Mbolang Surabaya - Gili Trawangan Lombok pake motor (1)

Mbolang Surabaya - Gili Trawangan Lombok pake motor (1)

Touring Surabaya - Lombok. Akhirnya keinginanku untuk mbolang ke pulau indah di Lombok, yaitu Gili Trawangan tercapai juga. Berangkat dari kota tercinta Surabaya tanggal 13 Agustus 2013 jam 05.00 WIB. Semua persiapan sudah dilakukan mengingat perjalanan Surabaya - Gili Trawangan tidak dekat. Aku berempat bersama sohibku pake 2 motor langsung tancap gas usai berdo'a.

Perjalanan kami sempat terhenti di daerah Nguling, Probolinggo karena terjadi kecelakaan antara mobil, motor, dan bentor (becak motor) yang mengakibatkan korban tewas sebanyak 3 orang. Merinding juga melihat jenazah yang bergelimpangan yang sudah ditutupi oleh kain. Aku sempat memfotonya tapi sudah aku hapus lagi, ngeri liatnya. 

Motor melaju lagi menyusuri kota Probolinggo, Paiton, dan akhirnya kami berhenti di Pasir Putih Situbondo untuk menyantap bekal makanan yang kami bawa dari rumah (maklum ngirit). Dalam waktu 15 menit, makanan sudah habis kami lahap. Memang tepi pantai Pasir Putih Situbondo ini memang sangat cocok buat para pengendara untuk beristirahat dan melemaskan otot-otot yang kaku dan capek.

touring surabaya lombok 2013
Taman Nasional Baluran
Dari Pasir Putih, kami lanjutkan kembali perjalanan menyusuri Taman Nasional Baluran. Untuk menembus hutan ini, kami membutuhkan waktu selama 20 menit dengan panjang jalan 22 kilometer. Di T.N. Baluran ini tidak ada lampu penerangan sama sekali, jadi bila anda melewati taman nasional ini lebih baik pada siang hari.

touring motor surabaya lombok
Menunggu Antrian Kapal
Jam 12.30 WIB kami sampai di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Disini masalah kecil terjadi. Kami menyeberang selat Bali dengan kapal ferry berbeda, karena kapal yang aku tumpangi sudah penuh. Untuk tarif penyeberangan Rp 19 ribu (1 motor 2 orang). Jam 14.30 WITA, kapal yang aku tumpangi sudah sandar di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Setelah melewati pemeriksaan surat-surat motor dan KTP, aku pun mencari tempat untuk menunggu sohibku.

Jam 15.15 WITA, kami berempat pun sudah berkumpul lagi. Karena tujuan kami masih jauh, tanpa membuang waktu, motor langsung gas polll. Tujuan selanjutnya adalah Pelabuhan Padangbai yang menurut perkiraanku masih 6 jam perjalanan lagi. 

Perjalanan dari Gilimanuk ke Padangbai tidak ada kendala yang berarti. Namun saat memasuki Kota Denpasar, kami sempat tanya-tanya ke warga. Maklum inilah kelemahanku selama ini, selalu nyasar kalau 'membelah' sebuah kota.

Untuk sampai ke Padangbai, kami melewati sebuah jalan yang sangat gelap karena tanpa lampu penerangan. Kami sempat heran, kok bisa Bali yang menjadi kota wisata nomor 1 di Indonesia, jalanan menuju ke Padangbai kok gelap banget ya.

Pukul 22.00 WITA, kami sampai di gerbang Pelabuhan Padangbai, Bali. Kami rehat sebentar di ruang tunggu penumpang sambil menikmati segelas kopi susu hangat. Sekitar 1 jam melemaskan otot, kami pun membeli tiket penyeberangan yang harganya Rp 112 ribu (1 motor 2 orang). Kapal yang kami tumpangi ternyata tidak sebagus yang aku lihat di internet. Gak papa lah yang penting bisa nyeberang.

Di kapal ferry Padangbai - Lembar ini, kami ditawari sewa kasur Rp 50 ribu dan sewa kamar Rp 225 ribu. Namanya juga mbolang, kami pun hanya mampu tidur di kursi panjang dengan kenyamanan ala kadarnya. Jam di tangan menunjukkan pukul 04.45 WITA saat kru kapal mengumumkan kapal akan bersandar di Pelabuhan Lembar, Lombok.

touring surabaya gili trawangan
Di Tepi Dermaga Lembar
Karena hari masih gelap, kami sempatkan mandi di pelabuhan sambil menunggu matahari terbit. Tujuan pertama kami di Lombok adalah ke Gili Nanggu yang berada di daerah Sekotong, Lombok Barat. Selama di pelabuhan Lembar, aku berkenalan dengan Bang Enggo yang asli Lombok. Bang Enggo memberikan nasehat pada kami jalan-jalan mana yang rawan di Lombok. Thank's a lot Bang Enggo.

Setelah diberi tahu oleh Bang Enggo arah mana menuju Sekotong, jam 07.00 perjalanan kami lanjutkan kembali. Untuk menuju Sekotong, tepatnya Desa Medang, tempat P. Sahar (orang yang mengantarkan kita ke 4 Gili), kami melewati jalanan yang naik turun dengan pemandangan yang sangat indah. 

touring surabaya lombok
Menuju Sekotong
Nama P. Sahar ini aku dapat dari mas Indra, admin backpackerborneo.com yang pernah mengantarnya ke Gili Nanggu. Kami dapat harga Rp 200 ribu untuk sewa perahu seharian penuh mengelilingi 4 Gili yaitu Gili Nanggu, Tangkong, Sudak, Kedis. Sempat bolak-balik sebanyak 3 kali, akhirnya kami bertemu dengan P. Sahar. Kami kira orangnya udah tua, eh ternyata masih cukup muda sekitar 35 tahunan.

Cukup segini dulu ya, ceritanya disambung di postingan selanjutnya yaitu Gili Nanggu.



1 comments:

  1. wahhh keren tuuu.....
    gan nanti tolong semua total biayanya diinformasikan ke kita semua ya...
    dengar critanya ane pengen kesitu niii

    ReplyDelete

Contact Us

Name

Email *

Message *