungku kecil berisi arang yang menyala untuk melawan dinginnya udara Puncak Pananjakan.

Saran saya, bila ingin membeli oleh-oleh seperti kaos atau souvenir lain, lebih baik belanja di tempat ini karena barang yang dijual lebih beraneka ragam dengan harga yang relatif sama dengan harga di sekitar Gunung Bromo.

bukit pananjakan bromo
Jalan Menuju View Point
Setelah dirasa cukup menghangatkan diri, kita harus berjalan kaki ke atas menuju view point, tempat untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan gugusan pegunungan yang begitu indah. Jam menunjukkan pukul 05.00 WIB, dan view point yang saya tuju sudah begitu ramai akan pengunjung. Tak sedikit turis asing yang berada di tempat ini dengan berbagai peralatan untuk mengabadikan pemandangan sunrise yang memang sudah sangat terkenal sampai mancanegara.

sunrise di puncak pananjakan
Sunrise
Di view point ini tersedia tempat duduk yang terbuat dari kayu dimana bila matahari mulai terbit digunakan oleh para pengunjung sebagai pijakan agar dapat melihat sunrise dengan sempurna. Meskipun saat itu, matahari sedang malu-malu karena tertutup awan yang cukup tebal, saya tidak kecewa karena masih terlihat keindahannya.

pananjakan
Berlatar Gunung Bromo, Batok, dan Semeru
Selain itu, ada pemandangan lain selain sunrise yang bisa kita nikmati di tempat ini yaitu pemandangan kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap putih dan keindahan bentuk dari Gunung Batok, serta megahnya Gunung Semeru. Jangan lupa untuk mampir ke kawah Gunung Bromo selepas menikmati keindahan di Puncak Pananjakan ini.




1 comments:

Contact Us

Name

Email *

Message *

Arsip Blog