Pulau Sempu. Aku Datang....!

Pulau Sempu. Aku Datang....!

Pulau Sempu, aku datang...!. Akhirnya impianku untuk pergi ke pulau uang berada di selatan kota Malang ini terwujud juga. Dengan mengambil cuti kerja selama 2 hari, aku dan sobatku agan Agus bertekad menuju ke Pulau Sempu meskipun belum tahu jalan menuju kesana dari kota kami Surabaya.

Perjalanan kami mulai pukul 04.30 WIB dari Surabaya. Jalanan masih terasa sepi sehingga motor yang kami naiki bisa melaju dengan cepat. Sampai di Kota Malang jam menunjukkan pukul 06.00 WIB, kami berhenti sebentar untuk mengisi bensin. Perjalanan kami lanjutkan kembali, Sampai di Kecamatan Turen pukul 7 pagi. Menurut informasi yang kami dapatkan, setelah melewati Turen, perjalanan akan lebih berat karena melalui perbukitan yang naik turun.

Segara Anakan Dari Atas Bukit
Benar juga setelah melewati kecamatan itu, kami harus naik turun bukit dengan jalan yang berkelok-kelok dan ukuran jalan yang cukup sempit. Benar-benar sangat menguras tenaga. Setelah sekitar 1 jam kami berjuang menaklukkan jalan yang kejam tersebut, kami putuskan untuk sarapan pagi disebuah warung yang berada di Kecamatan Sumbermanjing.

Area Parkir Sendang Biru
Setelah kenyang, perjalanan kami lanjutkan kembali. Kami kira setelah melewati perbukitan tersebut, penderitaan kami sudah berakhir, ternyata kami harus melewati perbukitan lagi sejauh 14 kilometer dengan kontur jalan seperti sebelumnya. Akhirnya tepat pukul 08.45 WIB, kami sampai di Pantai Sendang Biru, pintu masuk menuju Pulau Sempu.

Setelah membeli perbekalan yang cukup seperti air mineral dan beberapa makanan, kami menuju ke sebuah  pos untuk meminta surat ijin untuk menyeberang ke Pulau Sempu. Sekadar info untuk menuju ke Pulau Sempu, kita harus mendapat ijin dari petugas setempat karena Pulau Sempu sendiri merupakan sebuah cagar alam yang dilindungi pemerintah.

Kapal Yang Siap Mengantar
Surat ijin sudah ditangan dengan membayar biaya seikhlasnya (waktu itu kami bayar 20 ribu rupiah), kami langsung menuju ke pantai untuk mencari perahu yang akan menyeberangkan kami. Tarif untuk menyeberang ke Pulau Sempu Rp 100.000/perahu dan tidak bisa ditawar karena harga ini merupakan harga kesepakatan dari paguyupan nelayan setempat.

Selama 15 menit kami menyusuri selat sempu ini, akhirnya kami mendarat di Pantai Semut yang ada di Pulau Sempu. Perjalanan yang sebenarnya ada didepan mata. Untuk menuju ke Segara Anakan, pengunjung termasuk kami harus menembus belantara hutan yang lebat dengan berjalan kaki. Memasuki area hutan, terlihat jalan setapak yang dipenuhi dengan akar-akar pohon besar yang keluar dari tanah.

Segara Anakan
Selama kurang lebih 1 jam kami bekerja keras menembus hutan, akhirnya tempat yang kami idam-idamkan terlihat yaitu Segara Anakan. ISTIMEWA......., kata pertama yang kami ucapkan. Pemandangan yang luar biasa, dari atas bukit terlihat hampatan pasir putih terang dihiasi beberapa semak belukar dan tenda-tenda para pengunjung. Air lautnya yang sangat jernih dihiasi ikan-ikan kecil yang berenang kesana kemari, membuat siapapun tidak sabar untuk menceburkan diri keair.

Dari tepi pantai, terlihat sebuah karang yang berlubang menganga dengan diameter sekitar 3 meter.Karang yang berlubang ini merupakan tempat masuknya ombak air laut dari Samudera Hindia ke Segara Anakan ini. Kedalaman maksimal dari Segara Anakan ini tidak lebih dari 2 meter, sehingga sangat aman bagi siapa saja yang ingin menceburkan diri meskipun tidak bisa berenang, namun airnya sangat asin bila terkena mata, sedikit perih.

Di Depan Karang Berlubang
Segera Anakan merupakan sebuah laguna atau danau yang berair asin, yang terjadi karena air laut terkurung di dalam pulau ini yang dibatasi oleh bukit-bukit dan batu karang yang kokoh. Di sekitar Pantai Segara Anakan ini kita dengan mudah menjumpai beberapa ekor kera coklat dan kera hitam yang berekor panjang. Biasanya kera-kera itu turun ke pantai untuk mencari makan dari sisa-sisa makanan yang ditinggalkan oleh pengunjung.

Samudera Hindia
Jangan lewatkan pula, berfoto-foto diatas tebing dengan latar belakang Samudera Hindia dengan ombaknya yang besar dan kokohnya tebing tinggi menjulang. Meskipun perjalanan menuju Pulau Sempu ini begitu melelahkan, tapi kenikmatan yang akan kita dapatkan melebihi dari tenaga dan keringat kita. Bagi pengunjung yang ingin berkemah di Pantai Segara Anakan ini juga boleh, namun harus membawa bekal air tawar yang cukup banyak, karena di sekitar pantai ini tidak ada sumber air tawarnya. Untuk tips berlibur ke Pulau Sempu bisa di klik disini.

Pose Dulu Ah...
Sebenarnya di Pulau Sempu bukan hanya Segara Anakan yang bisa dikunjungi, ada beberapa tempat lagi yang patut dicoba, seperti Telaga Lele, Pantai Pasir Kembar 1 dan 2. Namun karena kami belum tahu jalan menuju kesana, akhirnya kamipun hanya mengunjungi Pantai Segara Anakan.




9 comments:

  1. wihh,, kereen bgt tempat nya sob...

    ReplyDelete
  2. Waah keren Mas Bro. Berarti pulau sempu itu kalau di Malang ikut kecamatan mana Mas Bro ??

    ReplyDelete
  3. waow..waow..waow.... jadi kepengen nich bewisata alam indonesia.

    ReplyDelete
  4. Tempat wisata yg indah. Ternyata alam Indonesia memang sangat indah. Selamat siang sob...

    ReplyDelete
  5. @ghani...sangat keren sob....
    @bhs inggris...kurang tahu sob, mungkin kecamtan sumbermanjing...
    @twong...thanks komennya sob....
    @magetan indah....ke sempu aja sob....
    @pak guru...indonesia memang indah pak guru....

    ReplyDelete
  6. sampeyan kesana bulan apa mas bro, musim ujan g???

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku kesana tanggal 11 november 2012 kemaren, baru aja...untung waktu aku kesana gak hujan jadi treknya kering dan mudah untuk dilewati....

      Delete

Contact Us

Name

Email *

Message *

Arsip Blog